Modern Karpet, dari Toko Ritel Jadi Mitra Proyek Institusional Besar

- Editor

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta – Kebutuhan karpet untuk proyek berskala besar seperti gedung pemerintahan, perkantoran, hotel, dan tempat ibadah dinilai terus meningkat seiring banyaknya pembangunan dan renovasi fasilitas publik maupun komersial di Indonesia. Segmen ini selama ini banyak dipenuhi oleh produk impor atau pemain besar yang lebih dulu memiliki jaringan proyek.

Di tengah tren tersebut, Modern Karpet, brand karpet di bawah PT Modern Gemilang Sejahtera yang berlokasi di Blok AA No. II-PP, Komplek IKIP, Jl. Pendidikan VII, Duren Sawit, Jakarta Timur, mencoba mengambil bagian dengan masuk ke sejumlah proyek institusional dalam dua tahun terakhir. Berawal dari usaha ritel, brand yang beralamat di kawasan Duren Sawit ini kini merambah segmen proyek berskala besar dan menangani pengadaan hingga pemasangan karpet untuk gedung pemerintahan, hotel, perkantoran, dan tempat ibadah di berbagai wilayah Indonesia.

Beberapa proyek yang telah diselesaikan antara lain Kantor Penghubung Pemerintah Aceh, Puspot dirga TNI AU, World Capital Tower, kantor PT Multi Bintang Indonesia Tbk, dan Menara Palma.

“Kami tidak selalu menganggap produk impor pasti lebih bagus dan produk lokal pasti lebih murah. Yang kami lihat adalah kebutuhan proyeknya seperti apa, lalu kami carikan produk yang paling sesuai,” ujar Yosua Dearma Silalahi selaku Direktur Modern Karpet.

Masuknya Modern Karpet ke pasar institusional bermula dari kebutuhan pelanggan ritel yang berkembang menjadi permintaan berskala lebih besar, dengan proyek Hotel Monopoly Bukittinggi pada 2024 sebagai titik balik perusahaan mulai serius menggarap segmen ini. Menurut Yosua, pasar proyek menuntut cara kerja yang jauh berbeda dibanding penjualan ritel.

“Kalau retail mungkin yang penting barang tersedia dan customer puas. Kalau proyek, semuanya harus lebih terukur, mulai dari jumlah barang, jadwal, kondisi lapangan, sampai pemasangannya,” kata Yosua.

Salah satu tantangan yang jarang disorot di pasar karpet proyek adalah konsistensi warna dan motif pada area yang luas. Modern Karpet memastikan seluruh kebutuhan material dalam satu proyek berasal dari batch produksi yang sama, sebab perbedaan batch dapat menimbulkan selisih warna yang terlihat jelas ketika dipasang di ruangan berskala ribuan meter persegi seperti masjid besar.

Presisi turut menjadi taruhan dalam proyek tempat ibadah. Arah shaf, sambungan antar-karpet, hingga posisi tiang dan pintu harus diperhitungkan secara detail, sementara pemasangan kerap harus diselesaikan dalam waktu terbatas karena bangunan tetap beroperasi selama proses berlangsung.

Masuk ke proyek instansi pemerintah seperti Kantor Penghubung Pemerintah Aceh dan Puspot dirga TNI AU juga menuntut standar administrasi berbeda, mulai dari spesifikasi barang, volume, hingga dokumen serah terima yang lebih ketat dibanding proyek swasta adaptasi yang dinilai menjadi salah satu kunci diterima di pasar institusional yang selama ini cukup tertutup bagi pemain baru.

Ke depan, Modern Karpet berencana memperluas jangkauan proyek ke luar Jabodetabek secara bertahap, dengan terlebih dahulu memastikan kesiapan distribusi dan pengawasan lapangan agar kualitas layanan tetap konsisten di berbagai wilayah.

“Produk lokal sebenarnya punya kesempatan yang sangat besar untuk masuk ke proyek-proyek besar di Indonesia. Saya berharap kedepannya perusahaan lokal tidak hanya dilihat sebagai pilihan karena harganya lebih murah, tapi juga karena mampu bersaing dari sisi kualitas dan profesionalisme,” pungkas Yosua.

 

Komentar Facebook

Berita Terkait

Legislator Fraksi PAN Dukung RUU Reforma Agraria untuk Keadilan Tanah
UP PKB Kedaung Angke Perkuat Pelayanan Prima, Tegas Tolak Pungli
CPH Desak Polda Malut Segera Tetapkan Tersangka dalam Dugaan Kasus janggal Rp6,7 Miliar pada Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara
Kawal Kasus Dugaan Pengeroyokan Kader PMII, LBH GP Ansor DKI Jakarta Desak Polisi Segera Tetapkan Tersangka
Langkahi Izin PKKPR dan Caplok Lahan 6,5 Hektar, Pabrik Hebel PT IKN Disegel Pemkab Banyumas
Saat Tiket Pesawat Mahal, Kapal Penumpang Pelni Beri Solusi
Berstatus WLA, Taruna Ikrar kepala BPOM Perkuat Jejaring Global Hadapi Pandemi Berikutnya
Karhutla di Lahan Gambut, Pemerintah Andalkan Pasukan Darat di Kalbar

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 13:54 WIB

Legislator Fraksi PAN Dukung RUU Reforma Agraria untuk Keadilan Tanah

Selasa, 8 September 2026 - 09:46 WIB

UP PKB Kedaung Angke Perkuat Pelayanan Prima, Tegas Tolak Pungli

Senin, 7 September 2026 - 18:11 WIB

CPH Desak Polda Malut Segera Tetapkan Tersangka dalam Dugaan Kasus janggal Rp6,7 Miliar pada Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara

Sabtu, 5 September 2026 - 17:47 WIB

Kawal Kasus Dugaan Pengeroyokan Kader PMII, LBH GP Ansor DKI Jakarta Desak Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Sabtu, 5 September 2026 - 15:48 WIB

Langkahi Izin PKKPR dan Caplok Lahan 6,5 Hektar, Pabrik Hebel PT IKN Disegel Pemkab Banyumas

Sabtu, 5 September 2026 - 14:48 WIB

Berstatus WLA, Taruna Ikrar kepala BPOM Perkuat Jejaring Global Hadapi Pandemi Berikutnya

Jumat, 4 September 2026 - 22:48 WIB

Karhutla di Lahan Gambut, Pemerintah Andalkan Pasukan Darat di Kalbar

Jumat, 4 September 2026 - 22:35 WIB

Redakan Asap Kalbar, Pemerintah Maksimalkan Potensi Awan Hujan 4-8 September

Berita Terbaru