Blitar, Siaran Indonesia – Anggota MPR RI M. Sarmuji menyampaikan perlunya memperkuat kemandirian pangan. Hal ini ia utarakan saat menjawab pertanyaan peserta Sosialisasi Empat Pilar yang berlangsung di Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar pada Sabtu 11 Mei 2024.
“Memang resesi saat ini sudah banyak dialami berbagai negara, salah satunya Amerika Serikat yang saat ini mulai masuk jurang resesi. Tentunya hal ini memang perlu diantisipasi oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia. Bisa saja akan ada dampak yang dirasakan disini,” terang Sekjen Partai Golkar ini.
Cak Sar menyampaikan bahwa dampak resesi ini akan dirasakan secara langsung oleh para pelaku ekspor impor.
“Terganggunya proses eksport import yang menjadi penyebab terjadinya resesi saat ini. Oleh karenanya, yang banyak terdampak atas situasi ini adalah para pelaku usaha lintas negara. Mereka yang merasakan dampak secara langsung dari kondisi ini,” paparnya.
Lebih lanjut Cak Sar mengingatkan ada dua potensi dampak resesi yang akan dirasakan masyarakat.
“Pertama, karena adanya kekurangan bahan baku bisa jadi akan terjadi peningkatan pemutusan hubungan kerja. Tentunya berakibat naiknya jumlah pengangguran di Indonesia. Kedua, adanya inflasi pada bahan pangan, sehingga dimungkinkan harga kebutuhan pokok masyarakat juga akan naik,” jelasnya lebih lanjut.
Untuk mengatasi hal tersebut, Cak Sar menyarankan agar masyarakat memperkuat kemandirian pangan.
“Untuk kita yang di desa, masih banyak lahan kosong. Mari kita manfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan. Sehingga kita bisa mengurangi dampak kenaikan harga pangan, karena masyarakat sudah menanam sendiri kebutuhan pangan sehari hari. Saya meyakini masyarakat di pedesaan akan memiliki daya tahan yang lebih baik dalam menghadapi resesi yang ada,” pungkasnya. (Al)























