Siaranindonesia.com, JAKARTA – Seiring dengan semakin beragamnya pilihan kendaraan listrik (electric vehicle/EV), konsumen kini memiliki kesempatan lebih luas untuk menemukan armada yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing.
Mereka tidak hanya mempertimbangkan jarak tempuh dan teknologi baterai, aspek kenyamanan, kepraktisan, fitur keselamatan, hingga desain juga menjadi bagian penting dalam menentukan kendaraan yang tepat.
Bagi sebagian konsumen, kendaraan listrik menjadi pilihan utama untuk mendukung mobilitas perkotaan yang dinamis. Sementara bagi keluarga, fleksibilitas kabin, kenyamanan seluruh penumpang, serta kemudahan penggunaan sehari-hari menjadi pertimbangan utama.
Harry Yanto, VP Operations Kia Sales Indonesia, mengatakan bahwa memilih kendaraan listrik pada akhirnya bukan hanya tentang spesifikasi atau teknologi yang ditawarkan, tetapi juga bagaimana kendaraan tersebut dapat menjadi bagian dari keseharian penggunanya.
“Kami melihat bahwa kebutuhan setiap konsumen semakin beragam, sehingga kenyamanan, kepraktisan, dan kemudahan penggunaan menjadi aspek yang sama pentingnya,” ujarnya Rabu (21/10/2026).
Berikut 08 tips memilih EV sesuai selera dan kebutuhan
1. Sesuaikan Jarak Tempuh dengan Pola Perjalanan
Pertimbangkan jarak perjalanan rutin harian, frekuensi penggunaan kendaraan, hingga kebutuhan perjalanan antarkota. Pilih EV dengan kapasitas baterai dan jarak tempuh yang sesuai dengan pola mobilitas tanpa harus selalu mengutamakan angka tertinggi. Perlu diingat, jarak tempuh aktual dapat dipengaruhi oleh kondisi jalan, kecepatan berkendara, muatan, serta penggunaan pendingin udara (AC).
2. Kenali Karakter Berkendara Melalui Test Drive
Setiap kendaraan listrik memiliki karakter berkendara (driving dynamics) yang berbeda. Karena itu, melakukan test drive menjadi langkah krusial untuk merasakan langsung respons akselerasi, kenyamanan pengereman, serta kemudahan pengendalian dalam berbagai kondisi jalan. Salah satu teknologi yang patut dicoba adalah regenerative braking, yaitu sistem yang memulihkan sebagian energi saat kendaraan melambat untuk disimpan kembali ke dalam baterai.
3. Prioritaskan Kenyamanan dan Fleksibilitas Kabin
Kenyamanan menjadi faktor penting, terutama jika kendaraan akan digunakan untuk aktivitas bersama keluarga. Selain ruang kaki (legroom) dan posisi duduk, perhatikan kemudahan akses ke setiap baris kursi, pengaturan pendingin udara di kabin belakang, hingga fleksibilitas kapasitas bagasi untuk membawa barang bawaan.
4. Pahami Teknologi Keselamatan dan Bantuan Berkendara (ADAS)
Selain fitur keselamatan dasar, pertimbangkan keberadaan advanced driver assistance systems (ADAS), seperti bantuan pengereman darurat, pemantauan area sekitar kendaraan, hingga pengaturan kecepatan adaptif. Penting untuk memahami fungsi dan batasan setiap fitur agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai pendukung keselamatan berkendara, bukan pengganti kewaspadaan pengemudi.
5. Pertimbangkan Kemudahan Pengisian Daya dan Purnajual
Pengalaman memiliki EV sangat dipengaruhi oleh kemudahan infrastruktur pengisian daya dan dukungan layanan purna jual (after-sales). Pastikan fleksibilitas pengisian daya di rumah (home charging), kantor, maupun aksesibilitas ke stasiun pengisian umum (SPKLU). Selain itu, perhatikan masa garansi baterai, ketersediaan jaringan bengkel resmi, serta dukungan teknis untuk ketenangan masa kepemilikan jangka panjang.
6. Perhatikan Total Biaya Kepemilikan (Total Cost of Ownership)
Sebelum memutuskan membeli, hitunglah estimasi total biaya operasional dan kepemilikan. Evaluasi efisiensi biaya listrik harian dibandingkan bahan bakar fosil, tarif pajak kendaraan listrik (PKB), serta perkiraan biaya perawatan berkala. Secara umum, EV memiliki komponen bergerak yang lebih sedikit dibandingkan mobil konvensional, sehingga biaya perawatannya cenderung lebih efisien.
7. Pastikan Ketersediaan Fitur Konektivitas dan Ekosistem Digital
Kendaraan listrik modern umumnya terhubung dengan ekosistem digital dan aplikasi smartphone. Periksa apakah EV pilihan Anda mendukung fitur pemantauan status baterai secara jarak jauh (remote monitoring), pengkondisian suhu kabin sebelum berkendara, serta fungsi vehicle-to-load (V2L) yang memungkinkan mobil dijadikan sumber daya listrik portabel untuk peralatan elektronik saat beraktivitas di luar ruangan.
8. Pilih Desain yang Mencerminkan Karakter dan Gaya Hidup
Di luar aspek teknis, desain menjadi bagian personal dari pertimbangan memilih kendaraan. Mulai dari proporsi bodi, tampilan eksterior, pilihan warna, hingga tata ruang interior, setiap elemen memengaruhi kepuasan pengguna. Memilih kendaraan dengan desain yang sesuai selera menjadi poin penting, selama tetap sejalan dengan fungsi dan kebutuhan harian.
























