Ridwan Hisjam: Jika Golkar Menyimpang, Kosgoro Wajib Mengoreksi

- Editor

Senin, 2 Februari 2026 - 07:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ridwan Hisjam saat memberi sambutan di acara silaturahmi bersama dengan para tokoh dan senior Kosgoro 1957 di Sentul, Bogor, Sabtu 31 Januari 2026.

Ridwan Hisjam saat memberi sambutan di acara silaturahmi bersama dengan para tokoh dan senior Kosgoro 1957 di Sentul, Bogor, Sabtu 31 Januari 2026.

Bogor, Siaran Indonesia – Politisi senior Partai Golkar Ridwan Hisjam menghadiri acara silaturahmi Senior Kosgoro 1957 di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Sabtu, 31 Januari 2026.

Dalam forum yang dihadiri para sesepuh organisasi itu, Ridwan menegaskan kembali posisi historis Kosgoro sebagai salah satu pilar utama lahirnya Partai Golkar.

Ridwan, yang pernah menjabat Ketua Kosgoro 1957 pada 2004, mengingatkan bahwa Kosgoro bukan sekadar organisasi pendukung, melainkan bagian dari fondasi awal kekuatan politik Golkar.

Ia menekankan sejarah berdirinya Kosgoro sebagai organisasi tertua sayap Golkar yang lebih dulu melahirkan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar), sebelum kemudian bertransformasi menjadi Partai Golkar.

“Kosgoro 1957 adalah organisasi tua. Dari Kosgoro inilah lahir Sekber Golkar, dan dari Sekber Golkar kemudian berdiri Partai Golkar. Sejarah ini tidak boleh dilupakan,” kata Ridwan di hadapan para senior.

Ridwan menyampaikan pesan pendiri Kosgoro 1957, Mas Isman, yang menurutnya masih relevan hingga kini. Sebagai organisasi pendiri Golkar, Kosgoro memiliki kewajiban politik untuk mendukung kebijakan Partai Golkar.

“Mas Isman pernah berpesan kepada saya, karena Kosgoro adalah pendiri Golkar, maka Kosgoro harus mendukung kebijakan politik Golkar,” ujar Ridwan.

Namun, Ridwan menegaskan bahwa dukungan tersebut harus berpijak pada kepentingan rakyat. Ia menolak anggapan bahwa kedekatan historis membuat Kosgoro kehilangan daya kritis terhadap partai yang dilahirkannya.

“Kalau Golkar menyimpang, tidak membela kepentingan rakyat dan suara rakyat, maka Kosgoro justru wajib mengingatkan, bahkan mengoreksi kepengurusan Partai Golkar,” tegasnya.

Menurut Ridwan, keberanian mengoreksi merupakan bentuk kesetiaan ideologis Kosgoro terhadap nilai-nilai perjuangan awalnya, bukan sikap pembangkangan.

Ia menilai Kosgoro harus tetap menjadi kekuatan moral yang menjaga Golkar agar tidak tercerabut dari akar kerakyatannya.

Silaturahmi Senior Kosgoro 1957 itu menjadi ruang refleksi sejarah dan konsolidasi gagasan, di tengah dinamika politik nasional yang terus berubah.

Ridwan berharap Kosgoro tetap memainkan peran strategis sebagai penjaga ingatan sejarah sekaligus suara kritis di tubuh Partai Golkar.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah
Mahasiswa Semester 5 Prodi Manajemen UNIMUGO Laksanakan Field Trip ke Bursa Efek Indonesia di Jakarta
PT AMBPI Perkuat Kedekatan dengan Pelanggan melalui AMazing Build Fest #2 di MARGOCITY
Upstream Youth Champs: Muda Berkarya, Menggerakkan Energi Nusantara
Segel Mencair, Aturan Mengalah: Kompromi Busuk di Balik Pabrik Ilegal PT IKN Banyumas
Oknum Penyidik Polres Jakpus Diduga Kriminalisasi Korban Pencurian, Terungkap di Persidangan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Konsolidasi Tetapkan Pengurus FORSEPSI Periode 2026–2027

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:26 WIB

PT Pegadaian Salurkan Bantuan Material Bangunan Rp50 Juta untuk Korban Kebakaran di Kramat, Jakarta Pusat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Menjaga Halal, Menumbuhkan Usaha: Mendorong Pentahapan Regulasi Sertifikasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:10 WIB

Ancaman Downgrade MSCI: Pasar Saham Indonesia Diusulkan Jadi Standalone Market

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Ekonom Minta Kebijakan Sertifikasi Halal Ditunda, Soroti Kesiapan Pelaku Usaha dan Risiko Ekonomi

Kamis, 24 September 2026 - 20:40 WIB

Kunci Sukses AKTI: Bertahan di Tengah Badai Vokasi Berkat Sinergi Industri

Sabtu, 19 September 2026 - 17:55 WIB

Muhammad Faris Ulul Azmi: Konsisten Membuka Akses Edukasi Saham Gratis bagi Investor Pemula

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:50 WIB

DTI Series 2026 Jadi Pusat Inovasi Digital, Hadirkan 260 Pembicara dan 450 Solusi Teknologi

Berita Terbaru