Arah Baru Syarikat Islam: Dari Penguatan Fondasi ke Akselerasi Eksekusi

- Editor

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ferry menegaskan akan melanjutkan program pemberdayaan ekonomi umat. - Foto Ilustrasi

Ferry menegaskan akan melanjutkan program pemberdayaan ekonomi umat. - Foto Ilustrasi

Siaranindonesia.com, JAKARTA – Ferry Juliantono resmi menjadi nakhoda baru Syarikat Islam, Senin (19/10/2026), menggantikan Hamdan Zoelva. Meski keduanya memiliki komitmen yang sama, strategi dan pendekatan program organisasi tampaknya akan mengalami pergeseran.

Pada Kongres Nasional/Majelis Tahkim Syarikat Islam (SI) ke-42, bertajuk Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati, Ferry Juliantono resmi terpilih sebagai Presiden Lajnah Tanfidziyah Pimpinan Pusat Syarikat Islam periode 2026–2031.

Ferry ditetapkan secara aklamasi dalam sidang pleno kongres yang berlangsung di Wisma Haji Surabaya. Ia menggantikan pendahulunya, Hamdan Zoelva, yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro SI setelah memimpin SI selama 2 periode (10 tahun).

Meskipun keduanya memiliki komitmen yang sejalan dalam mengembalikan Syarikat Islam ke akar sejarahnya—yaitu dakwah ekonomi seperti saat era Sarekat Dagang Islam (SDI)—terdapat pergeseran fokus strategi dan pendekatan program antara kepemimpinan Ferry Juliantono dan Hamdan Zoelva.

Hamdan Zoelva, ahli hukum tata negara yang pernah menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia periode 2013–2015, telah mengembalikan fokus SI dari politik praktis menuju gerakan dakwah ekonomi, pendidikan, dan advokasi keumatan, dengan hukum, lembaga keuangan, dan edukasi sebagai instrumen dan strategi gerakan.

“Perlawanan dimulai dari gerakan memperbaiki ekonomi rakyat,” kata Hamdan dalam pidato Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam (SI) resmi dibuka di Gedung Jatim Expo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026).

Dalam pernyataannya seusai terpilih, Ferry menegaskan akan melanjutkan program pemberdayaan ekonomi umat. Kepemimpinan SI dalam 5 tahun mendatang akan diarahkan untuk memperkuat dakwah ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Kami akan aktifkan seluruh cabang untuk membebaskan masyarakat dari jeratan pinjaman ilegal, memberikan bantuan pangan, serta menyelesaikan masalah warga yang miskin,” kata Ferry.

Dalam hal ini, penanganan masalah pinjaman online (pinjol) ilegal dan lintah darat sebagai prioritas dakwah ekonomi langsung di tingkat cabang daerah adalah elemen perubahan penting pertama.

Penguatan koperasi dan lembaga keuangan keumatan menjadi elemen kedua perubahan. Ferry akan mengakselerasi peran koperasi, zakat, wakaf, serta perluasan akses permodalan bagi wirausaha muslim berbasis komunitas.

Sebagai Menkop, Ferry juga menyatakan akan berupaya menyinergikan agenda prioritas SI dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang menjadi salah satu instrumen pemerataan ekonomi masyarakat.

Elemen penting berikutnya adalah kemitraan lintas ormas Islam, seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, dalam pembentukan ekosistem ekonomi Islam nasional yang inklusif.

Menurutnya, kolaborasi itu dapat mengubah praktik dan sistem ekonomi nasional dari yang liberal-kapitalistik menjadi lebih sesuai dengan ekonomi konstitusi.

Perbandingan Visi & Pendekatan Kepemimpinan

Dimensi Kepemimpinan Hamdan Zoelva (2015–2026) Kepemimpinan Ferry Juliantono (2026–2031)
Fokus Utama Visi Khitthah Dakwah Ekonomi & Konsolidasi Kelembagaan

Mengembalikan fokus SI dari politik praktis menuju gerakan dakwah ekonomi, pendidikan, dan advokasi keumatan.

 

 

Akselerasi Dakwah Ekonomi Eksekutif & Penguatan Koperasi

Mendorong implementasi ekonomi riil yang terkoneksi langsung dengan jaringan kebijakan pemerintah dan pemberdayaan berbasis basis desa/kelurahan.

Instrumen & Strategi Gerakan Advokasi Hukum, Lembaga Keuangan, & Edukasi Menekankan supremasi hukum, pembenahan tata kelola organisasi internal, advokasi regulasi syariah, serta pendirian lembaga keuangan keumatan. Koperasi, Digitalisasi, & Akses Permodalan Umat Berfokus pada penguatan koperasi syariah, modernisasi/digitalisasi unit usaha, pengentasan pinjol ilegal/lintah darat melalui jaringan cabang daerah.

