Parepare Ekspor Cangkang Sawit 5.194 Ton

- Editor

Kamis, 9 Januari 2025 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekspor Cangkang Sawit. Cangkang sawit memiliki nilai kalor yang tinggi sehingga sering digunakan sebagai bahan bakar dalam boiler industri.

Ekspor Cangkang Sawit. Cangkang sawit memiliki nilai kalor yang tinggi sehingga sering digunakan sebagai bahan bakar dalam boiler industri.

Siaranindonesia.com, PAREPARE – Bea Cukai Parepare melayani ekspor komoditas palm kernel expeller atau cangkang sawit milik PT Awana Sawit Lestari ke Korea Selatan, Senin (6/1/2025).

Cangkang sawit yang diekspor sebanyak 5.194 metrik ton itu diangkut dengan kapal MV. Brilliant Profit melalui Pelabuhan Belang-Belang, Mamuju, Sulawesi Barat. Dari ekspor tersebut, devisa yang diperoleh senilai US$519.498.

Adapun Bea Cukai Parepare mengumpulkan bea keluar sebesar Rp1,01 miliar, serta penerimaan atas pungutan sawit lebih dari Rp2,10 miliar.

“Terus meningkatnya performa kinerja, tentunya diiringi dengan kinerja layanan kepabeanan yang semakin baik. Hal ini kami wujudkan dengan pelayanan ekspor cangkang sawit milik PT Awana Sawit Lestari,” ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Parepare Dawny Marbagio.

Ia mengatakan geliat ekspor di awal tahun ini menjadi sinyal positif untuk kegiatan ekspor selama 2025. Melalui peningkatan asistensi dan perbaikan pelayanan ekspor yang terus diupayakan, ekspor komoditas unggulan berupa cangkang sawit ini diharapkan akan terus meningkat mengingat potensi pasarnya yang sangat tinggi.

Cangkang sawit, yang selama ini dilihat sebagai limbah, dibutuhkan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan untuk menggantikan bahan bakar fosil seperti batubara. Cangkang sawit memiliki nilai kalor yang tinggi sehingga sering digunakan sebagai bahan bakar dalam boiler industri.

Selain itu, cangkang sawit juga mengandung mineral yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Cangkang sawit dapat digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan pupuk organik.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor cangkang sawit sepanjang Januari-November 2024 mencapai 4.306.602 ton (US$483.489.221).
Adapun ekspor pada periode yang sama tahun lalu mencapai 4.709.776 ton (US$554.806.876).

Dengan kata lain, volume dan nilai pengapalan komoditas berkode HS 14049091 itu masing-masing susut 9%, dan berkurang 13%.

 

Komentar Facebook

Berita Terkait

Hadir di Rakernas Inkopontren, PRUVIU Perkenalkan Solusi Antikredit Macet
UMKM Tertekan Harga Global, ABDSI Desak Intervensi Cepat dan Terukur
Gen Z Jadi Motor Utama Pertumbuhan Investasi Emas Digital di Indonesia
Didukung 5 Bank, Kimia Farma Apotek Restrukturisasi Keuangan
Industri Migas Hadapi Tantangan Aset Menua, Kecerdasan Buatan Jadi Solusinya
Menata Belanja Negara: Strategi Efisiensi untuk Kesejahteraan Rakyat
Pegadaian Ajak Investasi Aman di Era Digital dengan Tabungan Emas
Bupati, PDAM dan BPR BKK Kebumen Terima Penghargaan Dalam Ajang Best Human Capital Awards 2025

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:57 WIB

Kiprah Taruna Ikrar Kembali Cetak Prestasi Global, Raih Penghargaan Akademik Internasional dari UTM Malaysia

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:34 WIB

Dari Kota Depok untuk Nusantara: Gerakan Mengaji Gratis yang Mengubah Masa Depan Generasi

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:23 WIB

Raih Lisensi IB, Lulusan MAN IC Serpong Makin Mudah Tembus Kampus Top Dunia

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:59 WIB

MN KAHMI Minta Program Tambang Rakyat Harus Pertimbangkan Aspek Lingkungan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:57 WIB

Puspoll Indonesia: Kehadiran Langsung Presiden Prabowo di DPR Kirim Sinyal Optimisme dan Kepastian Arah Negara

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:33 WIB

Rakernas Inkopontren Dorong Modernisasi Koperasi Pesantren

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:36 WIB

Refleksi Harkitnas: Pendidikan Harus Melahirkan Pemimpin Berintegritas dan Berpihak kepada Rakyat

Senin, 18 Mei 2026 - 08:10 WIB

GASS D1, Salah Satu Relawan Pendukung Wali Kota Depok Terpilih Supian Suri Gelar Family Gathering dan Tasyakuran Berdirinya Yayasan Baru

Berita Terbaru