Tanpa Papan Proyek, Pekerjaan Coran di DI Panjaitan Bikin Arus Lalu Lintas Semrawut

- Editor

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta – Kemacetan panjang kembali terjadi di Jalan DI Panjaitan arah Cawang, Jakarta Timur, akibat proyek coran yang berlangsung hampir dua pekan.

Kemacetan panjang kembali terjadi di Jalan DI Panjaitan arah Cawang, Jakarta Timur. Kondisi tersebut diduga dipicu oleh proyek pengecoran jalan yang memakan sebagian badan jalan dan telah berlangsung selama hampir dua pekan.

Pantauan di lokasi menunjukkan area pekerjaan dipagari pembatas konstruksi sehingga menyebabkan penyempitan lajur kendaraan. Dampaknya, arus lalu lintas dari kawasan Samsat Jakarta Timur menuju simpang Cawang tersendat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Antrean kendaraan bahkan terlihat mengular hingga ratusan meter. Banyak pengendara mengaku harus menghabiskan waktu lebih lama dibandingkan hari-hari biasa untuk melintasi ruas jalan tersebut

“Sudah hampir dua minggu jalan menyempit dan macet terus. Tapi tidak ada informasi pekerjaan apa yang sedang dilakukan maupun kapan akan selesai,” ujar salah seorang pengendara yang melintas di lokasi.

Selain kemacetan yang semakin parah, minimnya informasi proyek juga menjadi sorotan masyarakat. Hingga saat ini tidak terlihat papan informasi yang memuat jenis pekerjaan, instansi penanggung jawab, nilai proyek, maupun target waktu penyelesaian pekerjaan.

Padahal, Jalan DI Panjaitan merupakan salah satu jalur vital yang menghubungkan Jakarta Timur dengan kawasan Cawang serta pusat Kota Jakarta. Ruas jalan ini setiap hari dilintasi ribuan kendaraan sehingga gangguan sekecil apa pun berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas yang signifikan.

Pengguna jalan berharap pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait dapat memberikan informasi yang lebih transparan kepada publik. Selain itu, pengaturan lalu lintas yang lebih optimal dinilai diperlukan guna mengurangi dampak kemacetan yang terus dikeluhkan masyarakat.

Percepatan penyelesaian pekerjaan juga menjadi harapan utama para pengguna jalan mengingat lokasi proyek berada di salah satu titik lalu lintas tersibuk di Jakarta Timur.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas pengecoran masih berlangsung dan kemacetan di sepanjang Jalan DI Panjaitan menuju Cawang masih menjadi keluhan utama para pengendara.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Presiden Prabowo Percepat Swasembada Energi dan Berantas Aktivitas Ilegal
Rusman Patawari: Silaturahmi Akbar KKMM Sultra Perkuat Persaudaraan & Lestarikan Budaya Muna
Puspoll Indonesia: Evaluasi MBG Menunjukkan Pemerintah Responsif terhadap Aspirasi Publik
Gavriel Novanto Raih Penghargaan Komunikasi dan Informasi Publik Terbaik “Pemred Award”
Komut PLN Energi Gas Tinjau Proyek Infrastruktur Gas di Bali, Pastikan Pasokan Energi Andal
Keteladanan Letkol Eko: Membangun Kebumen Lewat Kesederhanaan dan Jiwa Sosial
Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Bantu Memperkuat Infrastruktur Pendukung di Desa Wisata Kiarasari
Taruna Ikrar: Integritas Fondasi Utama Transformasi BPOM dan Kepercayaan Publik

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:55 WIB

Presiden Prabowo Percepat Swasembada Energi dan Berantas Aktivitas Ilegal

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:01 WIB

Rusman Patawari: Silaturahmi Akbar KKMM Sultra Perkuat Persaudaraan & Lestarikan Budaya Muna

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:13 WIB

Puspoll Indonesia: Evaluasi MBG Menunjukkan Pemerintah Responsif terhadap Aspirasi Publik

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:24 WIB

Gavriel Novanto Raih Penghargaan Komunikasi dan Informasi Publik Terbaik “Pemred Award”

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:37 WIB

Keteladanan Letkol Eko: Membangun Kebumen Lewat Kesederhanaan dan Jiwa Sosial

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:27 WIB

Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Bantu Memperkuat Infrastruktur Pendukung di Desa Wisata Kiarasari

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:09 WIB

Taruna Ikrar: Integritas Fondasi Utama Transformasi BPOM dan Kepercayaan Publik

Senin, 13 Juli 2026 - 18:31 WIB

Taruna Ikrar : Peredaran Kosmetik Ilegal Meningkat di Ruang Digital, BPOM Temukan Nilai Ekonomi Rp260,7 Miliar

Berita Terbaru