Aceh, Siaran Indonesia — Banjir dan longsor telah lama surut, tetapi krisis pangan masih bertahan di posko-posko pengungsian Aceh. Dalam kondisi itu, Eko Sulistio dan Tim Peduli mengambil peran darurat dengan menyembelih 16 ekor sapi dan 7 ekor kambing untuk menjaga dapur pengungsi tetap mengepul.
Berdasarkan data Tim Peduli, penyembelihan hewan ternak dilakukan di berbagai wilayah terdampak bencana, antara lain Alue Kute, Kuala Ceurape, Tanjung Dalam (Langkahan), Bivak pengungsian, Salah Sirong, Bener Meriah, Kubu, Riseh Tunong, Riseh Baroh, Riseh Tengoh, hingga Desa Simpang Mulya.
Rincian penyembelihan mencakup:
4 ekor sapi di Alue Kute
2 ekor sapi di Desa Tanjung Dalam, Langkahan
1 ekor sapi dan 2 ekor kambing di bivak pengungsian
2 ekor sapi di Salah Sirong
2 ekor sapi di Bener Meriah
1 ekor sapi di Kubu
1 ekor sapi masing-masing di Riseh Tunong, Riseh Baroh, dan Riseh Tengoh
1 ekor sapi di Desa Simpang Mulya
5 ekor domba di Kuala Ceurape
Eko Sulistio dan Relawan Tim Peduli Berjibaku Bersihkan Lumpur Sisa Banjir di Aceh
Total keseluruhan mencapai 16 ekor sapi dan 7 ekor kambing yang dipotong dan dimasak di dapur umum, lalu dibagikan kepada warga terdampak bencana.
Dari jumlah tersebut, relawan memperkirakan ribuan porsi makanan siap santap berhasil diproduksi dan didistribusikan ke posko-posko pengungsian serta permukiman warga yang masih kesulitan mengakses kebutuhan pangan.
Eko Sulistio menegaskan, aksi ini dilakukan untuk merespons kondisi krisis pangan yang semakin terasa pascabanjir dan longsor. “Banyak warga belum bisa kembali bekerja normal, akses jalan masih terbatas, dan daya beli menurun. Bantuan pangan menjadi kebutuhan mendesak,” ujar Eko, Senin 9 Februari 2026.
Eko Sulistio Masih Bertahan di Aceh, Relawan Tim Peduli Fokus Dampingi Korban Banjir
Ia juga menekankan bahwa pemenuhan pangan merupakan bagian penting dari pemulihan bencana, bukan sekadar bantuan darurat sesaat. “Selama dapur warga belum pulih, krisis masih berlangsung. Karena itu kami terus bergerak dari satu posko ke posko lain,” katanya.
Aksi kemanusiaan Tim Peduli mendapat apresiasi dari warga dan pengungsi. Di tengah keterbatasan, distribusi makanan dinilai sangat membantu menjaga daya tahan warga, khususnya anak-anak, lansia, dan keluarga yang kehilangan sumber penghasilan akibat bencana.
Eko Sulistio dan Jalan Panjang Pengabdian untuk Pengungsi dan Korban Bencana
Hingga kini, Eko Sulistio dan Tim Peduli masih terus berkeliling di wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh untuk memastikan kebutuhan pangan warga pengungsi tetap terpenuhi. (Al)























