Masih Banyak Hakim dan Jaksa Yang Tidak Bisa Baca Al-Qur’an

- Editor

Senin, 17 Januari 2022 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com-Ketua Umun MUI Kota Depok Dr KH Ahmad Dimyathi Badruzzaman MA Al-Hafidz mengakui sampai saat ini masih banyak Hakim dan Jaksa yang tidak bisa membaca Al-Qur’an dan tidak memahami makna Al-Qur’an dengan baik dan saksama. Akibatnya vonis Hakim di pengadilan serta prosesnya dirasakan tidak adil oleh masyarakat. Fenomena ini sekaligus membuktikan bahwa syariat Islam belum dipahami secara kaffah dan dipraktikkan dalam kehidupan umat sehari-hari.

“Sebagian dari Hakim dan Jaksa itu beragama Islam hanya di KTP saja, tapi enggan mendalami Islam secara kaffah,” demikian ungkap KH Ahmad Dimyathi Badruzzaman yang juga pengasuh Ponpes Darus-Sholihin dan pengajar di Sekolah Tinggi Kuliyatul Al-Qur’an Al-Hikam Depok dalam kajian tafsir Qur’an Surah An-Naziah Ahad subuh (16/1) di Masjid Al-Muhajirin, Pancoran Mas Permai Depok.
Surah dan Ayat-ayat tersebut membahas antara lain tentang azab di hari Kiamat dan siksaan di dunia bagi orang-orang kafir dan ateis yang anti Tuhan. Dalam firman-Nya Allah menegaskan :
“Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut, pandangannya tertunduk, orang-irang kafir berkata, Apakah kita benar-benar akan dikembalikab kepada kehidupan yang semula?” QS An-Nazi’at 79 : 8 – 10.

“Saya pernah bertanya
kepada pembimbing disertasi Doktoral di UIN Jakarta saya Prof Bismar Siregar yang juga Hakim Agung RI : kenapa masih banyak Hakim dan Jaksa yang tidak adil. Beliau menjawab karena Hakim dan Jaksa masih banyak yang tidak bisa membaca Al-Qur’an, terlebih memahami maknanya,” ujar Badruzzaman. Atas pertanyaan seorang jamaah,
Ia menjelaskan bahwa meskipun ancaman Allah itu keras dan lugas serta ditujukan kepada orang kafir dan ateis, tapi tokh de facto ada juga oknum kyai dan ustadz serta habib yang nyeleneh melanggar syariah Islam atau perintah Allah. Sebut saja dosen UIN ustadz Saifuddin yang murtad yang menista Nabi Muhammad Saw, Habib Kribo yang kini ditahan serta seorang ustadz populer yang digugat oleh sejumlah investor.
Di jaman Nabi Musa As dikenal kisah Syaikh Barsisho yang alim dan setiap doanya diqobul Allah yang kemudian murtad sebab di akhir hayatnya menjadi penyembah setan dan iblis.

“Di sini membuktikan bahwa baik-tidaknya seorang hamba Allah di sisi Allah dapat dilihat di akhir hayatnya. Apakah dia husnul khatimah atau suul khatimah, dalam keadaan Islam atau murtad,” tukasnya.

Meski pun begitu, kita tidak boleh pesimis. Para Ulama dan Ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis harus terus menyadarkan umat akan pentingnya membaca dan memahami Al-Qur’an dengan saksama. Ringkasnya melaksanakan pesan Nabi “Amar Ma’ruf Nahi Mungkar”. Allah berpesan dalam QS Ali Imran : 3 : 102 : “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nta dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”

Perihal pembelajaran Al-Qur’an, Pendiri Sekolah Tinggi Kuliyatul Qur’an Al-Hikam Kukusan Depok dan Ponpes Al-Hikam Malang KH Hasyim Muzzadi, semasa hidupnya pernah bertekad untuk mengirimkan para mahasiswanya ke Masjid-masjid Depok untuk mengajarkan Al-Qur’an. Katanya, “Kami ingin kelak tidak ada lagi warga Depok yang tidak bisa membaca Al-Qur’an.” Di kampus ini seluruh mahasiswanya adalah penghafal Qur’an dari berbagai provinsi, sebut saja Jawa Timur termasuk Madura, Jawa Tengah, Banten, NTB. Jabar? Menurut sejumlah mahasiswanya, Jabar termasuk yang sedikit kirimkan mahasiswanya.

Masjid Al-Muhajirin Pancoran Mas Permai dikenal sebagai salah satu Masjid yang terbaik dan aktif dalam hal berdakwah, dan pernah meraih sebagai Masjid Teraktif oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat. Masjid ini juga termasuk Masjid yang telah mengirimkan tiga Marbotnya beribadah Umroh di Tanah Suci dan Menghajikan seorang Imam Rawatibnya, berkat donasi Jamaahnya.**

Editor : Dindin Machfudz

Komentar Facebook

Berita Terkait

AMPHURI Gelar Mukernas 2026 di Palembang, Soroti Wacana E-Wallet Umrah 
SENGIT! Inilah 4 Perusahaan Alumni Gontor yang Lolos ke Babak Presentasi INVESTMENT WAR EXPO FORBIS 2026
Dokter Koboi alumni FK UMI Makassar serahkan buku “Hitam Itu Bukan Sekadar Warna” Ke Dubes RI di Copenhagen Denmark
BPOM Catat 8.700 Produk AMDK Dalam Negeri, Komisi VII DPR RI Puji Kinerja Taruna Ikrar
Bangku Milik Pedagang di Badan Jalan Mayjen Sutoyo Dikeluhkan Warga Sebabkan Macet
Kepala Buperta Budy Sugandi Raih Penghargaan Internasional Türkiye Alumni Awards 2026 di Bidang Economics and Entrepreneurship
Peringatan 1 Muharram 1448 H, Pegadaian Giat Khitan Massal Gratis dan Santuni Anak Yatim
Ojol Ditertibkan karena Parkir di Trotoar, Pengamat Minta Dishub Lebih Humanis

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:06 WIB

AMPHURI Gelar Mukernas 2026 di Palembang, Soroti Wacana E-Wallet Umrah 

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:31 WIB

SENGIT! Inilah 4 Perusahaan Alumni Gontor yang Lolos ke Babak Presentasi INVESTMENT WAR EXPO FORBIS 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:21 WIB

Dokter Koboi alumni FK UMI Makassar serahkan buku “Hitam Itu Bukan Sekadar Warna” Ke Dubes RI di Copenhagen Denmark

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:23 WIB

Bangku Milik Pedagang di Badan Jalan Mayjen Sutoyo Dikeluhkan Warga Sebabkan Macet

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:30 WIB

Kepala Buperta Budy Sugandi Raih Penghargaan Internasional Türkiye Alumni Awards 2026 di Bidang Economics and Entrepreneurship

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:08 WIB

Peringatan 1 Muharram 1448 H, Pegadaian Giat Khitan Massal Gratis dan Santuni Anak Yatim

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:32 WIB

Ojol Ditertibkan karena Parkir di Trotoar, Pengamat Minta Dishub Lebih Humanis

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:09 WIB

BPOM Perkenalkan Peraturan CPKB Terbaru untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Kosmetik Nasional

Berita Terbaru