Kebumen, Siaran Indonesia – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Saiful Hadi menggelar sosialisasi penerima hibah Pemberdayaan Masyarakat bersama para Kelompok Tani Ternak (KTT). Mereka inilah nantinya yang akan mendapat bantuan aspirasi Saiful Hadi berupa pemberian uang untuk pembelian kambing atau sapi.
Saiful Hadi mengatakan, upaya penting untuk mengentaskan kemiskinan di Kebumen, yakni dengan cara pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, dana aspirasi yang dikelola oleh dirinya akan fokus pada pemberian bantuan yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.
PDIP Menyatakan Paripurna Pengumuman Fraksi DPRD Kebumen Tidak Sah
“Kita berikan untuk para kelompok Tani Ternak. Mereka ini adalah kelompok yang mampu mengembangkan sektor pertanian dan peternakan untuk ketahanan pangan, dan juga ketahanan keluarga mereka,”ujar Saiful Hadi di Kelurahan Bumirejo, pada Senin 26 Mei 2025.
Dari sana aspirasi sebesar Rp 3,6 Miliar, pihaknya menargetkan bakal naik menjadi Rp 5 Miliar pada 2026 mendatang. Saiful ingin ke depan penerima aspirasi dari kelompok tani ternak semakin banyak. Sejauh ini di Kebumen sekitar ada 70 KTT yang bakal mendapat aspirasi dari anggota Fraksi PDIP ini.
“Saya penginnya ke depan bisa bertambah, jadi anggarannya nanti akan kia tambah dari Rp3,6 Miliar, menjadi Rp5 Miliar, Insya Allah pada 2026 mendatang,” ujarnya.
Para KTT ini bisa mendapatkan dana aspirasi sebesar Rp50 juta sampai Rp100 juta dari Saiful Hadi. Dan pada hari ini mereka dikumpulkan dengan menghadirkan Dinas Pertanian dan Pangan untuk diberi penjelasan mengenai mekanisme yang harus dilalui.
Fraksi dan AKD Kebumen Belum Terbentuk, Pimpinan Sementara Dinilai Pasif Berkomunikasi
“Tentunya tadi syaratnya calon penerima dari KTT ini harus sudah terregister namanya di Simluhtan. Artinya sudah berbadan hukum, jelas anggotanya dan ada aktivitas pertanian dan peternakan yang dikelola secara bersama-sama,” ucap Saiful Hadi.
“Bagi yang belum kita minta agar cepat diurus, kalau tidak bisa dapat tahun ini, ya diajukan lagi nanti bisa kita anggarkan di tahun 2026,” terangnya.
Untuk memastikan dana aspirasi itu diperuntukan sesuai penggunaannya, Saiful mengatakan nanti akan dilakukan pengecekan secara berkala oleh tim penyuluh peternakan, dan harus ada bukti fisiknya. “Jadi dia beli dimana, berapa harga ternaknya, mana hewannya, nanti kita cek semua,” tuturnya.
Saiful mengatakan, mengapa dirinya fokus pada KTT, karena mayoritas masyarakat Kebumen, begitu juga Banjarnegara dan Purbalingga yang menjadi daerah pemilihannya adalah banyak dari kalangan petani dan peternak. “Tentu saja kita juga ada fokus pada persoalan pendidikan, dan juga kesehatan,” ucapnya. (Bar)
























