Kisah Guru Sabdo Roso: Ajarkan Filosofi Neng, Ning, Nung, Nang lewat Ekosistem Digital Nafas Batin

- Editor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Kediri — Di tengah kehidupan yang serba cepat, Abdul Latif yang dikenal publik sebagai Guru Sabdo Roso mengenalkan kembali konsep Jawa Neng, Ning, Nung, Nang melalui ekosistem Nafas Batin. Empat istilah tersebut digunakannya sebagai gambaran proses batin: dari hening, menuju kejernihan, keteguhan dalam laku, hingga kemenangan atas diri sendiri.

Neng: Berhenti dari Kebisingan

Menurut Guru Sabdo Roso, Neng dimaknai sebagai hening atau berhenti sejenak dari kebisingan, baik yang datang dari luar maupun dari pikiran sendiri. Hening tidak dipahami sebagai menjauh dari kehidupan, tetapi memberi ruang agar seseorang dapat melihat keadaan dirinya sebelum bereaksi.

Ning: Kejernihan yang Lahir dari Hening

Dari Neng kemudian lahir Ning, yakni kejernihan. Pada tahap ini seseorang belajar membedakan apa yang benar-benar muncul dari pengamatan yang jernih dengan dorongan sesaat yang bercampur ketakutan, prasangka, keinginan, atau ego.

Nung: Kejernihan Menjadi Keteguhan

Dalam Laku Kejernihan yang terus dilatih berkembang menjadi Nung. Guru Sabdo Roso memaknainya sebagai keteguhan dalam laku, sehingga seseorang tidak mudah berubah arah hanya karena tekanan keadaan, emosi, atau keinginan sesaat.

Nang: Menang atas Diri Sendiri

Sedangkan Nang dimaknai sebagai kemenangan batin atas diri sendiri. Kemenangan yang dimaksud bukan mengalahkan orang lain, tetapi semakin mampu mengelola amarah, ketakutan, keinginan berlebihan, dan ego yang dapat mengaburkan kejernihan.

“Nang bukan berarti menang terhadap orang lain. Yang lebih penting adalah mampu menang terhadap amarah, ketakutan, keinginan berlebihan, dan ego yang membuat kita kehilangan kejernihan.”
Dikembangkan melalui Nafas Batin
Konsep tersebut menjadi bagian dari materi yang dikembangkan melalui Nafas Batin, ekosistem pembelajaran yang dirintis dari Kediri. Nafas Batin memadukan olah napas, meditasi, olah rasa, piwulang Jawa, komunitas, pendampingan, pembelajaran digital, dan aplikasi.

Guru Sabdo Roso menempatkan teknologi sebagai sarana, bukan tujuan. Menurutnya, aplikasi dan materi digital dapat memudahkan akses terhadap pembelajaran, tetapi proses mengenali diri tetap membutuhkan latihan yang dijalani secara nyata.

“Teknologi hanyalah wadah. Pengetahuan bisa kita baca melalui layar, tetapi kejernihan tetap harus dilatih dari dalam diri dan dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari.”

Melalui pendekatan tersebut, Abdul Latif berharap piwulang dan kearifan Jawa dapat tetap dipelajari oleh generasi sekarang tanpa kehilangan inti utamanya: hening, eling, kejernihan, keteguhan, dan tanggung jawab terhadap kehidupan.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Banyak Tokoh dan Brand Dunia Mengubah Nama, Pakar Ungkap Kekuatan di Balik Sebuah Nama
Modern Karpet, dari Toko Ritel Jadi Mitra Proyek Institusional Besar
NU Mau Dibawa ke Mana pada Abad Kedua?
AI dan Precision Medicine, Taruna Ikrar Dorong Farmasis Muda Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Sisi Humanis
Parkir Liar Buperta Cibubur Disorot, Pengamat: Jika Tak Mampu Tertibkan, Evaluasi Pimpinan
MI Sa’adatuddarain Gelar Kick Off Madrasah Ramah Anak dan Parenting, Perkuat Sinergi Madrasah dan Orang Tua
‎Pegadaian Area Senen Raih Juara Umum SportaFest 2026
Taruna Ikrar Ajak Masyarakat Pintar Memilih Makanan, Minuman, dan Obat di BPOM Run

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:15 WIB

4 Rekomendasi Vendor Jasa Foto Wisuda Terbaik di Depok Jawa Barat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:56 WIB

1 Dekade Primago, Dari Bimbingan Belajar Masuk Gontor Hingga Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Jenjang SDI – SMPI – SMAI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:13 WIB

Jangan Sampai Anak Salah Jurusan dan Salah Masa Depan! Tes Minat Bakat di Kota Depok

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:46 WIB

Dr Awaluddin Faj, M.Pd ; Menyiapkan Calon Pemimpin Masa Depan dari Pesantren

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Remaja Masjid Baitul Kamal Resmi Dibentuk, Ahmad Naufal Muhtarom Jadi Ketua

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:43 WIB

Pondok Modern Darul Falah Cimenteng Subang Gelar Kegiatan Motivasi Santri Mengenal Diri Untuk Berprestasi Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Pondok Modern Darul Falah Cimenteng Subang Gelar Tes Minat & Bakat Santri Bersama Primagen Tahun Ajaran 2026-2027

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Pondok Modern Darul Falah Cimenteng Subang Gelar Workshop Membangun Daya Juang & Spirit Ruh Mudarris Bersama Konsultan Pendidikan Alumni Gontor

Berita Terbaru

Opini

Dari Kemerdekaan menuju Kemakmuran Rakyat

Sabtu, 15 Agu 2026 - 10:57 WIB