Banjir Terus Berulang di Kalsel, Aktivis HMI Sebut Deforestasi dan Ratusan PETI Batu Bara Pemicu Utama

- Editor

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta – Kalimantan Selatan kembali dilanda banjir dalam beberapa waktu terakhir. Peristiwa ini menuai perhatian berbagai kalangan, salah satunya datang dari Wakil Bendahara Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Maulana Fikry. Ia menilai bencana banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut tidak bisa dilepaskan dari masifnya kerusakan lingkungan.

Menurut Maulana Fikry, deforestasi yang terus berlangsung di Kalimantan Selatan menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko banjir. Hilangnya kawasan hutan menyebabkan daya serap tanah terhadap air hujan semakin menurun, sehingga aliran air tidak terkendali dan berujung pada genangan di permukiman warga.

“Banjir di Kalimantan Selatan akhir-akhir ini tidak terjadi begitu saja. Salah satu penyebab utamanya adalah deforestasi yang sangat marak dan tidak terkendali,” ujar Maulana Fikry dalam keterangannya.

Selain deforestasi, ia juga menyoroti keberadaan tambang ilegal yang dinilai memperparah kerusakan lingkungan. Aktivitas pertambangan tanpa izin tersebut, kata dia, tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat.

“Tambang ilegal harus menjadi atensi serius pemerintah. Aktivitas ini jelas merusak ekosistem dan berkontribusi besar terhadap terjadinya bencana alam, termasuk banjir,” tegasnya.

Maulana Fikry yang juga merupakan putra daerah Kalimantan Selatan menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk memitigasi kerusakan lingkungan yang telah terjadi. Upaya tersebut, menurutnya, tidak cukup hanya dengan penanganan pascabencana, tetapi harus menyentuh akar permasalahan.

Ia mendorong pemerintah pusat maupun daerah untuk melakukan penertiban secara tegas terhadap tambang-tambang ilegal yang masih beroperasi. Penutupan tambang ilegal dinilai menjadi langkah mendesak guna mencegah bencana serupa terulang di masa depan.

“Saran saya, pemerintah harus segera melakukan mitigasi atas kehancuran lingkungan yang terjadi di Kalimantan Selatan. Salah satu langkah paling penting adalah menutup seluruh tambang ilegal,” katanya.

Lebih lanjut, Maulana Fikry berharap pemerintah dapat melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan organisasi kepemudaan, dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Ia menegaskan bahwa penyelamatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama demi keselamatan generasi sekarang dan mendatang.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Diperkuat, KPBU Jadi Motor Pembiayaan Infrastruktur
Tiket Muara Angke Dipertanyakan, Kursi Kosong di Kapal Dishub Buka Tanda Tanya
Polemik Tiket Muara Angke, Wakadishub DKI Ujang Harmawan Buka Suara, Kepala UPAP Afandi Nofrizal Masih Bungkam
Tiket Penyeberangan Muara Angke Disorot, Kepala UPAP Afandi Nofrizal Bungkam Saat Dikonfirmasi
Hadirkan Layanan Massage dan Cleaning Terjangkau, GETT LIFE Resmi Buka Peluang Franchise an Lowongan Mitra
Fatijja Qur’an Gelar Kegiatan Fatijja Talk 9.0 Bahas Rahasia Membangun Sekolah Islam yang Diingat dan Dipercaya Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd Konsultan Sekolah Islam Alumni Gontor
Dari Bungkus Sabun hingga Kata Pengantar Anggun: Perjalanan Mas Ridwan, Putra Trowulan di Tanah Rantau
KH. Hafidz Taftazani : Jangan Permainkan Sumpah Jabatan Karena Mengandung Konsekuensi Hukum

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Dr. Awaluddin Faj, M.Pd Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang menjadi Konsultan Sekolah di Indonesia

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:02 WIB

PRIMAGO CONSULTING GELAR ROADSHOW 2026: Solusi Lengkap Peningkatan Mutu Sekolah & Pesantren!

Rabu, 30 September 2026 - 13:24 WIB

Fatijja Qur’an Gelar Kegiatan Fatijja Talk 9.0 Bahas Rahasia Membangun Sekolah Islam yang Diingat dan Dipercaya Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd Konsultan Sekolah Islam Alumni Gontor

Selasa, 29 September 2026 - 11:57 WIB

PRIMAGEN Buka Stand di Festival Batu Akik KOOD Berbudaya, Hadirkan Edukasi Pemetaan Potensi Anak

Minggu, 27 September 2026 - 10:54 WIB

Asep Wahyuwijaya Soroti Peran Elite dan Warga dalam Menjaga Demokrasi

Jumat, 25 September 2026 - 21:02 WIB

Mau Masuk Gontor 2027, Yuk ikuti Kegiatan Try Out Masuk Gontor 2027 Bersama Bimbel Primago

Rabu, 23 September 2026 - 19:56 WIB

Asep Wahyuwijaya Soroti Kesiapan KAI Hadapi Lonjakan Penumpang

Rabu, 23 September 2026 - 17:44 WIB

Gelar Kegiatan LDKS 2026, SMK Kebon Jeruk Jakbar Gandeng Dirgantara Outbond Training

Berita Terbaru