Tragedi di Kec. Buayan: Dosa Kyai, Kepala Desa dan Tetangganya?

- Editor

Kamis, 8 Januari 2026 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

KEBUMEN, SiaranIndonesia.com – Ketua Santri Mengabdi, Gus Wahyu NH Aly, menyampaikan duka cita dan empati mendalam atas meninggalnya seorang ibu dan anak dalam peristiwa gantung diri di Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen. Ia menyebut tragedi tersebut sebagai peristiwa kemanusiaan yang harus disikapi dengan kepekaan, kehati-hatian, dan tanggung jawab bersama.

Gus Wahyu menegaskan bahwa setiap kasus kematian tidak boleh langsung disimpulkan penyebabnya secara sepihak. Namun demikian, ia menilai peristiwa tersebut patut menjadi bahan evaluasi sosial agar lingkungan sekitar tidak lalai membaca kondisi warganya, terutama mereka yang berada dalam situasi rentan.

Ia menjelaskan bahwa dalam perspektif Islam, kemiskinan tidak diartikan sebagai seseorang harus mengumumkan dirinya miskin. Kemiskinan dimaknai sebagai kondisi ketika kebutuhan dasar sandang, pangan, papan, akses kesehatan, dan akses pendidikan, itu tidak terpenuhi, baik sebagian maupun keseluruhan, sehingga seseorang hidup dalam tekanan yang berat.

Menurut Gus Wahyu, apabila dalam suatu peristiwa tragis terdapat keterkaitan dengan faktor ekonomi yang luput dari pemantauan, maka persoalan tersebut tidak lagi bersifat individual. Ia menilai tanggung jawab moral dan keagamaan melekat pada pemerintah desa yang beragama Islam, ketua RT dan RW yang beragama Islam, pengasuh pesantren, para kiai atau tokoh agama setempat, pengurus organisasi kemasyarakatan Islam, serta masyarakat Islam di wilayah tersebut, khususnya mereka yang memiliki kemampuan ekonomi.

Gus Wahyu menegaskan bahwa kewajiban tersebut bukan bersifat simbolik, melainkan aktif, yakni memantau, mengecek, dan memastikan tidak ada warga yang jatuh dalam kemiskinan ekstrem tanpa pendampingan. Ia menilai bahwa pembiaran terhadap kondisi ekonomi warga, jika benar terjadi, merupakan bentuk kelalaian sosial yang berujung dosa besar fardhu kifayah.

“Jika memang ada faktor ekonomi yang berat dan itu tidak terpantau, sementara di wilayah tersebut kepala desanya seorang muslim, RT-RW juga muslim, pengasuh pesantren, kiai, ustadz, ormas Islam, dan masyarakat Islam yang mampu, lalu kondisi itu dibiarkan, maka itu bisa menjadi dosa sebab fardhu kifayah, dosa bersama,” kata Gus Wahyu, di Kebumen, Kamis, (08/01/2026).

Ia juga menyoroti peran organisasi kemasyarakatan Islam yang hadir secara struktural di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan ormas Islam membawa konsekuensi tanggung jawab sosial, sehingga tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan seremonial keagamaan tanpa kehadiran nyata di tengah penderitaan warga.

Selain itu, Gus Wahyu mengajak masyarakat untuk mengevaluasi prioritas dalam praktik keagamaan. Ia berpandangan bahwa selama masih ada warga yang hidup dalam kesulitan, pengeluaran besar untuk aktivitas keagamaan yang bersifat sunnah perlu ditinjau ulang.

Ia menilai bahwa dana yang selama ini digunakan untuk kegiatan sunnah seperti umrah, ziarah religi seperti Walisongo, dan acara keagamaan seremonial seperti rajaban, muludan serta lainnya, seharusnya dapat dialihkan terlebih dahulu untuk kepentingan fardhu kifayah, yakni menjaga kehidupan dan martabat kemanusiaan.

“Selama masih ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, dahulukan fardhu kifayah. Menyelamatkan kehidupan dan menjaga kemanusiaan adalah kewajiban bersama,” ujarnya.

