Penguatan Sekolah Inklusif, 135 PDBK di Kebumen Mengikuti Asesmen di RSUD

- Editor

Rabu, 9 Oktober 2024 - 05:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa berkebutuhan khusus jalani asesmen di RSUD Prembuen.

Siswa berkebutuhan khusus jalani asesmen di RSUD Prembuen.

Kebumen, Siaran Indonesia  – Sejumlah peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) tingkat SMP di wilayah Kabupaten Kebumen menjalani asesmen di RSUD Prembun dan RSUD Dr. Soedirman. Asesmen ini bertujuan untuk mengetahui kondisi atau kemampuan peserta didik dalam pencapaian perkembangan secara akademik dan psikologi.

Kepala Disdikpora Kab kebumen Yanie Giat Setyawan mengatakan, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun bekerjasama dengan RSUD. Peserta yang ikut merupakan hasil pendataan dari satuan pendidikan. Tahun ini ada 135 siswa yang mengikuti asesmen dari total 251 siswa PDBK.

Baca juga: Pemkab Kebumen Gelar Bimtek Penguatan Pendidikan Inklusif

“Asesmen PDBK ini untuk pmengetahui potensi dan kelemahan individu sehingga dapat diidentifikasi kebutuhan dari hal yang dikuasai dan yang belum dikuasai baik dalam aspek pembelajaran atau aspek perkembangan,” ujar Yanie saat meninjau pelaksanaan asesmen di RSUD Prembun, Senin 7 Oktober 2024.

Yanie menyebut memang tidak semua siswa PDBK mengikuti asesmen ini, karena pembiayaan yang terbatas. Karenanya, asesmen ini akan dilakukan secara bertahap dengan mendahulukan siswa yang membutuhkan perhatian ekstra. “Asesmen dilakukan secara bertahap,” tuturnya.

Di tempat yang sama, dr Singgih Priambodo RSUD Prembun mengatakan, ada beberapa hal dalam asesmen ini, pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan mata, mulut, telinga, jantung, paru. Kemudian kemampuan membaca, dan menulis, serta menginterview kesulitan-kesulitan di sekolah.

“Dari hasil pemeriksaan tadi memang ada beberapa anak yang membutuhkan bimbingan belajar yang intens, karena setiap anak memiliki kemampuan daya serap yang berbeda. Ada juga beberapa yang daya ingatnya masih lemah, jadi butuh pendampingan yang ekstra, bukan hanya di sekolah, tapi juga di lingkungan keluarga,” ujar Singgih.

Sementara itu, Yulia Tri Haryati Psikolog RSUD Prembun menyampaikan asesmen ini dilaksanakan untuk mengatahui potensi akademik, sosial personal, dan devisit yang dimiliki setiap anak. “Jadi tadi itu ada tes intelegensia, gaya belajar dan kepribadian,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan psikologi, ada beberapa anak yang masih belum bisa membaca atau menulis. Lalu ada juga beberapa siswa yang merasa sangat lemah dalam mengikuti satu atau dua mata pelajaran, seperti matematika, bahasa Inggris, sehingga butuh pendampingan ekstra.

“Dari asesmen ini nantinya kita akan memberikan rekomendasi yang dapat orang tua lakukan demi pencapaian perkembangan anak. Termasuk kepada guru, bagaimana membuat metode yang efektif dalam menerapkan proses pembelajaran terhadap ABK sesuai dengan kesulitan yang dihadapi anak,” tandasnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Supian Suri Tegaskan Pendidikan Jadi Prioritas, KuduSS Ramah Siap Kawal Program Kerakyatan Pemkot Depok
Tunjukkan Jiwa Wirausaha, Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Raih Prestasi di Studenpreneur Bootcamp MCEBI 2026
Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, STMIK Kebumen Buka Dua Sekretariat Sekaligus
Ketua DPD Tani Merdeka Kebumen Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Berantas Korupsi Tanpa Pandang Bulu
STMIK Kebumen Cetak Inovator Muda Lewat Tiga Aplikasi AI
HMI Cabang Kebumen Tempuh Jalur Resmi, Minta Klarifikasi Empat Dinas soal Operasional Salah Satu Tempat Karaoke
Tragedi Matinya Tapir di Mesuji: SIGER Institute Soroti Darurat Tata Kelola Lingkungan dan Lambannya Respons Otoritas Terkait
Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Kepala BPOM Taruna Ikrar Tinjau Program Makan Bergizi Gratis dan Resmikan Pusat Tanaman Obat Bahan Alam di Palembang

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Keterlibatan Danantara di KSSK Perkuat Sinkronisasi Kebijakan Ekonomi Nasional

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:59 WIB

GUNTUR Sultra: Kebijakan Prabowo Beri Kesempatan Setara bagi UMKM Naik Kelas

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:04 WIB

Puspoll Indonesia: Pelibatan Danantara di KSSK Perlu Dimaknai sebagai Penguatan Koordinasi, Bukan Perubahan Struktur Hukum

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:44 WIB

Akun Instagram 1 Juta Followers Yunita Kariman Hilang Tanpa Peringatan, Ungkap Bahaya Report Massal

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:45 WIB

BPOM Perkuat Ekosistem UMK Pangan Olahan, Taruna Ikrar Luncurkan Program SAPA SEMESTA untuk Tingkatkan Daya Saing

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:08 WIB

Reklamasi Pertambangan Tidak Boleh Berhenti pada Formalitas, Saatnya Menjadikan Kepastian Hukum sebagai Fondasi Pemulihan Ekologis

Senin, 27 Juli 2026 - 18:51 WIB

GUNTUR Sultra Dukung Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Peran Koperasi dan UMKM Kelola Sektor Strategis

Berita Terbaru