Santri Mengabdi Minta Warga Kebumen Tak Umroh Selama 5 Tahun Ini

- Editor

Jumat, 14 Februari 2025 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEBUMEN, SiaranIndonesia.com – Momentum nisfu sya’ban sekaligus menjelang pergantian Bupati Kebumen 2025-2030, Ketua Gerakan Santri Mengabdi, Gus Wahyu NH. Aly, mengaku sedih dengan kondisi kemiskinan yang ada di Kebumen. Dirasanya, kemiskinan di Kebumen belum menjadi empati bersama sepenuhnya. Salah satunya, ditengah kemiskinan yang dialami sejumlah masyarakat Kebumen, warga yang plesir ke luar negeri, termasuk umroh menggunakan dana pribadi, tiap tahun cukup tinggi.

Ditegaskan oleh cucu KH. Abdullah Siradj Aly ini, bahwa ibadah umroh hukumnya sunah, sedangkan mengentaskan kemiskinan adalah kewajiban (fardhu kifayah). Kemiskinan, menurutnya tidak melihat penyebab dan agamanya. Jika kemiskinan belum teratasi, maka masyarakat yang mampu memiliki tanggung jawab untuk membantu. Ia pun berharap, dalam 5 tahun kedepan, tidak ada warga Kebumen yang plesir termasuk umroh dengan dana pribadi, kecuali kemiskinan di Kebumen telah tuntas.

“Ditinjau dari ushul fiqh, maka jika ada orang yang mampu untuk membantu fakir miskin tetapi malah menggunakan hartanya untuk umroh, maka bisa saja umrohnya bukan hanya tidak terkabul, tetapi bisa saja umrohnya menjadi haram,” tegasnya, Kebumen, Jumat, (14/02/2025).

BACA: Pesantren Alkahfi Somalangu akan Didemo Besar-Besaran oleh Warga Kebumen

Menurutnya, kemiskinan dalam Islam bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, sandang, pangan, dan papan. Banyak anak tidak bisa kuliah atau mondok di pesantren karena faktor biaya, sementara di sisi lain, dana besar justru dihabiskan untuk ibadah sunah seperti umroh.

Ia pun menegaskan, bahwa dalam beragama harus memahami prioritas dalam ibadah agar tidak salah dalam mengamalkan ajaran Islam. Meskipun diakui, di Kebumen belum banyak masyarakat, bahkan ulama yang memiliki kesadaran serta empati atas hal ini, sehingga lumrah kemiskinan di Kebumen cukup parah.

“Rusaknya pemahaman agama di masyarakat, diantaranya ketika ulamanya, kyainya, rakus dunia,” tegasnya.

Kemiskinan Tanggung Jawab Bersama, Bukan Hanya Pemerintah

Gus Wahyu menekankan bahwa mengatasi kemiskinan bukan hanya tugas pemerintah. Ditegaskan, bahwa Kemiskinan menjadi kewajiban seluruh elemen masyarakat, terutama mereka yang mampu.

“Islam mengajarkan bahwa kemiskinan adalah tanggung jawab bersama. Jika ada kemiskinan di suatu daerah, maka masyarakat di daerah itu yang pertama kali bertanggung jawab untuk mengatasinya,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kesadaran untuk menunda umroh demi membantu sesama bukan hanya bentuk kepatuhan beragama, tetapi juga cerminan empati yang baik.

“Merealisasikan ini bukan hanya soal kesadaran beragama, tetapi juga soal memiliki empati yang baik. Bagaimana mungkin kita bisa tenang beribadah, sementara di sekitar kita masih banyak yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar?” ungkapnya.

BACA: Santri Mengabdi Mendukung Pemangkasan DAK & DAU

Dana Umroh Bisa untuk Modal Usaha dan Kesejahteraan Masyarakat

Dana umroh yang mencapai puluhan juta rupiah bisa digunakan untuk membantu perekonomian masyarakat. Ia mencontohkan, seperti modal usaha bagi warga kurang mampu, bantuan pendidikan bagi anak yang ingin kuliah atau mondok, dan lainnya.

“Daripada umroh berkali-kali, lebih baik bantu masyarakat agar mandiri. Dengan begitu, mereka bisa keluar dari kemiskinan dan nantinya beribadah dengan lebih tenang,” ujar Gus Wahyu.

Jika Kemiskinan Teratasi, Umroh Pun Sunah

Namun, ia juga menegaskan bahwa fardhu kifayah terkait hal ini tidak berlaku selamanya. Jika dalam lima tahun ke depan kemiskinan di Kebumen sudah teratasi, maka kewajiban kemiskinan ini selesai, dan umroh tak lagi haram tapi hukumnya kembali ke asalnya hukum sunah, kecuali ada hal lain lagi yang menuntut menundanya.

“Ketika masyarakat sudah bisa memenuhi kebutuhan dasarnya, maka fardhu kifayah ini selesai. Saat itu, umroh kembali ke asal hukumnya sebagai ibadah yang sunnah,” jelasnya.

Jadi, menunda umroh demi melaksanakan kewajiban kifayah ini, bukan hanya bentuk kepatuhan beragama, namun juga  bentuk cerminan empati dan kepedulian sosial. Dengan semangat gotong royong dan empati yang tinggi, Gus Wahyu optimistis bahwa dalam lima tahun ke depan, Kebumen bisa mencapai kemajuan signifikan dalam pengentasan kemiskinan.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Puncak Perayaan HUT ke-37 SMA Negeri 2 Kebumen Sukses Gelar Fun Run Bersama Tokoh Daerah dan Masyarakat
Asep Wahyuwijaya Soroti Peran Elite dan Warga dalam Menjaga Demokrasi
UHO Gandeng DKPP RI Bahas Etika Kepemiluan Era AI di Live Class Vol. 2
Ketua Tani Merdeka Muna Serap Aspirasi Petani, Irigasi dan Jalan Usaha Tani Jadi Prioritas
Prodi Ilkom UHO Kupas Cara Membaca Survei dalam Komunikasi Politik
Mahasiswa Jurnalistik UHO Bekali Pemilih Pemula Waspadai Penyalahgunaan AI dalam Pemilu
Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wakil Bupati Nduga di PTUN Jayapura
Pimpin DPC PERADI Kebumen 2026–2031, Anita Nosa: Yang Baik Dilanjutkan, Yang Belum Ada Diadakan

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:25 WIB

PRIMAGEN kenalkan Tes Minat Bakat di Event Pramono SPEKIX 2026 di JCC Senayan Jakarta, Dorong Anak Disabilitas Mapping Talent Mapping Sejak Dini

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Al Siddiq International School Pondok Gede Bekasi Hadirkan Pembicara Parenting Alumni Gontor Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Calon Ketua Umum HIPPI Kota Depok Beserta Calon Pengurus Memperkuat Konsolidasi Bersama Ketua DPD HIPPI Jawa Barat Sebelum Pelantikan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:58 WIB

SMA Perguruan Rakyat 3 Gelar Kegiatan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) Bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Pendidikan Kaderisasi OSIS Sekolah, SMP Sumbangsih Adakah Kegiatan LDKS bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun Ajaran 2026-2027

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Kembangkan Bakat & Kuatkan Karakter, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Kembangkan 12 Ekstrakuriluler Bagi Santri dan Santriwati

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Dr. Awaluddin Faj, M.Pd Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang menjadi Konsultan Sekolah di Indonesia

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:02 WIB

PRIMAGO CONSULTING GELAR ROADSHOW 2026: Solusi Lengkap Peningkatan Mutu Sekolah & Pesantren!

Berita Terbaru