Gus Wahyu juga menegaskan bahwa persoalan kemiskinan bukan hanya urusan pemerintah. Menurutnya, kemiskinan menjadi masalah bersama, khususnya masyarakat sekitar. Ini juga menyoal peran RT, RW, pengasuh pesantren dan tokoh agama lainnya.

Lebih lanjut, hukum muamalah terkait kemiskinan, Ketua Santri Mengabdi ini menilai masih kurang dikaji di tengah masyarakat. Ia pun berharap, kajian keagamaan perihal ini agar menjadi kajian wajib di pesantren-pesantren, masjid-masjid, mushola-mushola.

“Miris, di tengah masyarakat kajian yang bersifat sunnah sering kali lebih mendominasi, sementara kajian tentang yang lebih utama seperti terkait fardhu kifayah seperti ini justru diabaikan,” kata Gus Wahyu.

Sebelumnya, terinfo ada warga meninggal tergantung yang terjadi pada Selasa malam, 6 Januari 2026, sekitar pukul 22.00 WIB, di Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan. Korban diketahui bernama Ayu Aniati (35) dan anaknya Azlan Tegar Wizan (4), warga RT 2 RW 4 Desa Banyumudal.

Klik Download Kitab atau Buku Karya Gus Wahyu NH. Aly (PDF) :

Kitab As-Siraj (Tahlil An-Nahw Wa-Shorf fi Al-Hikam)

Buku Hoaks PP. Alkahfi Somalangu

Novel Metamorfosis Cinta

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh anak sulung korban yang kemudian meminta pertolongan kepada warga sekitar. Aparat kepolisian, TNI, perangkat desa, serta tim medis Puskesmas Buayan mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi korban ke RSUD Dr. Sudirman Kebumen. Hasil pemeriksaan awal menyebutkan bahwa penyebab kejadian diduga faktor ekonomi.

 

Komentar Facebook

Berita Terkait

Cetak Pemimpin Visioner dan Peduli Lingkungan, HMI Cabang Kebumen Sukses Gelar Leadership Camp LK 1 di Sagara View of Karangbolong
“Menggali Fakta, Menyampaikan Kebenaran”, PWRI Kebumen Gelar Pelatihan Jurnalistik Gratis
DPC PDIP Kebumen Sembelih 3 Sapi dan 1 Kambing, 700 Paket Daging Dibagikan ke Warga
HMI Kebumen Gelar Diskusi Publik dengan Tema “Quo Vadis Pendidikan Saat Ini” Bersama DPRD Jateng dan Kepala Disdikpora Kebumen
Di Serbu Warga, Bazar Baju Gratis RT 2 Panggulan Memeriahkan HUT Kota Depok ke 27 tahun 2026
Drama Contest Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago : Sarana Berlatih Bahasa dan Seni Peran Santri & Santriwati
CV Dirgantara Sejahtera Bersama Menjadi Sponsorship Kegiatan Sosial “Bekam Gratis & Bazar Baju Gratis 2026” Untuk Warga Panggulan Pengasinan Sawangan Depok
Pos Ronda RT 02 RW 05 Panggulan Pengasinan Sawangan Kompak Gelar Syukuran 1 Tahun Atas Terlaksananya Kegiatan Ronda Malam

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:38 WIB

Program Kelas Persiapan Masuk Gontor Terbaik di Jabodetabek Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:23 WIB

Gak Cuma Jago Ngaji, Santri Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Borong 11 Medali di IPB Championship 2026!

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:06 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok, Distribusikan 7 Hewan Qurban Tahun 2026, Ajarkan Makna Pengorbanan dan Ilmu Praktis kepada Santri

Senin, 1 Juni 2026 - 23:07 WIB

MI AL Hidayah Rawadenok Depok Adakan Kegiatan Goes To Bandung Tahun 2026 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:32 WIB

SMK BUDHI Warman 2 Gelar Kegiatan Goes To Yogyakarta Tahun 2026 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:52 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Terima 1 Ekor Sapi Hewan Qurban di Hari Raya Idul Adha 1447 H dari UPZ Bazma Pertamina

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:34 WIB

Kementrian Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia Salurkan Hewan Kurban ke Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago 2026: Keberkahan dan Manfaat Untuk Para Penghafal Qur’an

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:18 WIB

Pawai Obor Santri dan Santriwati Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H

Berita Terbaru