Sosialisasi Empat Pilar, Hasan Basri Sebut Pesantren Aset Kemajuan Bangsa

- Editor

Sabtu, 3 Agustus 2024 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR/MPR Hasan Basri saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di Ponpes Adiqotul Ulum As Syafiiyah, Danau Lamo, Muaro Jambi, Sabtu 3 Agustus 2024.

Anggota DPR/MPR Hasan Basri saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di Ponpes Adiqotul Ulum As Syafiiyah, Danau Lamo, Muaro Jambi, Sabtu 3 Agustus 2024.

Muaro Jambi, Siaran Indonesia – Anggota DPR sekaligus MPR Hasan Basri Agus menyampaikan, keberadaan pesantren menjadi aset penting bagi kemajuan bangsa. Dari data Kementerian Agama mencatat jumlah santri pondok pesantren yang ada di seluruh Indonesia mencapai 3,65 juta orang yang tersebar di 25.000 pondok pesantren.

“Ini artinya pesantren dan santri merupakan elemen penting dalam kehidupan bernegara dan aset bagi kemajuan bangsa,” kata Hasan Basri saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di Ponpes Adiqotul Ulum As Syafiiyah, Danau Lamo, Muaro Jambi, Sabtu 3 Agustus 2024.

Untuk itu, Hasan Basri mengajak pegiat pesantren dan santri untuk mencapai cita cita bangsa secara bersama-sama. “Pesantren dan santri harus mampu berperan menjadi lokomotif kemajuan negara sekaligus menjadi elemen pemersatu bangsa,” tuturnya.

Anggota dari Fraksi Partai Golkar ini mengatakan, semua sama-sama maklumi bahwa bangsa ini masih memiliki sejumlah permasalahan yang belum bisa sepenuhnya dipecahkan, antara lain kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan sosial.

“Kita juga didera persoalan penyebaran penyalahgunaan narkoba dan darurat narkoba, juga radikalisasi dan terorisme serta upaya-upaya merongrong dan melemahkan kokoh dan utuhnya NKRI,” ujar Hasan Basri.

Hasan Basri menilai pesantren sebagai pihak yang telah turut berjuang ikut memerdekakan bangsa, tentunya tidak rela jika NKRI diganggu melalui cara apapun.

Untuk itu lanjutnya, pesantren dan santri di dalamnya diajak terlibat aktif menjadi penggerak perdamaian di Indonesia dan turut mencegah tumbuhnya radikalisme di tengah masyarakat.

“Pondok pesantren adalah tulang punggung untuk menciptakan kedamaian di Indonesia,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, pihaknya menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan pendidikan pesantren dan pemberian beasiswa bagi santri yang tidak memiliki biaya oleh pemerintah daerah dan pusat.

“Jangan sampai santri ketinggalan, tertinggal di bidang pendidikan tinggi. Ini penting untuk memajukan pendidikan dan meningkatkan kondisi ekonomi para santri. Bila ada santri yang masuk perguruan tinggi dan tidak ada biaya dan ditolak oleh kampus, maka temui saya Menristekdikti saya akan bantu,” tuturnya.

Hasan Basri juga berharap Pesantren Ponpes Adiqotul Ulum As Syafiiyah, beserta seluruh warganya semakin maju dan bisa mencapai visi misinya, serta dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.

“Inilah pentingnya empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI agar bisa diterapkan dimanapun berada, termasuk di pesantren,” tandas Hasan Basri. (El)

Komentar Facebook

Berita Terkait

Saiful Chaniago Dukung Penuh Kapolri Larang Peredaran Vape: Demi Selamatkan Generasi Bangsa dari Bahaya Narkoba Terselubung
Kemenag Bagikan Praktik Baik Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid di Forum MABIMS Malaysia
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar Dorong Unpar Menuju Kampus Kelas Dunia melalui Neuroscience Leadership
Prayoga Apresiasi Langkah Kapolri Petakan Wilayah Rawan Narkoba
Mendesain Penguatan Party ID dalam RUU Pemilu
Menhut Raja Juli Ungkap 5-6 Perusahaan Terancam Dicabut Izinnya akibat Karhutla
Kepala BPOM Taruna Ikrar Ajak Ratusan Ribu Apoteker IAI Bersinergi Perkuat Ketahanan Obat Nasional
Taruna Ikrar Dorong Mahasiswa Unram Bangun Kepemimpinan Berbasis Neurosains

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Pancasila, Reformasi, dan IRT: Mencari Kerangka untuk Mengisi Kemerdekaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:16 WIB

BIAS CELIOS DAN KINERJA BAHLIL: Anatomi Metodologis Sebuah Kesimpulan yang Dikemas Sebagai Sains

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Nobel Ekonomi 2026, Keluarga Jadi Fondasi Stabilitas Nasional

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:44 WIB

DANANTARA: MESIN INDUSTRIALISASI ATAU PEDAGANG KOMODITAS?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Sufmi Dasco Ahmad dalam Perspektif Fiqih: Politik Maslahah dan Seni Menjaga Titik Temu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Membaca Transformasi Polri dalam Mengawal Aspirasi Rakyat

Senin, 14 September 2026 - 15:45 WIB

Tragedi Kecelakaan Kapal dan Urgensi Evaluasi Total Sistem Keselamatan Pelayaran Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Energi, Informasi, dan Entropi: Mengapa Sistem Bisa Gagal Meski Sumber Dayanya Cukup

Berita Terbaru