Pengurus Cetiya Permata Dihati kembali Lakukan Mediasi di Komisi A DPRD DKI Jakarta

- Editor

Rabu, 2 Juli 2025 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

siaranindonesia.com – Pengurus Cetiya Permata Dihati Cengkareng Jakarta Barat melakukan mediasi dengan Komisi A DPRD Provinsi DKI Jakarta di Gedung DPRD Kebon Sirih Jakarta Pusat.

Hadir di mediasi tersebut anggota Komisi A oleh Ketua Komisi A Inggard Joshua, Kuasa Hukum Cetiya Sutedja, perwakilan Cetiya Sugiarto, Pengurus RW 12 Cengkareng dan ketua RW 14, Wawali Jakarta Barat, Wakapolres Jakarta Barat dan Kapolsek Jakarta Barat serta Lurah dari Cengkareng dan juga beberapa anggota Dewan dari Fraksi PSI Kevin Wu

Dalam keterangannya Anggota Fraksi PSI Kevin Wu menyatakan bahwa ia adalah orang pertama yang diajak berdiskusi terkait permasalahan di Cetiya Permata Dihati.

“Niatnya adalah mencari solusi terbaik dengan itikad baik. Ia telah beberapa kali mengunjungi lokasi kejadian atas undangan dan inisiatif pribadi untuk menyelesaikan masalah tersebut,” tutur Kevin, Senin (30/6/2025)

Kevin menekankan bahwa permasalahan seharusnya bisa diselesaikan di tingkat wilayah, dimulai dari RT/RW, kemudian ke kelurahan, dan bahkan ke kecamatan, sebelum akhirnya mencapai tingkat kota.

“Pertemuan yang sedang berlangsung ini adalah pertemuan kedua di Komisi A,” ucap Kevin.

Sementara itu kuasa hukum dan perwakilan Cetiya menyampaikan pandangan mereka serta mengklarifikasi sejumlah isu yang berkembang di masyarakat.

 

 

Kuasa hukum  Cetiya Suteja menegaskan bahwa pihaknya selalu menjalin koordinasi dengan aparat dan masyarakat setempat dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

“Yang katanya kami tidak pernah melibatkan pihak kepolisian, saya rasa itu mengada-ngada karena kami di setiap kegiatan kami selalu melakukan koordinasi. Aparat pun selama ini mendukung kegiatan ibadah pasti ada akses untuk lewat, gak mungkin tempat ibadah kami taro di gunung,” ujar Sutedja.

Ia juga menyinggung nilai-nilai luhur bangsa Indonesia seperti gotong royong dan toleransi, yang menurutnya semakin terkikis dalam praktik kehidupan beragama sehari-hari.

“Kita sebagai bangsa punya nilai-nilai toleransi tinggi. Tapi sekarang, yang muncul justru tindakan yang berpotensi memecah belah. Pengertian intoleransi itu harus dilihat dalam konteksnya. Kalau ada umat beribadah, atau mengadakan acara keagamaan, kenapa harus dihalangi?” tambahnya.

Sutedja juga menyampaikan keberatannya atas tayangan yang disebut berasal dari salah satu pihak warga, yang menurutnya tidak menggambarkan aktivitas ibadah, melainkan dinarasikan secara negatif. Ia menyayangkan adanya aparat yang terkesan pasif dan membiarkan potensi konflik terjadi.

“Tempat ibadah seharusnya terbuka untuk siapa saja, tidak melihat latar belakang. Tapi ketika orang datang dan malah dihadang, itu kan menghilangkan esensi dari toleransi itu sendiri,” tegasnya.

 

Komentar Facebook

Berita Terkait

Supian Suri Tegaskan Pendidikan Jadi Prioritas, KuduSS Ramah Siap Kawal Program Kerakyatan Pemkot Depok
Tunjukkan Jiwa Wirausaha, Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Raih Prestasi di Studenpreneur Bootcamp MCEBI 2026
Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, STMIK Kebumen Buka Dua Sekretariat Sekaligus
Ketua DPD Tani Merdeka Kebumen Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Berantas Korupsi Tanpa Pandang Bulu
STMIK Kebumen Cetak Inovator Muda Lewat Tiga Aplikasi AI
HMI Cabang Kebumen Tempuh Jalur Resmi, Minta Klarifikasi Empat Dinas soal Operasional Salah Satu Tempat Karaoke
Tragedi Matinya Tapir di Mesuji: SIGER Institute Soroti Darurat Tata Kelola Lingkungan dan Lambannya Respons Otoritas Terkait
Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Kepala BPOM Taruna Ikrar Tinjau Program Makan Bergizi Gratis dan Resmikan Pusat Tanaman Obat Bahan Alam di Palembang

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Keterlibatan Danantara di KSSK Perkuat Sinkronisasi Kebijakan Ekonomi Nasional

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:59 WIB

GUNTUR Sultra: Kebijakan Prabowo Beri Kesempatan Setara bagi UMKM Naik Kelas

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:04 WIB

Puspoll Indonesia: Pelibatan Danantara di KSSK Perlu Dimaknai sebagai Penguatan Koordinasi, Bukan Perubahan Struktur Hukum

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:44 WIB

Akun Instagram 1 Juta Followers Yunita Kariman Hilang Tanpa Peringatan, Ungkap Bahaya Report Massal

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:45 WIB

BPOM Perkuat Ekosistem UMK Pangan Olahan, Taruna Ikrar Luncurkan Program SAPA SEMESTA untuk Tingkatkan Daya Saing

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:08 WIB

Reklamasi Pertambangan Tidak Boleh Berhenti pada Formalitas, Saatnya Menjadikan Kepastian Hukum sebagai Fondasi Pemulihan Ekologis

Senin, 27 Juli 2026 - 18:51 WIB

GUNTUR Sultra Dukung Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Peran Koperasi dan UMKM Kelola Sektor Strategis

Berita Terbaru