Ridwan Hisjam dan Akbar Tandjung, Poros Lama yang Tetap Jadi Acuhan Kader-kader Golkar

- Editor

Minggu, 11 Januari 2026 - 00:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ridwan Hisjam bersama para kader Golkar saat bertemu Akbar Tandjung di Akbar Tandjung Institut.

Ridwan Hisjam bersama para kader Golkar saat bertemu Akbar Tandjung di Akbar Tandjung Institut.

Jakarta, Siaran Indonesia – Meski zaman terus berubah dan wajah-wajah baru bermunculan di Partai Golkar, nama Ridwan Hisjam dan Akbar Tandjung tetap menjadi poros lama yang pengaruhnya tak bisa diabaikan. Keduanya bukan sekadar politisi senior, melainkan bagian dari fondasi sejarah yang sampai saat ini masih menjadi acuhan para kader Golkar.

Ridwan Hisjam dikenal sebagai kader tulen Golkar yang telah lima kali dipercaya rakyat sebagai anggota PARLEMEN. Lebih dari itu, ia merupakan politisi Golkar yang telah melintasi berbagai fase penting perjalanan politik nasional, mulai dari era Orde Baru, Reformasi, hingga dinamika politik di era milenial saat ini. Eksistensinya tetap terasa dan relevan di tengah perubahan generasi.

Peran Ridwan Hisjam tak hanya sebagai tokoh lintas zaman, tetapi juga sebagai penjaga kesinambungan nilai dan tradisi politik Golkar. Ia aktif menjaga komunikasi internal partai, memberi masukan strategis, serta menjadi rujukan bagi kader-kader muda Golkar, termasuk generasi milenial yang kini mulai mengambil peran penting dalam struktur dan gerak politik partai.

Sementara itu, Akbar Tandjung merupakan figur sentral dalam sejarah Golkar. Mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut dikenal luas sebagai tokoh yang berhasil menjaga Golkar tetap solid dan relevan di tengah transisi besar politik nasional, khususnya pada era pascareformasi.

Kedekatan Ridwan Hisjam dan Akbar Tandjung bukan sekadar relasi personal, melainkan ikatan ideologis dan historis. Ridwan Hisjam dikenal sebagai salah satu murid politik Akbar Tandjung yang menyerap nilai-nilai kepemimpinan, loyalitas, serta pentingnya konsolidasi dan visi jangka panjang dalam membesarkan partai.

Kesamaan visi dan misi keduanya kembali menguat dalam sebuah pertemuan di Akbar Tandjung Institute beberapa minggu lalu. Dalam pertemuan tersebut, membahas arah dan masa depan Golkar dengan satu benang merah yang sama, yakni membangun Golkar sebagai partai yang solid, besar, dan mampu beradaptasi dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

“Golkar harus terus menjadi kekuatan politik yang mengakar dan adaptif. Pengalaman masa lalu menjadi modal penting untuk menjawab tantangan masa depan,” ujar Ridwan Hisjam, Sabtu 10 Januari 2026.

Pertemuan tersebut menegaskan adanya keselarasan pandangan mengenai pentingnya kesinambungan kepemimpinan, penguatan konsolidasi internal, serta regenerasi kader agar Golkar tetap relevan di tengah dinamika politik nasional yang semakin cepat berubah.

Di tengah arus perubahan politik dari generasi ke generasi, Ridwan Hisjam tampil sebagai simbol kesinambungan. Poros lama yang tidak hanya menyimpan sejarah, tetapi juga bisa menjadi tempat bagi kader-kader golkar, dalam belajar berpolitik. (Al)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Diperkuat, KPBU Jadi Motor Pembiayaan Infrastruktur
Tiket Muara Angke Dipertanyakan, Kursi Kosong di Kapal Dishub Buka Tanda Tanya
Polemik Tiket Muara Angke, Wakadishub DKI Ujang Harmawan Buka Suara, Kepala UPAP Afandi Nofrizal Masih Bungkam
Tiket Penyeberangan Muara Angke Disorot, Kepala UPAP Afandi Nofrizal Bungkam Saat Dikonfirmasi
Hadirkan Layanan Massage dan Cleaning Terjangkau, GETT LIFE Resmi Buka Peluang Franchise an Lowongan Mitra
Fatijja Qur’an Gelar Kegiatan Fatijja Talk 9.0 Bahas Rahasia Membangun Sekolah Islam yang Diingat dan Dipercaya Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd Konsultan Sekolah Islam Alumni Gontor
Dari Bungkus Sabun hingga Kata Pengantar Anggun: Perjalanan Mas Ridwan, Putra Trowulan di Tanah Rantau
KH. Hafidz Taftazani : Jangan Permainkan Sumpah Jabatan Karena Mengandung Konsekuensi Hukum

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Diperkuat, KPBU Jadi Motor Pembiayaan Infrastruktur

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Tiket Muara Angke Dipertanyakan, Kursi Kosong di Kapal Dishub Buka Tanda Tanya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:04 WIB

Tiket Penyeberangan Muara Angke Disorot, Kepala UPAP Afandi Nofrizal Bungkam Saat Dikonfirmasi

Rabu, 30 September 2026 - 20:21 WIB

Hadirkan Layanan Massage dan Cleaning Terjangkau, GETT LIFE Resmi Buka Peluang Franchise an Lowongan Mitra

Rabu, 30 September 2026 - 13:24 WIB

Fatijja Qur’an Gelar Kegiatan Fatijja Talk 9.0 Bahas Rahasia Membangun Sekolah Islam yang Diingat dan Dipercaya Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd Konsultan Sekolah Islam Alumni Gontor

Selasa, 29 September 2026 - 11:52 WIB

Dari Bungkus Sabun hingga Kata Pengantar Anggun: Perjalanan Mas Ridwan, Putra Trowulan di Tanah Rantau

Senin, 28 September 2026 - 17:39 WIB

KH. Hafidz Taftazani : Jangan Permainkan Sumpah Jabatan Karena Mengandung Konsekuensi Hukum

Senin, 28 September 2026 - 15:14 WIB

Alexander Waas Dorong Maluku Jadi Kekuatan Agromaritim Nasional

Berita Terbaru