Badai Siklon Atlantik Oscar Melanda Pantai Timur Kuba

- Editor

Senin, 21 Oktober 2024 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEXICO CITY, SiaranIndonesia.com – Badai Siklon Atlantik Oscar melanda pantai timur Kuba pada Minggu (20/10) malam, membawa lebih dari 240 milimeter hujan ke provinsi Guantanamo, lapor Institut Meteorologi Kuba.

“Badai Oscar bergerak di atas bagian utara provinsi Guantanamo dari barat ke barat daya dengan kecepatan 9 kilometer per jam,” ungkap data Institut Meteorologi Kuba.

“Kecepatan angin maksimum yang bertahan telah turun menjadi 120 kilometer per jam, sehingga tetap menjadi badai kategori 1 pada skala Saffir-Simpson, dan tekanan minimumnya meningkat menjadi 988 hektopaskal,” lanjutnya.

“Karena interaksi dengan daratan, Oscar akan perlahan-lahan melemah dan bertransformasi menjadi badai tropis dalam beberapa jam ke depan saat melintasi wilayah timur,” kata institut tersebut, menambahkan.

Sebagaimana laporan sebelumnya, badai petir telah teramati di provinsi Guantanamo, Holguin, dan Las Tunas selama 12 jam terakhir.

Jumlah curah hujan yang paling signifikan tercatat di provinsi Guantanamo — 243,6 milimeter di stasiun Punta de Maisi.

Dalam beberapa jam ke depan, hujan deras dan badai petir yang terkait dengan siklon Oscar akan terus berlangsung, dan curah hujan di beberapa daerah di timur pulau dapat mencapai 200 milimeter.

Menurut publikasi setempat, gelombang setinggi dua meter saat ini teramati di pantai timur laut.

Di daerah tersebut, 17 tempat penampungan pengungsi beroperasi, yang menampung “ribuan pengungsi.”

Badai ini melanda Kuba pada saat krisis energi yang akut — sejak Jumat (18/10), pihak berwenang berusaha memulihkan operasi kapasitas pembangkit yang terputus, namun gagal melakukannya hingga Minggu malam.

Sebanyak jutaan warga Kuba terus mengalami pemadaman listrik total atau menerima pasokan listrik secara tidak teratur, hanya beberapa jam dalam sehari.

Sumber: Antara / Sputnik-OANA

Komentar Facebook

Berita Terkait

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump
Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior
Situs Iran, IRNA Down
Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika
Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei
Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik
Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia
Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:45 WIB

Hardiknas 2026: Menghidupkan Kembali Ruh Pendidikan, Mengingat Peran Jamiat Kheir dalam Sejarah Bangsa

Kamis, 30 April 2026 - 15:32 WIB

Realitas yang Bernapas: Sebuah Pengantar untuk Memahami Teori Realitas Terintegrasi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 09:08 WIB

Luka, Kekuasaan, dan Warisan Khamenei Dalam Membaca Dunia Hari Ini

Minggu, 1 Maret 2026 - 13:08 WIB

Dari Polemik ke Pemahaman: Zakat dan Lumbung Ekonomi Umat

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:16 WIB

Menggugat “Reciprocity”: Menjaga Nafas UMKM di Tengah Hegemoni Perjanjian Dagang AS-RI 2026

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:10 WIB

Puasa, Tirakat, dan Disiplin Elite: Jalan Sunyi Menuju Indonesia Maju

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:27 WIB

Smelter Menyala, Rakyat Terabaikan

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:22 WIB

Refleksi Nishfu Sya’ban, dari Ramainya Malam Menuju Ramainya Ketaatan Harian

Berita Terbaru

Nasional

DPD Tani Merdeka Muna Resmi Dilantik, Siap Majukan Pertanian

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:13 WIB