Taruna Ikrar: Pemimpin Masa Depan Polri Harus Mampu Memahami Manusia dan Menguasai Diri

- Editor

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, SiaranIndonesia.com–  Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., menekankan pentingnya kemampuan memahami manusia dan mengendalikan diri bagi pemimpin masa depan Polri.

Pesan tersebut disampaikan Taruna Ikrar saat memberikan materi mengenai neuroleadership atau kepemimpinan berbasis neurosains kepada peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-36 Tahun 2026 di Lembang, Bandung, Kamis (27/8/2026).

Menurut Taruna, kepemimpinan di lingkungan Polri tidak cukup hanya mengandalkan kewenangan, pangkat, maupun kemampuan memberikan instruksi. Seorang pemimpin dituntut memiliki kemampuan mengelola diri, mengendalikan emosi, memahami karakter manusia, serta mengambil keputusan secara tepat dalam situasi penuh tekanan.
“Seorang pemimpin masa depan tidak boleh cuma mengandalkan kewenangan atau pangkat. Anda harus mampu menguasai diri sendiri, mengelola tekanan, dan memahami manusia secara mendalam,” tegas Taruna.

Ia menjelaskan, pemahaman terhadap cara kerja otak manusia dapat menjadi salah satu fondasi dalam membangun kepemimpinan yang lebih adaptif. Pendekatan neurosains, kata dia, membantu pemimpin memahami bagaimana seseorang berpikir, merespons tekanan, mengendalikan emosi, serta mengambil keputusan.
Kemampuan tersebut dinilai semakin penting karena tantangan yang dihadapi aparat penegak hukum terus berkembang. Perubahan teknologi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), bioteknologi, hingga dinamika geopolitik menghadirkan lingkungan strategis yang semakin kompleks.

Karena itu, calon pemimpin Polri perlu memiliki kemampuan berpikir strategis sekaligus kemampuan membaca risiko. Pemimpin tidak hanya dituntut cepat mengambil keputusan, tetapi juga mampu mempertimbangkan dampak keputusan terhadap masyarakat.
Taruna juga mengingatkan bahwa kepemimpinan modern membutuhkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, pengendalian diri, integritas, dan kemampuan membangun hubungan dengan manusia.

Dalam konteks tugas kepolisian, kemampuan memahami manusia menjadi semakin penting karena polisi berhadapan langsung dengan masyarakat dalam berbagai situasi, mulai dari pelayanan publik, penanganan konflik, hingga kondisi krisis.
Selain berbicara mengenai kepemimpinan, Taruna turut menyoroti ancaman peredaran obat keras ilegal di Indonesia. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan sinergi yang kuat antara BPOM dan aparat penegak hukum, khususnya Polri.
“Sinergi BPOM dan Polri menjadi kunci utama untuk memutus rantai kejahatan obat ilegal. Kita harus melindungi masyarakat sekaligus menciptakan ekosistem usaha yang sehat,” ujarnya.

Taruna menilai kolaborasi lintas lembaga merupakan bagian penting dari kepemimpinan modern. Kompleksitas persoalan publik tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja, sehingga diperlukan koordinasi, pertukaran informasi, serta kesamaan tujuan.
Dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045, ia mendorong calon pemimpin Polri untuk terus mengembangkan kapasitas keilmuan dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

Pemimpin masa depan, menurut Taruna, harus mampu menggabungkan kewenangan dengan kebijaksanaan. Pangkat dan jabatan merupakan instrumen kepemimpinan, tetapi kepercayaan masyarakat dibangun melalui integritas, keteladanan, kemampuan memahami manusia, dan kualitas keputusan.

Kehadiran Taruna Ikrar di Sespimti Polri menjadi bagian dari penguatan perspektif keilmuan bagi calon pimpinan Polri. Pendekatan neurosains diharapkan dapat memperkaya cara pandang peserta dalam menjalankan kepemimpinan di tengah perubahan lingkungan strategis yang semakin cepat.
Dengan demikian, kepemimpinan Polri ke depan diharapkan tidak hanya kuat dalam penegakan hukum, tetapi juga semakin humanis, adaptif, berbasis pengetahuan, serta mampu mengelola tekanan dan kompleksitas persoalan masyarakat.

Komentar Facebook

Berita Terkait

UIII Cetak Sejarah, 34 Doktor Pertama Lulus dari 22 Negara
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Sukses Gelar Reuni Akbar Alumni 2026 di Pesona Square Mall Depok
Gus Salam Denanyar Menguat sebagai Poros Alternatif Ketua Umum PBNU, Usung Rekonsiliasi dan Marwah Organisasi
Menhut Raja Antoni Andalkan Hujan untuk Padamkan Karhutla: Ada Bibit Hujan, Kita Gelar OMC
Rais Syuriyah PWNU Gorontalo Mundur, Singgung Politik dan Perebutan Jabatan Jelang Muktamar
Anggota DPRD Kaltim Disorot, Disiplin dan Kinerja Dipertanyakan
Ketua PWRI Kebumen: Jangan Terprovokasi Hoaks yang Mengiringi Aksi 27 Agustus di Gedung DPR RI
Menhut Raja Antoni ke Kalbar atas Arahan Prabowo: Pastikan Perintah Presiden Berjalan

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Taruna Ikrar: Pemimpin Masa Depan Polri Harus Mampu Memahami Manusia dan Menguasai Diri

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:19 WIB

UIII Cetak Sejarah, 34 Doktor Pertama Lulus dari 22 Negara

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Sukses Gelar Reuni Akbar Alumni 2026 di Pesona Square Mall Depok

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Menhut Raja Antoni Andalkan Hujan untuk Padamkan Karhutla: Ada Bibit Hujan, Kita Gelar OMC

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Rais Syuriyah PWNU Gorontalo Mundur, Singgung Politik dan Perebutan Jabatan Jelang Muktamar

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Anggota DPRD Kaltim Disorot, Disiplin dan Kinerja Dipertanyakan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:28 WIB

Ketua PWRI Kebumen: Jangan Terprovokasi Hoaks yang Mengiringi Aksi 27 Agustus di Gedung DPR RI

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Menhut Raja Antoni ke Kalbar atas Arahan Prabowo: Pastikan Perintah Presiden Berjalan

Berita Terbaru

Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) meluluskan 34 doktor untuk pertama kalinya sejak kampus tersebut berdiri. Mereka menjadi bagian dari 204 lulusan magister dan doktor yang mengikuti wisuda di Gedung Rektorat UIII, Depok, Kamis (27/8/2026).

Nasional

UIII Cetak Sejarah, 34 Doktor Pertama Lulus dari 22 Negara

Kamis, 27 Agu 2026 - 23:19 WIB