PBNU Lepas 24 Dai ke Delapan Negara dalam Program NU Worldwide Dakwah

- Editor

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi melepas 24 dai dalam program Nahdlatul Ulama Worldwide Dakwah untuk bertugas di delapan negara, Ahad (15/2/2026). Pelepasan dilakukan secara daring melalui Zoom dan dihadiri Wakil Ketua Umum PBNU Dr. KH. Zulfa Mustafa, Ketua Lembaga Dakwah (LD) PBNU Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin, Sekretaris LD PBNU KH. Nurul Badruttamam, MA., Dr. KH. Khoirul Huda Basyir, KH. Ahmad Rosyidin Mawardi serta jajaran pengurus lainnya.

Para dai tersebut akan menjalankan misi dakwah di Australia, Selandia Baru, Hong Kong, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Taiwan, dan Timor Leste. Tahun 2026 menandai tahun keempat pelaksanaan program ini, yang dinilai telah memberi dampak positif bagi penguatan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah di berbagai komunitas Muslim dunia.

Dalam sambutannya, Ketua LD PBNU Abdullah Syamsul Arifin menegaskan bahwa khidmah atau pelayanan kepada umat tidak cukup diwujudkan melalui ceramah (qauli) semata, melainkan harus terimplementasi dalam gerakan nyata yang menyentuh kebutuhan umat. Menurutnya, dakwah yang berorientasi pada pelayanan akan berbuah “hayatan thayyibah” atau kehidupan yang baik, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah An-Nahl ayat 97 tentang balasan bagi orang beriman yang beramal saleh.

Ia menambahkan, pengiriman dai ke mancanegara merupakan bagian dari ikhtiar strategis untuk menyebarluaskan nilai-nilai Aswaja an-Nahdliyah kepada umat Islam, khususnya warga Nahdliyin di perantauan. Dakwah, kata dia, harus hadir dengan pendekatan yang kontekstual dan adaptif terhadap kondisi sosial-budaya masyarakat setempat.

“Di pundak para dai ada tanggung jawab besar. Pesan Islam harus disampaikan dengan bahasa yang menyejukkan dan menenteramkan, sehingga menjadi solusi atas problem keumatan, bukan sebaliknya,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum PBNU Zulfa Mustafa menegaskan, para dai yang diberangkatkan pada hakikatnya adalah duta Nahdlatul Ulama sekaligus duta Indonesia. Karena itu, menjaga nama baik organisasi dan bangsa menjadi amanah utama selama menjalankan tugas di luar negeri.

Ia juga mengingatkan pentingnya prinsip dakwah yang proporsional, terutama dalam membedakan antara aspek ushul dan furu’ dalam ajaran Islam. Ushul, menurutnya, merupakan prinsip yang bersifat disepakati (muttafaq ‘alaih), sedangkan furu’ adalah wilayah yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat (mukhtalaf fihi). Pemahaman ini dinilai penting agar para dai tidak bersikap kaku atau reaktif dalam menghadapi dinamika keberagamaan di negara tujuan.

Sementara itu, Sekretaris LD PBNU Nurul Badruttamam memastikan program Nahdlatul Ulama Worldwide Dakwah akan terus dikembangkan. Ke depan, program ini direncanakan bersinergi dengan sejumlah lembaga, seperti Kementerian/Lembaga terkait, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), BPKH serta Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi).

Adapun nama-nama Dai Go Global Nahdlatul Ulama Worldwide Dakwah adalah sebagai berikut; Australia (Muhammad Afif Agus), Selandia Baru (Muhammad Kholid), Hong Kong (Ahmad Muhajir, Muhammad Kholil), Jepang (Mohammad Khoiron, Saiful Amar), Jerman (Dede Dendi), Timor Leste (Abdul Fattah Fahruddin), Korea Selatan (Ahmad Giyamul Lail, Acep Sutisna, Anif Khanafi, Basyir Arif, Mahfud Ali Baihaki, Mahmud Salim, Mochammad Ibnu Rusyd Alfarabi, Muhammad Hidayat, Ridwan Bahruddin, Tarekh Era El-Raisy), Taiwan (Mochamat Solikin, Muhammad Ibnu Kafa, Muhammad Taqiyudin, Muhammad Zainut Thalibin, Rifki Yusak, Ricky Habibullah).

Melalui program ini, PBNU berharap dakwah Islam moderat khas Indonesia semakin menguat di tingkat global dan mampu menghadirkan nilai-nilai keislaman yang damai, inklusif, dan solutif bagi masyarakat internasional.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Sukseskan Safari Ramadan 1447 H Demi Mempererat Silaturahmi
DPD PDIP Jateng Gelar Konsolidasi di Kebumen, Soroti Musancab dan MBG
Pendidikan Gratis dan Kesehatan Gratis Perlu Diutamakan daripada Makan Gratis
WordPress test
LD PBNU Gelar Dakwah Gen Z di Pondok Pesantren Tahfid Al Basyir Bogor
Impor Produk Non Halal dari AS Disorot, Kiyai Hafidz Taftazani: Campur Halal dan Haram Jadi Syubhat
Warga Pademangan Sampaikan Aspirasi Penolakan Mutasi Kapolsek Melalui Karangan Bunga
Eko Sulistio Kembali ke Yordania, Salurkan Bantuan Ramadhan untuk Pengungsi Palestina

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ramadhan, Pengkhianatan, Rudal: Catatan Hubungan Iran – Amerika

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:11 WIB

Jutaan Warga Iran Turun ke Jalan Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:24 WIB

Prabowo Sapa Anak-Anak Indonesia di Jeddah, Titip Pesan: Belajar yang Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:15 WIB

Prabowo Tiba di Jeddah, Disambut Pejabat Arab Saudi dan Diaspora Indonesia

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:45 WIB

Ikuti Kebutuhan Pasar, UMKM Kuliner Binaan BRI Sukses Ekspansi Pasar Internasional

Minggu, 8 Juni 2025 - 13:47 WIB

Peringati Idul Adha 1446 H, Satriani Wisata Salurkan Hewan Kurban untuk Warga di Hebron Palestina

Senin, 14 April 2025 - 15:30 WIB

KH. Tsabit Latief Temui Realitas Pahit Santri Migran Saat Safari Dakwah Ramadhan di Taiwan

Jumat, 17 Januari 2025 - 08:40 WIB

Musim Dingin Extreme, Lima Balita Pengungsi Palestina Dilaporkan Meninggal

Berita Terbaru

Nasional

WordPress test

Rabu, 4 Mar 2026 - 09:51 WIB