Siaranindonesia.com, Aceh — Anggota DPR RI, Ir. H. T.A. Khalid, M.M., mendapat penugasan khusus untuk mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah pemilihan Aceh II. Penugasan ini merupakan bagian dari komitmen DPR RI memastikan program prioritas pemerintah berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelajar di daerah.
Dalam rangka menjalankan amanah tersebut, TA Khalid melakukan kunjungan langsung ke sejumlah titik pelaksanaan program, termasuk dapur penyedia makanan MBG dan sekolah-sekolah penerima manfaat. Di setiap dapur, ia menemukan adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas menyiapkan menu sehat sesuai standar gizi untuk siswa.

Program MBG saat ini sedang diujicobakan di enam kabupaten/kota di Aceh, yaitu Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Utara, Aceh Selatan, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang. Dari enam wilayah tersebut, empat di antaranya berada di Daerah Pemilihan Aceh II yang menjadi fokus pengawasan TA Khalid, yakni Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang.
Hasil pemantauan TA Khalid dan tim menunjukkan bahwa meskipun program ini mendapat respon positif dari masyarakat dan pihak sekolah, masih ada sejumlah masalah yang memerlukan perhatian serius.
TA Khalid menekankan, tanpa sinergi yang kuat, tujuan program akan sulit tercapai. “Keberhasilan MBG sangat bergantung pada kerja sama semua pihak. Pemerintah pusat, daerah, satuan pendidikan, pelaku usaha lokal, dan masyarakat harus saling mendukung,” ujarnya, Minggu (27/7/2025).
Menurut TA Khalid, program MBG bukan hanya soal memberi makan gratis, tetapi juga merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat dan cerdas. “Anak-anak yang tumbuh dengan gizi baik akan memiliki potensi akademik dan fisik yang lebih optimal, dan pada akhirnya menjadi modal utama pembangunan nasional,” tegasnya.
Ia juga mendorong adanya kebijakan adaptif dan berkelanjutan agar program ini tidak berhenti pada tahap uji coba, melainkan dapat diperluas ke seluruh daerah dengan kualitas yang terjaga. Pengawasan ketat dari semua pemangku kepentingan juga diperlukan untuk menghindari penyimpangan dan memastikan keberlanjutan program.

TA Khalid mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mengawasi dan mendukung program ini. Ia menilai, keterlibatan aktif warga dapat membantu menemukan solusi cepat terhadap masalah di lapangan.
“Ini adalah kesempatan emas untuk membentuk generasi yang lebih sehat. Jangan sampai program yang baik ini kehilangan makna karena kurangnya pengawasan dan dukungan,” pungkasnya.
Saksikan di Tiktok
Klik DISINI
https://vm.tiktok.com/ZSSHn56SF/
























