Peserta Academic Camp SMP PCI Ziarahi Makam Karel Albert Rudolf Bosscha, Ini Tujuannya

- Editor

Senin, 22 April 2024 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, BANDUNG – Academic Camp yang diikuti siswa Kelas 9 SMP Prima Cendeki Islami (SMP PCI) Baleendah, Kabupaten Bandung, menyuguhkan materi yang berbeda setiap harinya.

Academic Camp yang berlangsung 3 hari, sejak 18 sampai dengan 20 April 2024 di Sekolah Alam SMP PCI di Warnasari, Pangalengan itu, berlangsung menyenangkan.

Di tengah kehijauan kebun teh, pada hari pertama, para siswa dibekali pemantapan materi capaian hasil pembelajaran setiap mata pelajaran selama enam semester di SMP PCI.

Di hari kedua, bekerjasama dengan Brain Academy Ruang Guru, mereka diberi materi strategi belajar yang tepat dan menyenangkanuntuk studi lanjutan di sekolah menengah.

Di hari ketiga, secara khusus para peserta Academic Camp diajak berziarah ke makam dan rumah Karel Albert Rudolf Bosscha (15 Mei 1865 – 26 November 1928). Bosscha adalah seorang Belanda keturunan Jerman yang peduli terhadap kesejahteraan pribumi Hindia Belanda pada era kolonial Belanda di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Peserta Academic Camp diajak ke makam Bosscha yang berada di rerimbunan hutan di samping hamparan kebun teh Malabar. Tidak tanggung tanggung, kisah Bosscha diceritakan langsung oleh Guru Besar sejarah yang juga Staf Ahli Menteri Sekretaris Negara RI Bidang Polhukam, Dadan Wildan.

Ketua Yayasan Prima Cendekia Islami Prof. Dadan menjelaskan, bahwa tidak semua orang Belanda itu penjajah yang jahat, yang mengambil harta kekayaan dan mengeksploitasi penduduk pribumi. Namun, ada juga yang baik, meskipun tidak banyak, seperti Bosscha ini.

“Bosscha merupakan seorang pemerhati ilmu pengetahuan dan astronomi,” ungkapnya.

Ia menerangkan, pada 1887, Bosscha muda di usia 22 tahun, datang ke tanah Jawa untuk bekerja di perkebunan pamannya. Pada 1896, Bosscha mendirikan Perkebunan Teh Malabar hingga akhirnya menjadi juragan perkebunan teh di Pangalengan.

“Ia juga mendirikan Pabrik Teh Malabar dan Pabrik Teh Tanara,” ujar Guru Besar Sejarah ini.

Selanjutnya, pada 1901 Bosscha mendirikan sekolah dasar bernama Vervoloog Malabar. Sekolah ini didirikan untuk memberi kesempatan belajar secara gratis bagi kaum pribumi Hindia Belanda, khususnya anak-anak karyawan dan buruh di perkebunan teh Malabar agar mampu belajar setingkat sekolah dasar selama 4 tahun.

“Sekolah Rakyat ini dibangun atas kebaikan hati juragan teh Bosscha,” tutur dia.

Komentar Facebook

Editor : Annisa Katrin

Berita Terkait

Mahasiswa Jurnalistik UHO Bekali Pemilih Pemula Waspadai Penyalahgunaan AI dalam Pemilu
Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wakil Bupati Nduga di PTUN Jayapura
Pimpin DPC PERADI Kebumen 2026–2031, Anita Nosa: Yang Baik Dilanjutkan, Yang Belum Ada Diadakan
Arwani Thomafi: Lima Mutiara Menjadi Pedoman Berkhidmah untuk Kemaslahatan Umat
Mengenal Anita Nosa, Sosok yang Berpotensi Jadi Ketua DPC PERADI Kebumen
Perhimpunan Pembangunan Merah Putih Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Dari Sampah Menjadi Berkah, KKN Berdampak UNIMUGO Ajak Warga Kebagoran Hidupkan Kembali Bank Sampah
Dorong UMKM Naik Kelas, Mahasiswa KKN UNIMUGO Dampingi Legalitas NIB dan HKI Usaha Melinjo di Kaligending

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:54 WIB

Anggaran Terbatas, Asep Wahyuwijaya Dorong Kemenkop Perkuat Pengawasan Koperasi

Jumat, 18 September 2026 - 17:36 WIB

KAHMI, KEKUASAAN, DAN KESALEHAN PUBLIK

Jumat, 18 September 2026 - 09:32 WIB

Perkuat Perlindungan Satwa dari Karhutla, Menhut Raja Antoni: Mereka Tak Bisa Minta Tolong

Jumat, 18 September 2026 - 09:23 WIB

Jaga Gajah Padang Sugihan dari Karhutla, Menhut Raja Antoni Pertebal Pasukan Darat

Kamis, 17 September 2026 - 13:23 WIB

Komisi IV DPR Puji Dedikasi Tinggi Manggala Agni Kemenhut Hadapi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 - 22:19 WIB

Sekjend APKLI Saiful Chaniago Pastikan Ribuan Pimpinan APKLI Se Indonesia Hadiri Pelantikan DPP APKLI di Jakarta

Rabu, 16 September 2026 - 18:45 WIB

Membaca Komunikasi Presiden Prabowo Subianto melalui Integrated Reality Theory

Rabu, 16 September 2026 - 15:53 WIB

Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI: Nasril Bahar Tekankan kesadaran kebangsaan yang kuat

Berita Terbaru

Nasional

KAHMI, KEKUASAAN, DAN KESALEHAN PUBLIK

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:36 WIB