Saerah Pembuat Fillet Ikan Sudah Bisa Menabung

- Editor

Kamis, 6 Oktober 2022 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com – Mengolah ikan menjadi fillet merupakan salah satu cara untuk meningkatkan harga jual. Itulah yang dilakukan Saerah, keluarga nelayan di pantai Teluk Betung, Lampung. Ikan hasil tangkapan suaminya tidak semuanya dijual di tempat pelelangan ikan yang tak jauh dari rumahnya, tapi diolah menjadi fillet.

Proses pembuatan fillet tidak terlalu sulit, cukup bermodalkan sebuah pisau yang tajam. Intinya, ikan diiris untuk memisahkan antara daging dengan tulang dan kulitnya, sehingga diperoleh daging murni. Sedangkan untuk tuang dan kulit bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain.

Kini dengan tuntutan hidup yang semakin maju, masyarakat inginnya serba praktis. Mereka tak mau repot membersihkan ikan yang akan dimasak. Karena itu, banyak yang beralih ke fillet, lebih praktis, tanpa duri dan kulit. Terlebih untuk keperluan bisnis seperti restoran atau hotel berbintang, yang membutuhkan bahan masakan yang praktis dan berkualitas.

Peluang itu yang dilihat Saerah (30 th). Ikan hasil tangkapan suaminya yang kadang melaut berhari-hari, dia sortir mana yang layak dibuat fillet. Sambil mengurus ketiga anaknya yang masih kecil, dia sibuk membuat fillet dari pagi hingga sore. Dia rela tangannya keriput terendam fillet demi menambah pendapatan keluarganya. Dalam proses pengerjaannya, dia dibantu beberapa ibu di sekitarnya.

Kini dari hasil usaha ini dia telah mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Bahkan dia juga bisa menabung untuk masa depan anak-anaknya. Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan dan bimbingan PNM Mekaar. Sejak bergabung dengan kelompok Mekaar beberapa waktu lalu, banyak manfaat yang dirasakan Saerah, baik segi pembinaan maupun permodalan. Bahkan rumahnya rutin dijadikan tempat pertemuan kelompok.

Pembiayaan dari PNM Mekaar sangat membantu pengembangan usahanya. “Kalau tidak berusaha dari muda, siapa yang mau membantu kita saat tua nanti”, ujar Saerah yang juga dipercaya sebagai ketua sub kelompok. (AAJ/Anisya Jaladita)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Hadir di Rakernas Inkopontren, PRUVIU Perkenalkan Solusi Antikredit Macet
UMKM Tertekan Harga Global, ABDSI Desak Intervensi Cepat dan Terukur
Gen Z Jadi Motor Utama Pertumbuhan Investasi Emas Digital di Indonesia
Didukung 5 Bank, Kimia Farma Apotek Restrukturisasi Keuangan
Industri Migas Hadapi Tantangan Aset Menua, Kecerdasan Buatan Jadi Solusinya
Menata Belanja Negara: Strategi Efisiensi untuk Kesejahteraan Rakyat
Pegadaian Ajak Investasi Aman di Era Digital dengan Tabungan Emas
Bupati, PDAM dan BPR BKK Kebumen Terima Penghargaan Dalam Ajang Best Human Capital Awards 2025

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:01 WIB

Kepala BPOM Taruna Ikrar Tegaskan Aturan Baru Menyoal Keamanan dan Pengawasan Obat, Bukan regulasi SDM Apoteker di Ritel Modern

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:59 WIB

MN KAHMI Minta Program Tambang Rakyat Harus Pertimbangkan Aspek Lingkungan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:57 WIB

Puspoll Indonesia: Kehadiran Langsung Presiden Prabowo di DPR Kirim Sinyal Optimisme dan Kepastian Arah Negara

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:36 WIB

Refleksi Harkitnas: Pendidikan Harus Melahirkan Pemimpin Berintegritas dan Berpihak kepada Rakyat

Senin, 18 Mei 2026 - 08:10 WIB

GASS D1, Salah Satu Relawan Pendukung Wali Kota Depok Terpilih Supian Suri Gelar Family Gathering dan Tasyakuran Berdirinya Yayasan Baru

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:06 WIB

Podcast “Suara Demokrasi” Resmi Diluncurkan: Bahas Isu Demokrasi Hingga Tren Viral

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:01 WIB

BLBI Rp 211 Triliun Belum Tuntas, Rio Setiawan LSM LIRA Kediri: Negara Harus Menang Melawan Pengemplang Uang Rakyat

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:59 WIB

BPOM dan WHO Perbarui Kerja Sama 2026—2027, Ada Hibah Rp17 Miliar

Berita Terbaru