Sosialisasi Empat Pilar, Sarmuji Beri Solusi Atasi Resesi di Masyarakat

- Editor

Sabtu, 11 Mei 2024 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blitar, Siaran Indonesia – Anggota MPR RI M. Sarmuji menyampaikan perlunya memperkuat kemandirian pangan. Hal ini ia utarakan saat menjawab pertanyaan peserta Sosialisasi Empat Pilar yang berlangsung di Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar pada Sabtu 11 Mei 2024.

“Memang resesi saat ini sudah banyak dialami berbagai negara, salah satunya Amerika Serikat yang saat ini mulai masuk jurang resesi. Tentunya hal ini memang perlu diantisipasi oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia. Bisa saja akan ada dampak yang dirasakan disini,” terang Sekjen Partai Golkar ini.

Cak Sar menyampaikan bahwa dampak resesi ini akan dirasakan secara langsung oleh para pelaku ekspor impor.

“Terganggunya proses eksport import yang menjadi penyebab terjadinya resesi saat ini. Oleh karenanya, yang banyak terdampak atas situasi ini adalah para pelaku usaha lintas negara. Mereka yang merasakan dampak secara langsung dari kondisi ini,” paparnya.

Lebih lanjut Cak Sar mengingatkan ada dua potensi dampak resesi yang akan dirasakan masyarakat.

“Pertama, karena adanya kekurangan bahan baku bisa jadi akan terjadi peningkatan pemutusan hubungan kerja. Tentunya berakibat naiknya jumlah pengangguran di Indonesia. Kedua, adanya inflasi pada bahan pangan, sehingga dimungkinkan harga kebutuhan pokok masyarakat juga akan naik,” jelasnya lebih lanjut.

Untuk mengatasi hal tersebut, Cak Sar menyarankan agar masyarakat memperkuat kemandirian pangan.

“Untuk kita yang di desa, masih banyak lahan kosong. Mari kita manfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan. Sehingga kita bisa mengurangi dampak kenaikan harga pangan, karena masyarakat sudah menanam sendiri kebutuhan pangan sehari hari. Saya meyakini masyarakat di pedesaan akan memiliki daya tahan yang lebih baik dalam menghadapi resesi yang ada,” pungkasnya. (Al)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Anggota DPRD Kaltim Disorot, Disiplin dan Kinerja Dipertanyakan
Ketua PWRI Kebumen: Jangan Terprovokasi Hoaks yang Mengiringi Aksi 27 Agustus di Gedung DPR RI
Menhut Raja Antoni ke Kalbar atas Arahan Prabowo: Pastikan Perintah Presiden Berjalan
Menhut Raja Antoni BKO-kan 5.000 ASN Kehutanan ke 6 Provinsi Prioritas Tangani Karhutla
Menhut Raja Antoni Mendadak Rapatkan Jajaran Kemenhut di Tengah Penanganan Karhutla Kalsel
Menhut Raja Antoni Turun ke Lokasi Karhutla Kalsel, Operasi Pemadaman Diperkuat
Sukses Gelar Jamnas XII, Kepala Buperta Budy Sugandi Tegaskan Peran sebagai Ruang Pembelajaran Generasi Muda
Stop Operasi Penindakan, Kendaraan Kedaluwarsa KIR Diduga Berkeliaran di Jalan

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Anggota DPRD Kaltim Disorot, Disiplin dan Kinerja Dipertanyakan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:28 WIB

Ketua PWRI Kebumen: Jangan Terprovokasi Hoaks yang Mengiringi Aksi 27 Agustus di Gedung DPR RI

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Menhut Raja Antoni ke Kalbar atas Arahan Prabowo: Pastikan Perintah Presiden Berjalan

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Menhut Raja Antoni BKO-kan 5.000 ASN Kehutanan ke 6 Provinsi Prioritas Tangani Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Menhut Raja Antoni Turun ke Lokasi Karhutla Kalsel, Operasi Pemadaman Diperkuat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:03 WIB

Sukses Gelar Jamnas XII, Kepala Buperta Budy Sugandi Tegaskan Peran sebagai Ruang Pembelajaran Generasi Muda

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:57 WIB

Stop Operasi Penindakan, Kendaraan Kedaluwarsa KIR Diduga Berkeliaran di Jalan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:47 WIB

Dari Sapaan hingga Solusi, Rohmat Rospari Bicara tentang Wajah ASN yang Melayani

Berita Terbaru

Nasional

Anggota DPRD Kaltim Disorot, Disiplin dan Kinerja Dipertanyakan

Selasa, 25 Agu 2026 - 16:15 WIB