Nurhayati Akselerasi Percepatan Penurunan Stunting Dengan mengajak Babinsa se-Garut

- Editor

Selasa, 27 September 2022 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranIndonesia.com – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PPP Hj. Nurhayati Effendi menggandeng Babinsa atau Bintara Pembina Desa untuk melakukan percepatan stunting di Kabupaten Garut.

Menurut Nurhayati dengan ikut turunnya para Babinsa se Kabupaten Garut diharapkan bisa lebih mempercepat penurunan stunting di Garut.

“Harapanya bisa mempercepat penurunan stunting di desa-desa dengan membantu para keder di Desa yang ditugaskan untuk menurunkan angka stunting,” kata Nurhayati saat ditemui di Aula Kodim 0611 Garut, Senin 26 September 2022.

Menurutnya dengan tersebarnya Babinsa di Kabupaten Garut hingga tingkat Desa bisa mempercepat penurunan angka stunting.

“Akselerasi penurunan stunting terus dilakukan dengan dibantu oleh Banbinsa ini akan membantu lebih cepat menurunkan angkat stunting,” katanya.

Menurutnya Babinsa bisa membantu program-program dilapangan untuk membantu membagikan makanan sehat untuk bayi dan ibu hamil.

“Banbinsa yang tersebar se Garut bisa membantu program stunting di Garut, terutama membagikan makanan sehat untuk ibu hamil dan bagi bayi,” katanya.

Nurhayati mengatakan bahwa sosialisasi seperti yang ia lakukan perlu terus dilakukan untuk menyebarkan informasi stunting hingga ke daerah-daerah.

“Stunting itu tidak bisa hanya ditangani dengan sosialisasi tetapi kita juga harus menangani secara intervensi langsung,” katanya.

Menurutnya bayi stunting akut terutama, itu harus intervensi langsung dengan makanan bergizi yang diberikan untuk konsumsi sehari-harinya selama beberapa bulan dalam pengawasan

“Faktor ekonomi bisa, Faktor pola asuh, lingkungan juga mempengaruhi anak kena stunting, juga fakor pemberian nutrisi yang kurang bisa menjadi pemicu,” katanya.

Anak yang kena stunting tersebut yakni memiliki kekurangan asupan nutrisi yang mempengaruhi pertumbuhan otak, saraf kognitifnya, tinggi badan dan lainnya.

“Kalau berat badan dan tinggi badannya kurang tapi otaknya masih normal itu masih bisa dikatakan rendah stuntingnya. Tapi kalau otaknya sudah tidak berfungsi bagus, tinggi dan berat badannya tidak normal itu sudah dikatakan stunting,” jelasnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Menhut Raja Juli Ungkap 5-6 Perusahaan Terancam Dicabut Izinnya akibat Karhutla
Kepala BPOM Taruna Ikrar Ajak Ratusan Ribu Apoteker IAI Bersinergi Perkuat Ketahanan Obat Nasional
Taruna Ikrar Dorong Mahasiswa Unram Bangun Kepemimpinan Berbasis Neurosains
SMA Perguruan Rakyat 3 Gelar Kegiatan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) Bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun 2026
PB HMI Soroti Gaya Baru Kapolri Suyudi, Dekat dengan Warga dan Tegas Berantas Narkoba
TMI Kabupaten Muna dan BPD Sultra Sosialisasi Layanan KUR Petani Sawah dan KUR Alsintan
Optimalisasi Investasi Daerah, Bupati Lampung Selatan Tawarkan Solusi Kolaborasi Pusat dan Daerah
Prabowo Kumpulkan 800 Jenderal TNI-Polri di Istana Kepresidenan Untuk Beri Taklimat Penting

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:25 WIB

PRIMAGEN kenalkan Tes Minat Bakat di Event Pramono SPEKIX 2026 di JCC Senayan Jakarta, Dorong Anak Disabilitas Mapping Talent Mapping Sejak Dini

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Al Siddiq International School Pondok Gede Bekasi Hadirkan Pembicara Parenting Alumni Gontor Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Calon Ketua Umum HIPPI Kota Depok Beserta Calon Pengurus Memperkuat Konsolidasi Bersama Ketua DPD HIPPI Jawa Barat Sebelum Pelantikan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:58 WIB

SMA Perguruan Rakyat 3 Gelar Kegiatan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) Bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Pendidikan Kaderisasi OSIS Sekolah, SMP Sumbangsih Adakah Kegiatan LDKS bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun Ajaran 2026-2027

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Kembangkan Bakat & Kuatkan Karakter, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Kembangkan 12 Ekstrakuriluler Bagi Santri dan Santriwati

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Dr. Awaluddin Faj, M.Pd Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang menjadi Konsultan Sekolah di Indonesia

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:02 WIB

PRIMAGO CONSULTING GELAR ROADSHOW 2026: Solusi Lengkap Peningkatan Mutu Sekolah & Pesantren!

Berita Terbaru