 

Keterkaitan Sektor & Kebijakan      Independensi & Advokasi Kebijakan Publik

Menjaga posisi independen organisasi sambil mengawal kebijakan hukum dan ekonomi nasional agar berpihak pada keadilan bagi umat.

Sinergi Kebijakan & Penguatan Ekonomi Mikro-Pedesaan

Memanfaatkan kapabilitas teknis (sebagai Menkop) untuk mengintegrasikan program gerakan SI dengan jaringan Koperasi Desa/Kelurahan.

 

 

Ia menekankan bahwa konsep hadirnya SI ini bukan sekadar mengurus perdagangan, melainkan pemaknaan ulang tentang keadilan, keberkahan, dan solidaritas dalam menghadapi kapitalisme kolonial.

“Dengan kata lain, SI memperkenalkan logika baru yaitu ekonomi sebagai wahana dakwah sekaligus instrumen nasionalisme.”

Ia mengakui kepemimpinan SI ke depan memiliki tantangan tersendiri. Namun, ia optimistis berbagai program organisasi dapat dijalankan dengan dukungan kader dan anggota di seluruh Indonesia.

Ferry telah menetapkan pergeseran ke arah eksekusi program ekonomi riil—dengan penekanan kuat pada koperasi, digitalisasi, dan integrasi pemberdayaan masyarakat bawah, setelah Hamdan Zoelva membangun pondasi struktural, pemikiran hukum, dan penataan arah organisasi dalam khitthah dakwah ekonomi.

Syarikat Islam (SI) adalah organisasi kemasyarakatan (ormas) tertua di Indonesia yang didirikan pada 16 Oktober 1905. Organisasi ini lahir sebagai wadah perjuangan ekonomi para pedagang batik pribumi melawan monopoli pedagang asing.

Saat ini, Syarikat Islam terus eksis sebagai ormas keagamaan yang fokus pada penguatan ekonomi umat (khittah ekonomi), dakwah Islam kontemporer, pendidikan, serta pemberdayaan sosial guna mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan mandiri secara ekonomi berlandaskan nilai-nilai luhur Islam.

(*)

Komentar Facebook

Berita Terkait

PB HMI Minta Kepala Bappisus Investigasi Khusus Karhutla di Indonesia
Ulang Tahun Presiden Prabowo Berebut Kue dengan Seorang Balita
Taruna Ikrar Beri Diskresi Khusus Koperasi Merah Putih, BPOM Perluas Akses Obat Aman hingga Pelosok Desa
Kemenhut Koreksi KHDPK di Blok Cisadon, Dugaan Maladministrasi Perlu Diusut
Reformasi Hukum Prabowo-Gibran: Perkuat Keadilan dan Supremasi Hukum
Mustika Ratu Perkuat Transformasi Bisnis, Dua Direksi Raih Penghargaan  CEO dan CFO Award 2026
Prodi Hukum Universitas Muhammadiyah Gombong Jadi Tuan Rumah KLB FMHPTMAI 2026
Saiful Chaniago Dukung Penuh Kapolri Larang Peredaran Vape: Demi Selamatkan Generasi Bangsa dari Bahaya Narkoba Terselubung

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:25 WIB

SMK Terpadu Al-Ikhwan Tasikmalaya Gelar Workshop Daya Juang dan Spirit Ruh Mudarris Bersama Konsultan Sekolah Alumni Gontor

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:15 WIB

SMP Islam Al-Alaq Hadirkan Konsultan PRIMAGEN Tes Minat Bakat Di Character Building Camp 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Merawat Harapan dan Senyum Anak-Anak Manggarai di Tengah Masa Pemulihan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Terpadu Al Ikhwan Tasikmalaya Gandeng PRIMAGO Consulting dalam Pengembangan Sekolah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:44 WIB

Mustika Ratu Perkuat Transformasi Bisnis, Dua Direksi Raih Penghargaan  CEO dan CFO Award 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Ekonom Minta Kebijakan Sertifikasi Halal Ditunda, Soroti Kesiapan Pelaku Usaha dan Risiko Ekonomi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:08 WIB

SMP Mumtaza Islamic School Gelar Fieldtrip 2026 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:25 WIB

PRIMAGEN kenalkan Tes Minat Bakat di Event Pramono SPEKIX 2026 di JCC Senayan Jakarta, Dorong Anak Disabilitas Mapping Talent Mapping Sejak Dini

Berita Terbaru

Muhammad Ridal (Direktur Milenial Institute)

Opini

Melawan “Pabrik Kecanduan” di Saku Anak Kita

Selasa, 20 Okt 2026 - 15:31 WIB