Taruna Ikrar: Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja BPOM, Pengakuan WHO Listed Authority Perkuat Reputasi Indonesia

- Editor

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SiaranIndonesia.com – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas dukungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terhadap berbagai capaian BPOM, termasuk keberhasilan meraih pengakuan WHO Listed Authority (WLA) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Apresiasi tersebut disampaikan Presiden saat menerima Taruna Ikrar di Istana Negara dalam pembahasan sejumlah program strategis nasional yang melibatkan peran BPOM, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pemberdayaan UMKM, hingga penguatan ketahanan kesehatan nasional.

Menurut Taruna Ikrar, apresiasi Presiden menjadi bentuk kepercayaan pemerintah terhadap transformasi kelembagaan yang dilakukan BPOM dalam memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan. Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran BPOM untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Apresiasi Bapak Presiden Prabowo Subianto merupakan kehormatan sekaligus amanah bagi seluruh insan BPOM. Pengakuan yang disampaikan langsung di Istana Negara menunjukkan bahwa transformasi BPOM mendapat perhatian pemerintah. Berbagai capaian yang telah diakui dunia harus terus kami wujudkan menjadi manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Taruna Ikrar.

Ia menjelaskan, salah satu capaian paling strategis BPOM adalah keberhasilan memperoleh status WHO Listed Authority (WLA). Pengakuan ini menempatkan BPOM sejajar dengan otoritas regulator obat dan makanan terbaik di dunia serta menjadi bukti bahwa sistem regulasi Indonesia telah memenuhi standar internasional.

Menurut Taruna, pencapaian tersebut merupakan hasil transformasi menyeluruh yang dilakukan BPOM, mulai dari penguatan tata kelola, digitalisasi layanan, penerapan regulasi berbasis risiko, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Transformasi itu diwujudkan melalui modernisasi berbagai layanan strategis, seperti registrasi obat, produk biologi, kosmetik, pangan olahan, obat tradisional, suplemen kesehatan, sertifikasi sarana produksi dan distribusi, perizinan uji klinik, layanan ekspor-impor, hingga berbagai sistem perizinan yang kini terintegrasi secara digital.

Dengan sistem regulatori yang lebih transparan, cepat, dan berbasis risiko, BPOM mampu meningkatkan kepastian layanan bagi masyarakat maupun pelaku usaha. Reformasi tersebut menjadi salah satu fondasi utama keberhasilan BPOM memperoleh pengakuan WHO Listed Authority.

Taruna menegaskan bahwa pengakuan internasional bukanlah tujuan akhir, melainkan instrumen untuk mempercepat akses masyarakat terhadap obat, vaksin, pangan olahan, kosmetik, obat tradisional, dan suplemen kesehatan yang aman, bermutu, serta berkhasiat, sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global.

“Pengakuan WHO Listed Authority membuktikan bahwa sistem regulasi BPOM telah memenuhi standar global. Namun yang paling penting adalah bagaimana standar tersebut memberikan manfaat nyata melalui pelayanan yang semakin cepat, perlindungan kesehatan masyarakat yang semakin kuat, serta kemudahan bagi industri nasional untuk berkembang dan menembus pasar internasional,” kata Taruna.

Ia menambahkan, BPOM akan terus mengawal berbagai program prioritas Presiden Prabowo melalui penguatan pengawasan, percepatan layanan perizinan, digitalisasi regulasi, serta kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.

“Kepercayaan Presiden merupakan amanah yang harus kami jawab dengan kerja nyata. BPOM akan terus bertransformasi menjadi regulator kelas dunia yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar bermuara pada perlindungan kesehatan masyarakat serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” pungkas Taruna Ikrar.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Ketua DPD TMI Muna Dukung Kepemimpinan Sudaryono di BGN
Presiden Prabowo Percepat Swasembada Energi dan Berantas Aktivitas Ilegal
Rusman Patawari: Silaturahmi Akbar KKMM Sultra Perkuat Persaudaraan & Lestarikan Budaya Muna
Puspoll Indonesia: Evaluasi MBG Menunjukkan Pemerintah Responsif terhadap Aspirasi Publik
Gavriel Novanto Raih Penghargaan Komunikasi dan Informasi Publik Terbaik “Pemred Award”
Komut PLN Energi Gas Tinjau Proyek Infrastruktur Gas di Bali, Pastikan Pasokan Energi Andal
Keteladanan Letkol Eko: Membangun Kebumen Lewat Kesederhanaan dan Jiwa Sosial
Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Bantu Memperkuat Infrastruktur Pendukung di Desa Wisata Kiarasari

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:03 WIB

Ketua DPD TMI Muna Dukung Kepemimpinan Sudaryono di BGN

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:29 WIB

Taruna Ikrar: Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja BPOM, Pengakuan WHO Listed Authority Perkuat Reputasi Indonesia

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:55 WIB

Presiden Prabowo Percepat Swasembada Energi dan Berantas Aktivitas Ilegal

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:01 WIB

Rusman Patawari: Silaturahmi Akbar KKMM Sultra Perkuat Persaudaraan & Lestarikan Budaya Muna

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:24 WIB

Gavriel Novanto Raih Penghargaan Komunikasi dan Informasi Publik Terbaik “Pemred Award”

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:14 WIB

Komut PLN Energi Gas Tinjau Proyek Infrastruktur Gas di Bali, Pastikan Pasokan Energi Andal

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:32 WIB

Rohmat Rospari Ajak ASN Bangun Depok Berbasis Fiqh Lingkungan, Tawarkan Kurikulum untuk PAUD hingga SMP

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:37 WIB

Keteladanan Letkol Eko: Membangun Kebumen Lewat Kesederhanaan dan Jiwa Sosial

Berita Terbaru

Nasional

Ketua DPD TMI Muna Dukung Kepemimpinan Sudaryono di BGN

Kamis, 23 Jul 2026 - 16:03 WIB