Pentingnya Pemimpin Memperhatikan Kepentingan Rakyat dan Mewujudkan Kesejahteraan

- Editor

Senin, 21 Oktober 2024 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta – Dalam menjalankan tugasnya, pemimpin memiliki tanggung jawab besar untuk memperhatikan kepentingan rakyat. Hal ini bukan sekadar retorika, melainkan sebuah kaidah fundamental dalam prinsip kepemimpinan yang sering kali diabaikan.

Ketua Umum Masyarakat Pesantren KH. Hafidz Taftazani mengapresiasi pidato Presiden Prabowo yang akan memikirkan kepentingan rakyat dalam masa kepemimpinannya sebagaimana disampaikan dalam pidatonya.

KH. Hafidz Taftazani menjelaskan bahwa pidato Presiden Prabowo sesuai dengan kaidah fiqhiyyah yang relevan dalam konteks ini adalah *تصرف الراعي على الرعية منوط بالمصلحة* (Tasharruf al-ra’i ‘ala al-ra’iyah ma’nut bil-maslahah), yang artinya “Perbuatan pemimpin terhadap yang dipimpin harus berdasarkan kepada kepentingan masyarakat.”

“Ini menunjukkan bahwa setiap tindakan dan keputusan yang diambil oleh pemimpin harus selalu mengedepankan maslahat rakyat,” ujar KH. Hafidz dalam keterangan kepada media, Senin (20/10/2024).

Lebih lanjut, KH. Hafidz menuturkan bahwa dalam pidato yang disampaikan, penekanan terhadap pentingnya pemimpin yang berpihak pada rakyat menjadi semakin relevan.

“Di tengah situasi di mana banyak pemimpin terjebak dalam praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, yang seharusnya menjadi pengelola kepentingan publik malah lebih fokus untuk memperkaya diri sendiri. Ini merupakan pengkhianatan terhadap amanah yang telah diberikan oleh rakyat,”ujar Pria Lulusan Ummul Quro, Arab Saudi.

Ketidakpuasan masyarakat sering kali muncul karena mereka merasa pemimpin tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Sebaliknya, biaya negara yang seharusnya dialokasikan untuk program-program kesejahteraan sering kali disalahgunakan. Hal ini mengakibatkan kesenjangan sosial yang semakin melebar, dan menciptakan ketidakadilan di berbagai sektor.

“Kepemimpinan yang baik tidak hanya terlihat dalam retorika, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Seruan ini tidak hanya berlaku untuk kepala negara, tetapi juga untuk wakilnya, menteri, anggota DPR, serta pejabat di semua tingkatan hingga kepala desa. Setiap level kepemimpinan harus mampu mengimplementasikan kebijakan yang mengedepankan kepentingan rakyat,” terang Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum-Darul Quro Cilacap, .

Salah satu contohnya adalah undang-undang pesantren yang telah disetujui oleh DPR dan pemerintah. Namun, di tingkat kabupaten, banyak yang belum menerapkan peraturan daerah terkait hal ini. Akibatnya, pesantren tidak mendapatkan dukungan yang memadai, dan kesejahteraan santri menjadi terabaikan. Ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kebijakan di tingkat pusat dan implementasinya di lapangan.

“Pesantren berperan penting dalam membentuk karakter generasi muda dan mengajarkan nilai-nilai agama. Namun, saat ini, banyak masyarakat yang merasa terpaksa membiayai pendidikan santri mereka sendiri, tanpa adanya dukungan dari pemerintah. Hal ini menciptakan kesenjangan dalam akses pendidikan yang berkualitas,” sambungnya.

Jika masyarakat lebih memilih pendidikan di pesantren, generasi muda akan terhindar dari perilaku negatif seperti tawuran, perjudian, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan bebas. Pendidikan yang berbasis pada akhlak dan moral dapat menjadi solusi untuk menghadapi masalah sosial yang semakin kompleks.

