Lansia Tangguh Keluarga Bahagia

- Editor

Kamis, 15 September 2022 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com – Seorang praktisi kesehatan alternatif mengatakan “Semakin Tua Semakin Sehat”. Dia menawarkan beberapa model perawatan tubuh bagi lansia agar mereka tetap sehat dan produktif di usia senja. Mungkinkah hal itu terjadi?

Saya tidak berpretensi untuk menjawab pertanyaan tersebut. Namun dari perkataan itu saya menangkap semangat positif, bahwa seorang lansia bukanlah beban, tetapi potensi yang bisa dimaksimalkan untuk kegiatan produktif.

Terdapat beberapa alasan kenapa lansia bisa menjadi aset produktif bagi keluarga.

Pertama, lansia biasanya memiliki pengalaman hidup yang bisa jadi pelajaran bagi keluarga yang lebih muda. Pengalaman-pengalaman hidupnya di usia muda sangat bermanfaat bagi keluarga dan lingkungannya untuk menjadi cerminan dalam merencanakan hidup masa depan.

Kedua, lansia yang sudah purna tugas memiliki waktu yang lebih banyak untuk memikirkan dan melakukan kegiatan-kegiatan di luar pekerjaan sehari-hari. Keleluasaan waktu yang dimiliki lansia dapat dimanfaatkan untuk melakukan aktifitas sosial, pendidikan dan keagamaan.

Ketiga, lansia yang semasa mudanya cerdas dalam pengelolaan uang biasanya memiliki aset yang lumayan banyak di usia tuanya. Dengan aset yang dimilikinya, lansia dapat diberdayakan untuk membantu atau menfasilitasi keluarga yang kurang mampu untuk mengembangkan ekonomi produktif.

Dengan segala potensi yang dimilikinya, tidak heran jika banyak program yang digalakkan bagi lansia. Salah satunya adalah program Lansia Tangguh yang dikembangkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Melalui lansia tangguh BKKBN ingin merubah anggapan sebagain masyarakat yang menyatakan lansia sebagai beban keluarga.

Namun, siapakah yang disebut lansia tangguh itu? Lansia tangguh adalah seseorang atau kelompok lansia yang berumur diatas 60 tahun yang bercirikan Sehat, Mandiri, Aktif dan Produktif. Lantas, bagaimanakah cara untuk mewujudkan Lansia Tangguh?

Lansia tangguh dapat diwujudkan melalui program yang bersifat Promotif (promosi), Preventif (pencegahan), Kuratif (pengobatan) dan Rehabilitatif (pemulihan) di masyarakat. Pemerintah, masyarakat, dan seluruh steak holder terkait harus bersinergi untuk melaksanakan program tersebut.

BKKBN sebagai leading sector dalam program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga atau yang sekarang disebut dengan Bangga Kencana, menawarkan program pengembangan 7 dimensi hidup yang sangat erat kaitannya dengan lansia. Program tersebut dikenal dengan Pengembangan Lansia Tangguh Berdasarkan 7 Dimensi.

Melalui pembangunan ke 7 dimensi ini maka akan tercipta Lansia Tangguh yang dapat berkontribusi positif bagi keluarga, lingkungan dan masyarakat. Ketujuh dimensi lansia tangguh itu adalah dimensi spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional vokasional, dan lingkungan.

Pengembangan ketujuh dimensi lansia tangguh ini sejalan dengan 8 fungsi keluarga, yaitu Fungsi Agama, Fungsi Sosial Budaya, Fungsi Cinta Kasih, Fungsi Perlindungan, Fungsi Reproduksi, Fungsi Sosial dan Pendidikan, Fungsi Ekonomi dan Fungsi Lingkungan.
Pertanyaan berikutnya yang perlu dijawab adalah, siapakah yang akan melaksanakan program tersebut?

Sebab, apapun program pemerintah, jika hanya bagus pada tataran konsep namun kurang dalam implementasi, maka hasilnya pun tidak akan optimal. Melihat potensi yang ada di lapangan, maka tidak ada pilihan lain bagi pemerintah selain memaksimalkan peran serta masyarakat, terutama keluarga lansia itu sendiri.

Pemerintah dalam hal ini BKKBN harus memperkuat fungsi kader KB yang ada di tengah-tengah masyarakat. Mereka adalah ujung tombak program Bangga Kencana di lini lapangan. Kader KB lah yang memiliki data paling valid tentang lansia berikut dengan segala permasalahannya.

