Pemerintah Inggris Batalkan Rencana Pemangkasan Pajak Untuk Orang Kaya

- Editor

Rabu, 5 Oktober 2022 - 10:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com – Pemerintah Inggris mau membatalkan rencana pemangkasan pajak untuk orang-orang kaya. Musababnya, ekonomi negara itu tengah terpuruk.

Menteri Keuangan Inggris Kwasi Kwarteng menyebut, pembatalan ini dipicu mundurnya beberapa anggota dari parlemen dan pekan yang gelap untuk ekonomi Inggris.

Di pernyataannya kemarin, Kwarteng berkata, pemangkasan pajak buat orang yang berpenghasilan lebih dari US$ 170.000 sudah menjadi gangguan terhadap langkah pemerintah untuk menangkal krisis energi dan upaya membangkitkan ekonomi.

“Kami paham dan kami sudah dengarkan,” ujar Kwarteng.

Pernyataan itu menunjukkan penurunan yang besar bagi Perdana Menteri baru Liz Truss, yang pemerintahannya mengusulkan pemotongan pajak, termasuk pemotongan tarif tertinggi pajak penghasilan menjadi 40% dari 45%.

Pengunduran diri parlemen ini terjadi 24 jam setelah Truss menyadari terdapat kesalahan dalam mempersiapkan ‘anggaran mini’ Kwarteng.

Pemotongan yang diusulkan sebesar 45 miliar pound sterling (US$ 50,5 miliar) akan menjadi yang terbesar dalam 50 tahun.

Truss dan Kwarteng mengatakan mereka merasa sangat perlu untuk mengeluarkan Inggris dari zona ekonomi yang lesu selama bertahun-tahun.

Tetapi pemotongan tersebut mengirim pound jatuh ke posisi terendah bersejarah terhadap dolar AS, dan memicu kekacauan di pasar untuk utang Inggris karena akan membutuhkan peningkatan besar dalam pinjaman pemerintah.

Tingkat bunga melonjak, dan beberapa dana pensiun berjuang untuk tetap mampu bertahan.

Komentar Facebook

Berita Terkait

DTI Series 2026 Jadi Pusat Inovasi Digital, Hadirkan 260 Pembicara dan 450 Solusi Teknologi
Bermimpi, Berjuang, Berdamai: Kisah 12 Tahun Perjalanan yang Berujung pada Lahirnya Platform Kerja Remote untuk Talenta Indonesia
Hadir di Rakernas Inkopontren, PRUVIU Perkenalkan Solusi Antikredit Macet
UMKM Tertekan Harga Global, ABDSI Desak Intervensi Cepat dan Terukur
Gen Z Jadi Motor Utama Pertumbuhan Investasi Emas Digital di Indonesia
Didukung 5 Bank, Kimia Farma Apotek Restrukturisasi Keuangan
Industri Migas Hadapi Tantangan Aset Menua, Kecerdasan Buatan Jadi Solusinya
Menata Belanja Negara: Strategi Efisiensi untuk Kesejahteraan Rakyat

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Modern Karpet, dari Toko Ritel Jadi Mitra Proyek Institusional Besar

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:56 WIB

NU Mau Dibawa ke Mana pada Abad Kedua?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:54 WIB

AI dan Precision Medicine, Taruna Ikrar Dorong Farmasis Muda Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Sisi Humanis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:27 WIB

MI Sa’adatuddarain Gelar Kick Off Madrasah Ramah Anak dan Parenting, Perkuat Sinergi Madrasah dan Orang Tua

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:59 WIB

‎Pegadaian Area Senen Raih Juara Umum SportaFest 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:16 WIB

Taruna Ikrar Ajak Masyarakat Pintar Memilih Makanan, Minuman, dan Obat di BPOM Run

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Denny Desak Gibran Mundur, Fritz Siregar Tegaskan Presiden Tak Bisa Memecat Wapres

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:19 WIB

Call Center Baru Dishub DKI Dipertanyakan, Pengamat: Jangan Sampai Tumpang Tindih dengan JAKI

Berita Terbaru

Headline

5 Rekomendasi Studio Foto Terbaik Untuk Wisuda di Depok

Jumat, 14 Agu 2026 - 20:48 WIB

Nasional

NU Mau Dibawa ke Mana pada Abad Kedua?

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:56 WIB