Paradigma Baru Golkar: Refleksi Ridwan Hisjam tentang Masa Depan Partai

- Editor

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Siaran Indonesia — Gagasan paradigma baru Partai Golkar bukanlah konsep yang lahir secara tiba-tiba. Ia berakar sejak era awal reformasi dan terus mengalami pemaknaan ulang seiring perubahan zaman, sejalan dengan dinamika internal partai dan tantangan demokrasi nasional.

Politisi senior Golkar Ridwan Hisjam menegaskan, paradigma baru pertama kali dicanangkan oleh Akbar Tandjung pada 1999 sebagai respons atas runtuhnya Orde Baru dan tuntutan demokratisasi. Momentum tersebut menjadi tonggak perubahan Golkar dari partai kekuasaan menuju partai yang lebih terbuka dan demokratis.

“Paradigma baru Golkar itu dicanangkan oleh Akbar Tandjung pada 1999. Itu momentum penting perubahan Golkar pascareformasi,” ujar Ridwan Hisjam, Selasa 13 Januari 2026.

Ridwan Hisjam dan Akbar Tandjung, Poros Lama yang Tetap Jadi Acuhan Kader-kader Golkar
Dua dekade kemudian, Ridwan menilai paradigma tersebut perlu diperbarui agar tetap relevan dengan tantangan kekinian. Pada 10 November 2019, ia mencanangkan Reformasi Paradigma Baru Partai Golkar sebagai upaya mempertegas arah pembaruan partai di tengah perubahan politik, sosial, dan teknologi.

Momentum itu ditandai dengan penyerahan buku “Reformasi Paradigma Baru Partai Golkar” oleh Ridwan Hisjam kepada para tokoh senior Golkar dalam sebuah forum diskusi di Hotel Indonesia, Jakarta. Buku tersebut diserahkan langsung kepada Akbar Tandjung, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, serta sejumlah tokoh dan kader senior Golkar lainnya.

“Pada 2019, saya mencanangkan reformasi paradigma baru Golkar. Bukan untuk mengganti jati diri partai, tetapi untuk menegaskan kembali semangat pembaruan agar Golkar tidak tertinggal oleh zaman,” kata Ridwan.

Ridwan Hisjam, Kader Golkar yang Namanya Tak Pernah Redup dari Panggung Politik

Forum di Hotel Indonesia itu menjadi ruang refleksi lintas generasi Golkar, sekaligus penegasan bahwa proses transformasi partai harus terus berlanjut. Ridwan menekankan, esensi paradigma baru terletak pada perubahan cara berpikir dan cara kerja partai, bukan sekadar pergantian kepemimpinan.

Menurut dia, Golkar harus meninggalkan praktik politik transaksional dan memperkuat demokrasi internal sebagai fondasi organisasi. Konsistensi pada nilai-nilai tersebut menjadi krusial di tengah menguatnya wacana konsolidasi dan regenerasi kepemimpinan Golkar pascapemilu.

“Golkar tidak boleh hidup dari masa lalu. Sejarah itu penting, tetapi masa depan jauh lebih menentukan. Partai besar adalah partai yang berani berubah dan mau mendengar aspirasi rakyat,” ujar Ridwan.

Ridwan Hisjam: KOSGORO Harus Kembali pada Fitrohnya, Urus Koperasi

Ia juga menyoroti pentingnya regenerasi kader di tengah bonus demografi dan dominasi pemilih muda. Golkar, menurut Ridwan, harus mampu menjadi rumah politik yang terbuka bagi generasi milenial dan Gen Z tanpa kehilangan nilai dasar pengabdian.

“Regenerasi bukan soal usia, tetapi soal keberanian memberi ruang. Golkar tidak akan kehilangan jati diri hanya karena memberi kesempatan kepada generasi muda,” katanya.

Ridwan mengakui, tantangan terbesar paradigma baru bukan pada perumusannya, melainkan pada konsistensi pelaksanaannya. Dinamika internal, kepentingan elite, dan budaya organisasi kerap menjadi ujian bagi agenda pembaruan yang berkelanjutan.

Bagi Ridwan Hisjam, paradigma baru Golkar merupakan kompas moral dan politik yang harus terus dijaga. Refleksi atas gagasan tersebut, menurut dia, penting agar Golkar tetap hadir sebagai partai yang adaptif, demokratis, dan relevan dalam menjawab tantangan masa depan bangsa. (Al)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Podcast “Suara Demokrasi” Resmi Diluncurkan: Bahas Isu Demokrasi Hingga Tren Viral
BLBI Rp 211 Triliun Belum Tuntas, Rio Setiawan LSM LIRA Kediri: Negara Harus Menang Melawan Pengemplang Uang Rakyat
BPOM dan WHO Perbarui Kerja Sama 2026—2027, Ada Hibah Rp17 Miliar
DPD Tani Merdeka Muna Resmi Dilantik, Siap Majukan Pertanian
Kendaraan Plat Merah yang Parkir Sembarangan di Depan Halte BKN Cililitan, Jakarta Timur, Diduga Picu Kecelakaan Lalu Lintas
Training Raya LK II & LKK HMI Cabang Kota Bogor 2026 Resmi Ditutup, Perkuat Arah Kaderisasi dan Kepemimpinan Pemuda
UP PKB Cilincing Hadirkan Pelayanan Humanis dan Modern, Adji Kusambarto: Masyarakat Harus Merasa Nyaman
Kejati Sumsel Selamatkan Rp1,2 Triliun Uang Negara, 3 Tersangka Baru Korupsi KUR Ditetapkan

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:27 WIB

Drama Contest Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago : Sarana Berlatih Bahasa dan Seni Peran Santri & Santriwati

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:12 WIB

CV Dirgantara Sejahtera Bersama Menjadi Sponsorship Kegiatan Sosial “Bekam Gratis & Bazar Baju Gratis 2026” Untuk Warga Panggulan Pengasinan Sawangan Depok

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:53 WIB

Pos Ronda RT 02 RW 05 Panggulan Pengasinan Sawangan Kompak Gelar Syukuran 1 Tahun Atas Terlaksananya Kegiatan Ronda Malam

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:36 WIB

SMP Sumbangsih Pasar Minggu Jakarta Selatan Gelar Karya Wisata City Tour Jakarta Tahun 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:54 WIB

MTs Daarussa’adah Ciganjur Gelar Rihlah Studi Tour Ke Bandung Tahun 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:09 WIB

Meriahkan HUT Kota Depok ke 27th, Warga RT 02 Penggulan Pengasinan Sawangan Bersama LKSA Primago Gelar Bekam dan Bazar Baju Gratis 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:51 WIB

Peluang Berharga Bagi Anak Yatim, Yatim Puatu, Full Beasiswa SD, SMP, SMA di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:29 WIB

SMP Mumtaza Islamic School Tanggerang Selatan adakan Kegiatan Big FieldTrip ke Bandung 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Berita Terbaru