Izin Usaha Elpiji dicabut Pertamina di Kalteng

  • Bagikan

Siaranindonesia.com – PT Pertamina (Persero) mencabut izin usaha pangkalan elpiji di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Alasannya, dua pangkalan elpiji terkait melakukan penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hal itu disampaikan di sela peninjauan agen dan pangkalan bersama jajaran Pemprov Kalteng tergabung dalam Satgas Ketahanan Pangan setempat.

Menurut Edy, dalam penindakan terhadap agen atau pangkalan, Pertamina bisa melakukan PHU karena ada laporan masuk, termasuk juga bila ada temuan hasil pantauan di lapangan.

Ia menegaskan berdasarkan ketentuan, harga jual tabung gas elpiji 3 kg dari agen ke pangkalan sebesar Rp18 ribu per tabung.

Dengan menjual seharga Rp22 ribu, maka pangkalan sudah dapat mengantongi keuntungan.

Polda Jawa Tengah tengah melakukan uji coba tilang pakai pesawat tanpa awak atau drone dalam sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Agus Suryo Nugroho menyampaikan uji coba yang dimulai hari ini, Senin (10/10) termasuk dalam rangka persiapan riset untuk diterapkan secara nasional.

Agus tidak menyebutkan apa spesifikasi dari drone yang digunakan. Namun drone ini telah dilengkapi lampu strobo yang dapat dinyalakan menyerupai kendaraan patroli polisi.

Agus menyampaikan Asosiasi Pilot Drone Indonesia sebelumnya telah melatih para petugas kepolisian agar mampu menerbangkan drone untuk kebutuhan ETLE.

  • Bagikan