Tokoh Agama: Subsidi BLT Masyarakat Kurang Mampu Sesuai Perintah Fiqih

- Editor

Sabtu, 17 September 2022 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com- Kenaikan harga minyak dunia akibat tekanan ekonomi global mendorong pemerintah untuk melakukan penyesuaian harga BBM agar negara tidak jatuh kedalam resesi dan kebangkrutan.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan, KH. Ahmad Fahrur Rozi mencontohkan negara Venezuela yang mengalami krisis dan bangkrut akibat mempertahankan subsidi diluar dari kemampuannya. Oleh karena itu, ia menyadari bahwa tidak mungkin Indonesia terus terbebani oleh bantuan subsidi yang di luar kemampuan. Sehingga penyesuaian harga BBM dinilai sebagai pilihan terbaik yang diambil pemerintah.

Selain itu, Gus Fahrur juga menilai bahwa pemerintah tidak serta merta melakukan penyesuaian harga BBM, tetapi justru mengalihkan subsidi untuk bansos, BLT dan berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, yang kemaslahatannya dapat dirasakan semua orang.

Gus Fahrur juga mengemukakan pengalihan subsidi pada masyarakat miskin adalah perintah syariah. Ia menjelaskan bahwa dalam zakat, fakir miskin adalah objek utama, termasuk dalam hal subsidi.

Ia menjelaskan bahwa secara fiqih Islam, orang yang boleh dibantu hanya orang-orang kurang mampu. Maka ketika pemerintah mengalihkan subsidi BBM kepada orang tidak mampu demi kemaslahatan, maka sudah sepatutnya langkah pemerintah untuk diberikan dukungan penuh.

Hal senada sebelumnya juga diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Marsudi Syuhud. Ia menjelaskan bahwa sasaran dari penyesuaian harga BBM adalah kemaslahatan dan kebaikan bagi rakyat yang membutuhkan.

Marsudi memandang bahwa suatu kewajiban untuk membangun kemaslahatan bangsa. Maka kebijakan Presiden sebagai pemimpin yang memprioritaskan masyarakat kurang mampu untuk membangun kemaslahatan bangsa, harus diyakini oleh semua pihak sebagai pilihan yang terbaik.

Ia juga mengemukakan bahwa Inti dari ekonomi Pancasila adalah kemaslahatan sehingga kebijakan pemerintah mengalihkan subsidi merupakan tindakan yang tepat, yaitu agar nilai guna subsidi tepat sasaran.

Tokoh agama dari Sumatera Barat, Buya Mas’oed Abidin juga memiliki pandangan serupa. Buya menilai bahwa fungsi APBN seharusnya dapat dialihkan secara langsung kepada masyarakat miskin dan juga berbagai sektor utama seperti sektor Kesehatan dan Pendidikan.

Buya juga menegaskan bahwa subsidi BBM sebaiknya tetap harus di atur penggunaannya agar tertuju pada kelompok masyarakat yang berhak menerima. Sehingga Buya berharap masyarakat mendukung penuh penyesuaian harga BBM subsidi karena hal tersebut tidak bisa dihindari oleh karena faktor global dan terjadi di berbagai negara.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah
Mahasiswa Semester 5 Prodi Manajemen UNIMUGO Laksanakan Field Trip ke Bursa Efek Indonesia di Jakarta
PT AMBPI Perkuat Kedekatan dengan Pelanggan melalui AMazing Build Fest #2 di MARGOCITY
Upstream Youth Champs: Muda Berkarya, Menggerakkan Energi Nusantara
Segel Mencair, Aturan Mengalah: Kompromi Busuk di Balik Pabrik Ilegal PT IKN Banyumas
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Perubahan Diri dalam Lensa IRT

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Membongkar Rahasia Kebaikan Finansial Syariah: 5 Pilar Akad Tabarru’at

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Dari Banyak Program Menuju Kemampuan Mengonversi Realitas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Melawan “Pabrik Kecanduan” di Saku Anak Kita

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Agenda Reforma Agraria di Tengah Badai Korupsi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:47 WIB

Jenderal Suyudi dan Jalan Memulihkan Kepercayaan Polisi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Pancasila, Reformasi, dan IRT: Mencari Kerangka untuk Mengisi Kemerdekaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:16 WIB

BIAS CELIOS DAN KINERJA BAHLIL: Anatomi Metodologis Sebuah Kesimpulan yang Dikemas Sebagai Sains

Berita Terbaru