Menikmati Manisnya Tape Ketan Kuningan Daun Jambu

- Editor

Kamis, 3 Februari 2022 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com– Indonesia memiliki banyak ragam kue khas berbungkus daun. Ada yang berbungkus daun pisang, berbungkus daun jagung, dan ada pula kue yang berbungkus daun Jambu.

Seperti hal nya kue  tape ketan di Kuningan Jawa Barat yang kemasannya dibungkus  daun jambu. Awalh tape ketan hanya ada buat perayaan hari raya  aja.

Tapi seiring berkembangnya zaman Hidangan tape ketan malah menjadi makanan khas dari Kuningan, dalam sehari beras ketan yang dipakai bisa sampai empat kuintal loh.

Makanya proses cuci beras ketannya menggunakan mesin dan dicuci sebanyak empat kali, terakhir dicuci pakai tangan ya. Nyucinya sambil di  kucek-kucek gitu.

Proses selanjutnya beras ditiriskan kemudian lanjut dikukus paki kayu bakar selama 30 menit, nah sambil nunggu bikin dulu deh  tuh warna alminya yang diambil dari ekstrak daun katuk.

Jenis daun yang satu ini banyak banget loh manfaatnya apalagi untuk ibu menyusui, terus ekstrak  yan ada langsung dicampur ke beras ketan.

Aduk yang rata ya, nah kemudian beras ketannya dikukus lagi  selama 30 menit, proses campur ragi ini  yang penting nih.

Kuncinya pastiin dulu beras ketannya Udah dingin supaya proses fermentasi bisa berhasil, cari nasi raginya kayak gini nih.

Ditaburin merata terus dibungkus yaitu pakai daun jambu, tenang saja  daun jambu ya sudah dicuci bersih dan dikukus dulu kok jadi amanbuat pengemasan dan dijamin gak bakalan tuh berjamur.

Ngak cuman itu, daun jambu juga  bisa melindungi jantung dari radikal bebas serta penurun tekanan darah dan penurunan kolesterol jahat.

Dan terakhir nih kalau tape ketan sudah dibungkus diamkan dulu selam 3 hari dan jangan dimasukkan ke kulkas, supaya fermentasinya berhasil.

Oh ya tape ketan ini bisa bertahan selama 15 hari loh, dan 2 bulan untuk tape ketan yang dimasukkan ke dalam kulkas.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Pengawasan Ketahanan Pangan, Dewa Agung Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Tinjau Gudang BULOG Sempidi di Bali, Pastikan Stok Beras Aman
Fani Foundation Buka Kesempatan untuk Warga Ciamis Banjar Pangandaran: Perkuat Komitmen Cetak Generasi Muda Berprestasi dan Pemimpin Masa Depan
Polres Kebumen Amankan 76 Ribu Obat Keras Ilegal dalam Operasi 90 Menit, Sasar Pelajar
Kasus Jalan Halmahera Selatan Meledak, Gubernur Malut Digugat Badan Arbitrase Nasional Indonesia
Langkah Cepat Prabowo Pasca Tragedi Kereta di Bekasi: Santuni Korban, Dorong Reformasi Keselamatan
Pelayanan Samsat Jakarta Timur Makin Prima, Warga Apresiasi Kemudahan dan Kecepatan
Santri Mengabdi: Istilah “Mubah” Lebih Tepat untuk Domino daripada “Halal”
Penertiban Parkir Liar Lebak Bulus Diperkuat, Wagub Rano Karno Turun Tangan

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 17:14 WIB

Buku Panduan Cara Unik Promosi Sekolah Karya Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Rabu, 29 April 2026 - 17:10 WIB

Best Seller Buku Panduan Masuk Pondok Modern Darussalam Gontor

Rabu, 29 April 2026 - 09:58 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Bangun Ekosistem Transaksi Cashless dan Digitalisasi Program Pesantren

Selasa, 28 April 2026 - 07:59 WIB

SPMB 2026–2027 RESMI DIBUKA! Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago (Akreditasi B)

Sabtu, 25 April 2026 - 10:36 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Mengikuti Festival Hari Bumi 2026 Bersama 55 Santri dan Guru

Jumat, 17 April 2026 - 11:14 WIB

Tim Voli Ball Putri MTS As’adiyah No 34 Doping Raih Juara 1 di Ajang Kompetisi Seni, Ilmiah, Olahraga dan Keagamaan (Aksioka) Tahun 2026

Jumat, 17 April 2026 - 11:10 WIB

Pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Silaturrahmi Nasional Ormas Islam dan Halal bi Halal Idul Fitri 1447 H MUI

Selasa, 14 April 2026 - 20:41 WIB

Bimbel Primago Bimbel Masuk Pesantren Gontor Terbaik & No 1 di Indonesia

Berita Terbaru