Siaranindonesia.com, KEBUMEN — Di era digital yang serba instan, kreativitas tangan (handmade) sering kali dipandang sebelah mata dan kalah saing dengan produk pabrikan impor yang masif. Namun, stigma itu berhasil dipatahkan dengan gemilang oleh Naylin Fikriya Sabrina.
Mahasiswa STMIK Kebumen ini sukses membuktikan bahwa ketekunan, kelezatan estetika, dan ketajaman melihat peluang pasar mampu mengantarkannya menjadi Juara Terbaik 1 dalam ajang bergengsi Muda Berdaya 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kebumen.
Berkat inovasi bisnisnya yang diberi nama “Amoera Handmade”, Naylin tidak hanya berhak atas trofi kebanggaan, tetapi juga mengantongi hadiah dukungan modal senilai Rp4 juta pada Sabtu, 7 November 2026.
Siap Kado
Berdasarkan proposal bisnis yang diajukannya, Amoera Handmade bergerak di bidang fashion kriya—lebih spesifiknya sebagai produsen slow-made quilted pouch & organizer. Produk ini lahir dari kepekaan Naylin terhadap tren gaya hidup kalangan remaja, mahasiswi, dan pekerja perempuan yang sangat mendambakan kerapian meja rias maupun meja kerja berkat menjamurnya konten-konten estetik di TikTok dan Shopee.
Alih-alih sekadar wadah penyimpanan biasa, Amoera merancang produknya dengan material berkelas:
Bahan Premium: Menggunakan kain crinkle premium yang dilapisi dakron wrap tebal serta furing errow, menjadikan produk ini kokoh, berdiri tegak tanpa mudah ambruk, dan empuk.
Varian Produk: Menawarkan ragam pilihan fungsional seperti slim pouch, pouch bag (dengan top handle dan ritsleting YKK emas), hingga bucket pouch yang manis untuk menyimpan kosmetik, skincare, maupun alat tulis.
Sentuhan Siap Kado (Ready-to-Gift): Setiap produk dikemas menggunakan kotak boks estetik lengkap dengan label logam Amoera berwana emas, menjadikannya pilihan favorit tidak hanya untuk dipakai sendiri, melainkan juga sangat ideal dijadikan hampers atau kado ulang tahun dan wisuda.
Dengan strategi pemasaran digital yang memanfaatkan live selling di TikTok Shop, katalog foto estetik, hingga endorse micro-influencer, bisnis rintisan rumahan di Desa Klapasawit, Buluspesantren, Kebumen ini membuktikan bahwa skala lokal mampu menembus pasar yang lebih luas.
Apresiasi Disdikpora
Ajang Muda Berdaya merupakan wadah strategis yang dihadirkan oleh pemerintah daerah untuk memantik jiwa kewirausahaan generasi muda. Melalui program pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi modal usaha bagi pemuda usia 19–30 tahun berdomisili Kebumen, pemerintah berkomitmen mencetak wirausahawan baru yang tangguh.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kebumen, Agus Sunaryo, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme dan kreativitas para peserta, termasuk pencapaian luar biasa yang diraih oleh Naylin.
“Melalui ajang Muda Berdaya ini, kami ingin mendorong agar anak-anak muda Kebumen berani mengambil langkah nyata untuk berwirausaha. Keberhasilan inovasi seperti ‘Amoera Handmade’ membuktikan bahwa ide kreatif anak muda kita jika diberi ruang, pelatihan, dan dukungan yang tepat akan mampu berkembang pesat, mandiri, bahkan berpotensi membuka lapangan kerja baru di daerah,” ujar Agus Sunaryo memberikan penekanan.
Kebanggaan Kampus
Prestasi gemilang ini turut disambut dengan rasa bangga yang mendalam oleh civitas akademika STMIK Kebumen. Ketua STMIK PGRI Arungbinang Kebumen, Muhyat, memberikan apresiasi serta respon positif atas capaian mahasiswanya di kancah kabupaten tersebut.
“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh ananda Naylin. Keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa STMIK Kebumen tidak hanya unggul dalam penguasaan teknis dan digital, tetapi juga memiliki kepekaan kewirausahaan (entrepreneurship) yang tinggi untuk membaca peluang ekonomi kreatif di tengah masyarakat,” ungkap Muhyat.
Lebih lanjut, Muhyat berharap kemenangan di ajang Muda Berdaya 2026 ini dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi, berkarya, dan berani mengambil langkah nyata membangun kemandirian ekonomi sejak di bangku kuliah. Terlebih, misi mulia dari Amoera Handmade yang berencana merangkul dan membuka lapangan kerja jahit bagi warga sekitar sejalan dengan visi institusi untuk memberikan dampak positif bagi daerah.
Kisah sukses Naylin bersama Amoera Handmade menjadi inspirasi segar: bahwa ketekunan merajut kain, ketelitian menjaga kualitas, dan semangat berdaya mampu mengubah kamar produksi sederhana di sudut desa menjadi panggung kemenangan yang membanggakan Kabupaten Kebumen.
























