Kebumen, Siaran Indonesia – Dalam rangka mendukung upaya pemerataan akses energi serta mendorong pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Nurchamidah, S.Pd.I., M.Pd., melaksanakan program kerja bertajuk “Peningkatan Akses Penerangan dengan Teknologi Energi Terbarukan” di Desa Semampir, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Salah satu bentuk konkret dari program ini adalah pemasangan dua unit lampu tenaga surya (solar panel) di lokasi strategis yang belum terjangkau penerangan listrik.
Adapun lokasi yang dipilih untuk instalasi lampu tenaga surya adalah area pemakaman umum Desa Semampir, sesuai dengan arahan dari pihak pemerintahan desa. Kepala Desa menyampaikan bahwa selama ini area pemakaman belum memiliki sistem penerangan, sehingga sering menyulitkan warga yang ingin berziarah pada malam hari.
“Pemasangan lampu panel surya sangat kami butuhkan di area pemakaman karena belum ada penerangan sama sekali, dan ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang ingin melakukan ziarah malam,” ungkap Kepala Desa melalui perwakilannya, Selasa 29 Juli 2025.
Kegiatan dimulai dengan kerja bakti bersama warga Desa Semampir, yang sekaligus menjadi rangkaian persiapan menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN bersama warga dan perangkat desa membersihkan lingkungan sekitar perumahan dan memasang umbul-umbul di seluruh wilayah desa.
Setelah kerja bakti, kegiatan dilanjutkan dengan proses instalasi lampu panel surya yang dilakukan mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Proses ini melibatkan:
• Pemasangan tiang penyangga lampu yang kokoh dan tahan cuaca.
• Pemasangan solar panel monocrystalline 20W yang diposisikan untuk optimalisasi penyerapan sinar matahari.
• Instalasi lampu LED 12V dengan sensor otomatis (dilengkapi LDR/sensor cahaya) yang akan menyala secara otomatis saat malam tiba.
• Pemasangan dan pengujian baterai lithium 12V sebagai penyimpan energi yang telah diisi dari panel surya pada siang hari.
Pekerjaan ini dilakukan secara gotong royong dengan bantuan perangkat desa dan warga, yang turut aktif membantu dalam penggalian tanah, penegakan tiang, dan pemasangan perangkat.
Ketua Kelompok KKN Unsoed Desa Semampir, Zata Maitsaa, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa terhadap pembangunan desa yang berkelanjutan dan mandiri energi.
“Kami berharap keberadaan lampu panel surya ini dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan aktivitas warga pada malam hari, terutama bagi mereka yang ingin berziarah. Semoga ini juga menjadi inspirasi untuk memperluas pemanfaatan energi terbarukan di tingkat desa,” ujar Zata.
Pihak desa pun menyambut baik inisiatif ini. Bapak Waluyo, selaku Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Semampir, memberikan apresiasi atas kerja keras mahasiswa.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa. Ini adalah bentuk kontribusi yang sangat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Penerangan di area pemakaman akan menjadi kenang-kenangan yang berarti dari mahasiswa KKN untuk Desa Semampir,” ujarnya.
Selain kegiatan instalasi, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi singkat kepada warga mengenai cara kerja panel surya, pentingnya pemanfaatan energi terbarukan, serta tips perawatan sistem seperti membersihkan panel dari debu secara rutin, menjaga koneksi kabel tetap aman dari air dan gangguan hewan, serta memantau kondisi baterai secara berkala.
Melalui program ini, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dapat terus terjalin, serta menjadi model kolaborasi yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam bidang energi bersih dan terjangkau (Affordable and Clean Energy).
























