Gemilang Mewisuda 850 Lansia Se-Kota Depok, Ini Harapan Para Penggagas Sekolah Lansia

- Editor

Sabtu, 26 April 2025 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_0

oplus_0

Depok | SiaranIndonesia.com – Sebanyak 850 Lansia dari 14 Sekolah Lansia yang tersebar di 11 Kecamatan di Kota Depok diwisuda di Balai Rakyat Depok II, Kecamatan Sukmajaya, Sabtu (26/04/25) pagi.

Walikota Depok Supian Suri menyebut, bahwa data terbaru angka harapan hidup di Kota Depok mencapai 75,8 % tahun, dan dirinya berharap program ‘Jabar Nyaah ka Indung’ bisa semakin membuat masyarakat menghormati orangtua.

“Alhamdulillah, ini bagian dari semangat kita untuk menghormati orang tua, keluarga kita,dan insyaallah semangatnya adalah bahagia sampai masa tua atau bahagia sepanjang hayat. Belajar sepanjang hayat ya”, ucap Walikota Depok, Sabtu 26/4/2025.

“Kalau mau panjang umur, tinggalnya di Depok,” ucapnya sambil menyampaikan data terbaru angka harapan hidup di Kota Depok yang mencapai 75,8 tahun”, candanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Wisuda Lansia Kota Depok Hj. Murtafiah mengatakan, bahwa saat ini para Lansia yang telah diwisuda adalah bagian dari gelombang kedua dengan peningkatan jumlah peserta yang signifikan.

“Pada acara wisuda sekolah Lansia gelombang kedua hari ini, kita mewisuda 850 Lansia, dan pada gelombang pertama sekitar 500 Lansia. Jadi, ada pingkatan yang sangat signifikan”, ucapnya.

“Alhamdulillah, acara kali ini Pak Walikota memberikan bantuan konsumsi sebanyak 1000 paket untuk para Lansia, dan ini sangat membantu pihak panitia”, terangnya.

Ketua IRL Kota Depok tersebut pun menyebut bahwa, kegiatan sekolah Lansia yang telah dijalankannya bersama tim, hanya menggunakan anggaran dan dari para donatur yang ada, serta bantuan dari Kementerian Agama.

“Sampai saat ini biaya operasional program Sekolah Lansia dari 14 sekolah yang telah beroperasi di 11 Kecamatan se-Kota Depok ini, masih menggunakan anggaran pribadi yang kita dapatkan dari para donatur yang ada”, tuturnya.

Lebih lanjut Hj. Murtafiah mengungkapkan, bahwa metode ajaran yang diterapkan di Sekolah Lansia yakni, tentang bagaimana para Lansia diberikan edukasi tentang menjaga kesehatan, serta membuat kehidupan para Lansia menjadi produktif.

“Metode pembelajaran di sekolah lansia melibatkan pendekatan geragogi, yang berfokus pada kebutuhan dan kemampuan individu lansia. Metode ini menekankan pembelajaran yang praktis dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, serta mendorong partisipasi aktif dan interaksi sosial para Lansia”, ungkapnya.

“Dalam Sekolah Lansia ini kami mengajarkan pentingnya pola makan sehat, olahraga ringan, dan cara menjaga kesehatan fisik dan mental, termasuk pencegahan penyakit seperti stroke dan hipertensi, agar para Lansia bisa lebih mandiri dalam menjalankan kehidupannya”, sambungnya.

“Program ini juga bertujuan untuk menumbuhkan empati dan budaya peduli di kalangan masyarakat luas terhadap kelompok rentan seperti lansia dan perempuan”, bebernya.

Hj Murtafiah menilai, bahwa pendidikan inklusif bagi Lansia merupakan isu yang semakin mendesak di tengah masyarakat yang terus berkembang. Dengan bertambahnya usia populasi, kebutuhan akan pendidikan yang dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk lansia, menjadi sangat penting.

“Pentingnya pendidikan inklusif bagi lansia juga dapat dilihat dari segi kesehatan mental dan sosial. Lansia yang terlibat dalam kegiatan belajar cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Mereka merasa lebih terhubung dengan masyarakat dan memiliki tujuan hidup yang jelas”, jelasnya.

“Sementara, dalam konteks kebijakan, penting bagi pemerintah dan lembaga pendidikan untuk mendukung inisiatif pendidikan inklusif bagi lansia ini, karena pendidikan inklusif untuk lansia adalah langkah penting menuju masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan”, lanjutnya.

Hj. Murtafiah menekankan, bahwa pendidikan inklusif untuk lansia bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi merupakan kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah.

“Melalui kolaborasi, inovasi, dan komitmen, kita dapat memastikan bahwa setiap individu, tanpa memandang usia, memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang. Mari kita dukung upaya ini dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih inklusif bagi semua”, tandasnya

“Pendidikan adalah hak setiap orang, dan dengan pendidikan inklusif, kita dapat menciptakan dunia yang lebih baik untuk generasi sekarang dan yang akan datang”, tutupnya.(Arifin)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Sukseskan Safari Ramadan 1447 H Demi Mempererat Silaturahmi
DPD PDIP Jateng Gelar Konsolidasi di Kebumen, Soroti Musancab dan MBG
Pendidikan Gratis dan Kesehatan Gratis Perlu Diutamakan daripada Makan Gratis
WordPress test
LD PBNU Gelar Dakwah Gen Z di Pondok Pesantren Tahfid Al Basyir Bogor
Impor Produk Non Halal dari AS Disorot, Kiyai Hafidz Taftazani: Campur Halal dan Haram Jadi Syubhat
Warga Pademangan Sampaikan Aspirasi Penolakan Mutasi Kapolsek Melalui Karangan Bunga
PBNU Lepas 24 Dai ke Delapan Negara dalam Program NU Worldwide Dakwah

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Minggu, 8 Juni 2025 - 13:47 WIB

Peringati Idul Adha 1446 H, Satriani Wisata Salurkan Hewan Kurban untuk Warga di Hebron Palestina

Senin, 14 April 2025 - 15:30 WIB

KH. Tsabit Latief Temui Realitas Pahit Santri Migran Saat Safari Dakwah Ramadhan di Taiwan

Jumat, 17 Januari 2025 - 08:40 WIB

Musim Dingin Extreme, Lima Balita Pengungsi Palestina Dilaporkan Meninggal

Berita Terbaru

Nasional

WordPress test

Rabu, 4 Mar 2026 - 09:51 WIB

Internasional

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Mar 2026 - 20:59 WIB