Siaranindonesia.com, Karangasem — Anggota DPR RI sekaligus Anggota MPR RI Fraksi Partai Gerindra, I Dewa Gde Agung Widiarsana, melakukan kunjungan ke Desa Yeha, Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali, dalam rangka silaturahmi dan penyerapan aspirasi masyarakat pada Reses Masa Sidang II Tahun 2025, Senin (8/12/2025). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan sosialisasi Empat Pilar MPR RI sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan di tengah masyarakat.
Sosialisasi Empat Pilar ini tidak hanya menyasar tokoh masyarakat dan pegiat budaya Bali, tetapi juga melibatkan generasi milenial dan Generasi Z. Menurut Dewa Agung Widiarsana, kelompok generasi muda memiliki peran strategis sebagai penerus bangsa di tengah tantangan globalisasi, kemajuan teknologi digital, serta derasnya arus informasi yang kerap memengaruhi nilai dan jati diri kebangsaan.

Dalam pemaparannya, Dewa Agung menjelaskan Empat Pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa. Keempat pilar tersebut, menurutnya, harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga.
“Di era digital seperti sekarang, generasi milenial dan Gen Z sangat mudah terpapar berbagai informasi, termasuk yang dapat memecah belah persatuan. Karena itu, pemahaman Empat Pilar Kebangsaan menjadi sangat penting agar kita tidak kehilangan arah dan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” ujar Dewa Agung dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan merupakan agenda penting yang harus terus digelorakan ke seluruh lapisan masyarakat. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan, kesatuan, serta keberagaman bangsa Indonesia yang kaya akan suku, agama, budaya, dan bahasa.
Selain itu, Dewa Agung juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial, budaya, dan politik secara positif dan bertanggung jawab. Partisipasi tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat demokrasi yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Dalam kesempatan tersebut, Dewa Agung juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan ideologi bangsa. Ia menyatakan dukungannya terhadap program-program nasional, termasuk di bidang budaya dan kesenian kerakyatan, serta mendorong promosi budaya Bali agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami mendukung penuh pengembangan budaya dan kesenian lokal sebagai bagian dari kekuatan bangsa. Budaya Bali adalah aset nasional yang harus dijaga, dilestarikan, dan dipromosikan ke dunia internasional,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Dalam sesi tersebut, generasi milenial dan Gen Z aktif menyampaikan pandangan serta pertanyaan terkait peran anak muda dalam menjaga persatuan dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan di era modern. Diharapkan, para peserta dapat menjadi agen perubahan yang menghidupkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
























