Impor Produk Non Halal dari AS Disorot, Kiyai Hafidz Taftazani: Campur Halal dan Haram Jadi Syubhat

- Editor

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta — Rencana pemerintah membuka impor sejumlah produk non halal dari Amerika Serikat kembali menuai sorotan. Selain aspek ekonomi dan perdagangan, isu ini dinilai menyentuh ranah konstitusional karena berkaitan dengan Undang-Undang tentang Jaminan Produk Halal yang berlaku di Indonesia.

Ketua Umum Masyarakat Pesantren KH. Hafidz Taftazani menegaskan bahwa kewajiban pencantuman label halal telah diatur secara jelas dalam undang-undang. Karena itu, menurutnya, pelanggaran terhadap ketentuan tersebut bukan sekadar persoalan administratif, melainkan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap konstitusi.

“Produk halal dengan pemasangan label itu sudah dituangkan dalam undang-undang. Kalau dilanggar, berarti melanggar konstitusi. Ini bukan sekadar teknis perdagangan, tapi menyangkut amanat hukum negara,” ujar Kiyai Hafidz Taftazani dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).

Ia menambahkan, jika produk non halal masuk dalam satu paket perdagangan menyeluruh tanpa pemisahan yang jelas, maka potensi tercampurnya halal dan haram akan menimbulkan syubhat atau keraguan di tengah masyarakat Muslim.

Menurutnya, Ketua Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH) harus proaktif menjalin komunikasi dengan lembaga halal di Amerika Serikat guna meminta daftar rinci produk yang halal dan tidak halal. Langkah ini dinilai penting agar data yang diterima pemerintah akurat dan dapat menjadi dasar pengawasan distribusi di dalam negeri.

“Kalau memang ada tekanan-tekanan dalam kebijakan perdagangan internasional, Ketua BPJH bisa meminta bantuan organisasi-organisasi Islam untuk ikut menyampaikan informasi kepada masyarakat secara pasif, melalui penyiaran yang tepat hingga ke tingkat kelurahan,” kata lukisan Ummul Quro Makkah.

Kiyai Hafidz juga menyoroti fenomena sosial di Indonesia, di mana menurutnya masih banyak umat Islam yang hanya beridentitas secara administratif, tetapi kurang memperhatikan aspek konsumsi halal dalam praktik sehari-hari. “Seruan sering kali hanya didengar sekilas tanpa ada tindakan nyata,” ujarnya.

Mantan bendahara PBNU ini membandingkan dengan respons masyarakat di negara jiran terhadap isu boikot produk yang terafiliasi dengan Israel. Menurutnya, di sana ketika muncul seruan boikot, respons masyarakat cukup cepat, bahkan jaringan seperti KFC disebut langsung ditinggalkan oleh sebagian konsumen bersama sejumlah produk lainnya.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa setiap kebijakan impor tetap mengacu pada regulasi nasional yang berlaku, termasuk kewajiban pelabelan dan pemisahan produk halal dan non halal. Otoritas terkait memastikan perlindungan konsumen tetap menjadi prioritas dalam setiap kesepakatan dagang internasional.

Perdebatan mengenai masuknya produk non halal ini diperkirakan akan terus bergulir, terutama di tengah sensitivitas isu halal di Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:37 WIB

Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Empat Mahasiswi Indonesia di Yordania Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Senior

Senin, 2 Maret 2026 - 20:59 WIB

Situs Iran, IRNA Down

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Berita Terbaru