“Oleh karena itu, dukungan pemerintah dalam bentuk kebijakan yang konkret sangatlah penting, terangnya.

Doa dan harapan masyarakat Indonesia selalu dipanjatkan untuk pemimpin yang baik. Harapan tersebut meliputi pengalokasian anggaran yang tepat sasaran untuk program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk pesantren.

“Pembiayaan yang bersifat bottom-up harus menjadi fokus, sehingga semua pesantren, baik yang besar maupun kecil, mendapatkan perhatian yang sama,” ujarnya.

Dengan demikian, jika pemimpin dapat menjalankan amanahnya dengan baik, mengedepankan kepentingan rakyat, dan menerapkan kebijakan yang berbasis pada maslahat, maka visi baldatun toyibatun warobbun gofur, yaitu negara yang baik dan penuh berkah, dapat tercapai.

“Pemimpin diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pendidikan, terutama pendidikan agama, sehingga generasi muda kita dapat tumbuh menjadi individu yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab terhadap masyarakat,” pungkasnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

FGMI Menyayangkan Pernyataan Bupati Lebak yang Menyinggung Wakilnya
Ini Dia Aksi GASSD1 Pada Ramadhan 2026
Efek Buka Bersama Saat Ramadhan 1447 H, Masyarakat Peduli Baca Tulis Qur’an Kuatkan Tekad Berantas Buta Huruf Qur’an di Kota Depok
Penuh Kebersamaan dan Kekeluargaan, Relawan GASSD1 Lebaran ke Wali Kota Depok, Supian Suri
MA Daarul Mu’minin As’adiyah sebagai Madrasah terbaik, Berkualitas, Unggul dan Berkarakter di Kabupaten Wajo
Pondok Pesantren Daarul Mu’minin As’adiyah Doping Gandeng Konsultan Pendidikan Primago Consulting Untuk Kembangkan Program Lembaga
Viral, Truk Kontainer Dikawal Oknum TNI Terobos Larangan Mudik Dikeluarkan dari Tol Jakarta Cikampek
Momentum Buka Puasa Bersama 2026, Satu Meja, Satu Visi, Satu Persepsi Wujudkan Cahaya Kebersamaan Masyayikh Primago

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 20:43 WIB

FGMI Menyayangkan Pernyataan Bupati Lebak yang Menyinggung Wakilnya

Minggu, 29 Maret 2026 - 22:30 WIB

Ini Dia Aksi GASSD1 Pada Ramadhan 2026

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:39 WIB

Efek Buka Bersama Saat Ramadhan 1447 H, Masyarakat Peduli Baca Tulis Qur’an Kuatkan Tekad Berantas Buta Huruf Qur’an di Kota Depok

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:18 WIB

MA Daarul Mu’minin As’adiyah sebagai Madrasah terbaik, Berkualitas, Unggul dan Berkarakter di Kabupaten Wajo

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:05 WIB

Pondok Pesantren Daarul Mu’minin As’adiyah Doping Gandeng Konsultan Pendidikan Primago Consulting Untuk Kembangkan Program Lembaga

Sabtu, 21 Maret 2026 - 00:21 WIB

Viral, Truk Kontainer Dikawal Oknum TNI Terobos Larangan Mudik Dikeluarkan dari Tol Jakarta Cikampek

Kamis, 19 Maret 2026 - 16:42 WIB

Momentum Buka Puasa Bersama 2026, Satu Meja, Satu Visi, Satu Persepsi Wujudkan Cahaya Kebersamaan Masyayikh Primago

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:42 WIB

MAN 1 Kab Bekasi Gandeng Konsultan Pendidikan dalam Memetakan Potensi, Minat dan Bakat serta Jurusan yang tepat bagi Peserta Didik

Berita Terbaru

oplus_32

Headline

Ini Dia Aksi GASSD1 Pada Ramadhan 2026

Minggu, 29 Mar 2026 - 22:30 WIB