Bireuen, Siaran Indonesia — Pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bireuen, Aceh, relawan bersama masyarakat terdampak bergotong royong membangun jembatan gantung darurat guna memulihkan akses wilayah yang terputus dan memastikan aktivitas warga dapat kembali berjalan.
Jembatan darurat dipasang di Dusun Bivak, Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, dan berhasil menghubungkan Dusun Barona, Desa Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.
Sebelumnya, akses antar wilayah tersebut terputus akibat rusaknya jalur penyeberangan oleh derasnya arus sungai pasca bencana.
Hingga saat ini, masih terdapat banyak akses desa yang terputus, terutama di wilayah pelosok. Kondisi tersebut menghambat distribusi bantuan kemanusiaan, akses layanan kesehatan, pendidikan, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Pembangunan jembatan darurat ini diselesaikan dalam waktu tiga hari kerja melalui kerja sama dan gotong royong antara relawan dan masyarakat setempat. Relawan yang terlibat berasal dari Vertical Rescue Indonesia, Sabhawana SMA 3 Jakarta, Tim Peduli, serta masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
Relawan Tim Peduli, Eko Sulistio, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat ini merupakan upaya cepat untuk menjawab kebutuhan mendesak warga terdampak.
“Jembatan darurat ini kami bangun untuk mempercepat akses bantuan agar mudah masuk ke dusun-dusun terdampak. Selain itu, jembatan ini memudahkan evakuasi warga yang membutuhkan penanganan medis ke rumah sakit serta memastikan anak-anak SD dan SMP dapat bersekolah dengan aman, mengingat menyeberangi sungai dengan arus deras sangat berbahaya,” ujar Eko Sulistio, Sabtu 10 Januari 2026.
Selain mendukung akses bantuan dan pendidikan, jembatan darurat ini juga diharapkan memperlancar aktivitas ekonomi warga, khususnya dalam distribusi dan penjualan hasil bumi seperti kemiri, jagung, cokelat, kelapa, manggis, durian, duku, pinang, hingga kelapa sawit.
Masyarakat setempat berharap, dengan terbangunnya jembatan darurat ini, anak-anak dapat segera kembali bersekolah, bantuan logistik dapat masuk dengan lancar, serta aktivitas ekonomi warga dapat kembali berjalan, sembari menunggu pembangunan jembatan permanen dari pemerintah.
Aksi kolaboratif ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan kepedulian kemanusiaan relawan dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana, demi mempercepat pemulihan kehidupan warga terdampak. (Al)
