BKKBN perlu memperkuat peran kader KB dalam pengembangan 7 Dimensi Lansia Tangguh. Tidak hanya dalam bentuk dukungan anggaran yang memadai, tetapi juga meningkatkan kemampuan kader KB dalam membina kelompok dan keluarga yang memiliki lansia. Kader KB harus memiliki kemampuan berkoordinasi dengan lintas sektor serta mengadvokasi keluarga lansia agar bersedia mengikuti program pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah.

Pembinaan lansia tangguh dapat dilakukan melalui institusi masyarakat yang telah ada, seperti Posyandu, Fasilitas Kesehatan, kelompok pengajian, lembaga pendidikan, dan sebagainya. Selain itu, juga bisa bekerjasama dengan kelompok usaha yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Diantaranya pemeriksaan kesehatan secara berkala, pengajian secara rutin, senam serta aktifitas fisik lainnya. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, dengan potensi yang dimilikinya, lansia dapat diikutsertakan dalam aktifitas ekonomi produktif, santunan sosial, dan pendidikan alternatif.

Dengan mengoptimalkan potensi yang dimilikinya, maka anggapan yang menyebut lansia sebagai beban keluarga dapat terbantahkan. Melalui kegiatan-kegiatan produktif, lansia dapat berkontribusi bagi keluarga, masyarakat dan lingkungannya. Menjadi lansia, sebagai sebuah keniscayaan dari siklus hidup manusia, bukan berarti akhir dari kehidupan, melainkan fase akhir untuk berkontribusi bagi masa depan.

Jika bukan untuk masyarakat, setidaknya lansia bisa berkontribusi bagi keluarganya. Keberadaan lansia di tengah-tengah keluarga dapat memberi warna bagi anak cucunya. Oleh karena itu, keluarga harus mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh lansia untuk mewujudkan keluarga yang sehat, bahagia dan sejahtera melalui Pembangunan 7 Dimensi Lansia Tangguh.`

Korlap KB BKKBN Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor

Komentar Facebook

Berita Terkait

CPH Desak KPK Supervisi Penanganan Dugaan Korupsi DPRD Maluku Utara
Kepala BPOM Dorong Universitas Kolaborasi Perkuat Inovasi Nasional
KAHMI Luncurkan Logo HUT ke-60, Tegaskan Komitmen untuk Kedaulatan Bangsa
CPH Desak Kajati Maluku Utara Baru Segera Tuntaskan Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Rp139 Miliar
Dody: Loyalitas, Integritas, dan Pelayanan kepada Masyarakat Menjadi Fondasi Kinerja Bidang Lalu Lintas Dishub DKI Jakarta
Kepala BPOM Taruna Ikrar Tinjau Program Makan Bergizi Gratis dan Resmikan Pusat Tanaman Obat Bahan Alam di Palembang
Keterlibatan Danantara di KSSK Perkuat Sinkronisasi Kebijakan Ekonomi Nasional
GUNTUR Sultra: Kebijakan Prabowo Beri Kesempatan Setara bagi UMKM Naik Kelas

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah, KKN Berdampak UNIMUGO Ajak Warga Kebagoran Hidupkan Kembali Bank Sampah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Dorong UMKM Naik Kelas, Mahasiswa KKN UNIMUGO Dampingi Legalitas NIB dan HKI Usaha Melinjo di Kaligending

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Tingkatkan Nilai Jual, Mahasiswa KKN Unimago Sosialisasikan Label, Desain Kemasan, dan Diversifikasi Produk Olahan Sawo di desa Kaligending

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Atasi Sawah Puso dan Siasati Terbatasnya Masa Panen, Mahasiswa KKN UNIMOGO Ganti Sekam Padi Jadi Briket Ekonomi Kreatif di Desa Peniron

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

Supian Suri Tegaskan Pendidikan Jadi Prioritas, KuduSS Ramah Siap Kawal Program Kerakyatan Pemkot Depok

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:51 WIB

Tunjukkan Jiwa Wirausaha, Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Raih Prestasi di Studenpreneur Bootcamp MCEBI 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 13:40 WIB

Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, STMIK Kebumen Buka Dua Sekretariat Sekaligus

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:09 WIB

Ketua DPD Tani Merdeka Kebumen Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Berantas Korupsi Tanpa Pandang Bulu

Berita Terbaru