Giliran Kota Tasikmalaya di Kunjungi Hj.Nurhayati Untuk Sosialisasi Penurunan Stunting

  • Bagikan

SiaranIndonesia.com– Anggota DPR RI Komisi IX Hajah Nurhayati melaksanakan sosialisasi program percepatan penurunan stunting pada wilayah khusus, di RM Sambel Hejo, Kota Tasikmalaya, Selasa 9 Agustus 2022.

Kegiatan ini turut didampingi koordinator lapang BKKBN provinsi Jawa Barat Angela Sri Melani wiryati SE.MM, Sekda Kota Tasikmalaya Drs. Ivan Dicksan Hasanuddin dan PLT sekdis PPKBP3A Kota Tasikmalaya, Dr. Sarwono.

Selain sosialisasi Penurunan Stunting, kegiatan juga diisi pemberian paket sembako untuk jompo dan santunan anak yatim piatu serta door prize bagi peserta sosialisasi.

Dalam sambutannya Sekda Kota Tasikmalaya dokter Ivan Ihsan Hasanuddin berterima kasih kepada ibu Hajah Nurhayati anggota DPR RI Komisi 9 atas perhatian dan perkembangan dalam melaksanakan pemberian bantuan makanan tambahan berupa nutrisi biskuit untuk 90 hari ke depan.

Dirinya mengungkapkan pemberian ini diberikan kepada 270 ibu hamil kurang energi kronis yang dilakukan dalam rangka penuntasan stunting di Kota Tasikmalaya dan diharapkan tidak ada lagi baik stunting sehingga tahun 2023 Kota Tasikmalaya nol zero stanting.

“Komitmen Pemerintah dalam mewujudkan manusia yang berkualitas Sehat cerdas dan produktif serta untuk mewujudkan tujuan pembangunan yang berkelanjutan maka diperlukan program percepatan penurunan stunting,” ujar Sekda Kota Tasikmalaya Ivan diksan Hasanuddin.

Dikatakannya efektivitas program penurunan stunting perlu didukung oleh program yang dilaksanakan secara holistik dan terintegrasi serta berkualitas melalui sinergitas dan sinkronisasi antara sektor terkait mengingat pengaruhnya terhadap pembangunan kualitas sdm derajat kesehatan sangat signifikan ujar Ivan.

Sementara itu anggota DPR RI Komisi IX Hj. Nurhayati mengatakan anak stunting merupakan anak kekurangan gizi dalam jangka waktu lama menurutnya bila bayi lahir tinggi dan beratnya kurang normal harus cepat diintervensi apakah asupan nutrisi ibu hamil kurang ataukah tidak mengerti tentang nutrisi karena ASI memerlukan asupan nutrisi yang cukup.

“Kalau asupan gizi atau nutrisi ibu bayi baik maka kualitas asinya juga akan baik biasanya resiko stunting pada anak akan bisa diatasi maka intervensi langsung sangat penting,” ujar Nurhayati.

Stunting ini diakibatkan oleh dua hal sensitif dan spesifik kalau sensitif itu dari komunitas dari lingkungan yang tidak sehat tidak ada air bersih sanitasi tidak layak dan lingkungan yang kumuh tidak sehat tidak ada MCK intinya kebersihan ini ke gaya di playstation-nya seperti apa spesifik artinya yang asupan nutrisinya betul-betul kurang dan juga pola asli yang salah jelas Nurhayati.

Menurut Nurhayati untuk menghindari bayi stunting keadaan keluarga ibu hamil harus selalu happy atau harus bahagia karena bahagia bisa membantu untuk menjadi sehat dan pola asuh harus baik.

Perlu diketahui BKKBN meluncurkan beberapa program kegiatan yang diperuntukkan kabupaten dan kota mulai dari pembentukan tim pendamping keluarga yang bertugas mendampingi calon pengantin ibu hamil dan fasilitas program-program lainnya tapi hanya sebatas sosialisasi sedangkan penanganan langsung menjadi tugas kementerian kesehatan.

  • Bagikan