Dirjen PHU Ikuti Diskusi AMPHURI Persiapan Haji di Tengah Keterbatasan Waktu, Kuota dan Usia

  • Bagikan

Siaranindonesia.com – Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) menyatakan siap untuk mensukseskan pelaksanaan ibadah haji tahun 1443 H atau 2022 M, meskipun ditengah keterbatasan. waktu, kuota dan usia jamaah.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat AMPHURI Firman M Nur dalam acara Diskusi Publik dengan tema ‘Persiapan Haji di Tengah Keterbatasan Waktu, akuota dan Usia Jemaah.

“Tim Haji AMPHURI 1443H siap mensukseskan pelaksanaan ibadah haji tahun ini,” ucap Firman M Nur, di Hotel Oasis Amir, Jakarta, Rabu (27/4/2022).

Menurut Firman, pelaksanaan ibadah tinggal hitungan hari sedangkan pemerintah Indonesia harus memberangkatkan
jemaah haji sebanyak 100.051 jamaah.

“Pemerintah Indonesia harus memberangkatkan jemaah haji dengan kuota 100.051. Ini waktunya tinggal sebentar lagi,” ucap Firman.

Firman menegaskan, urgensi dari diskusi publik ini merupakan sebagai upaya AMPHURI untuk memfasilitasi Kementerian Agama sebagai leadung sector penyelenggaraan haji, Pemerintah Daerah yang akan memberangkatkan jamaah haji reguler dari wilayahnya, dan Badan Pengelola Keuangan Haji serta para asosiasi penyelenggara ibadah haji khusus.

“Termasuk dalam hal Mitigasi persiapan sepenuhnya. Mengingat waktu yang tersedia kurang dari dua bulan jelang pelaksanaan haji. Harapannya melalui diskusi ini semoga ada masukan dan kontribusi pemikiran para pelaku penyelenggara ibadah haji khusus dalam rangka memastikan pelaksanaan haji tahun 1443 H yang sangat terbatas waktunya ini dapat dilaksanakan dengan sangat baik dan memuaskan,” ucapnya.

Firman mengatakan, jika dibandingkan dengan kuota haji yang diterima pada tahun 1440 H, maka tahun ini Indonesia mendapatkan 45% dari kuota yang diterima sebelumnya yakni 221.000 jamaah. Dengan kata lain, lanjut Firman, perolehan kuota jamaah haji sebesar 100.051 ini tidak jauh dari perkiraan sebelumnya.

Firman menambahkan, mengingat waktu yang tersedia hanya kurang dari dua bulan, maka semua pihak khususnya Kementerian Agama selaku leading sector penyelenggaraan haji, diharapkan bisa mempersiapkan di semua tahapan. ”Insya Allah, AMPHURI sebagai asosiasi biro penyelenggara ibadah haji khusus juga telah membentuk tim haji AMPHURI untuk mensukseskan haji tahun ini,” tegasnya.

Selain itu, AMPHURI mengusulkan agar dana pengembalian setoran biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dapat dilakukan dalam waktu yang lebih cepat untuk digunakan sebagai pembayaran akomodasi dan transportasi haji 1443H ini.

Sementara Dirjen PHU, Hilman Latief mengatakan, mengenai timeline penyelenggaraan ibadah haji yang meliputi persiapan transportasi, persiapan petugas, persiapan visa, persiapan pembinaan manasik, persiapan asuransi, persiapan layanan akomodasi di Saudi, serta persiapan vaksinasi jamaah haji sudah disiapkan. “Kami sudah siapkan tahapan-tahapan pemberangkatannya. Insya Allah, keberangkatan kloter pertama jamaah haji reguler pada tanggal 4 Juni 2022 mendatang,” kata Hilman.

Diskusi publik seputar haji yang diselenggarakan secara hybrid ini merupakan rangkaian puncak acara dari program AMPHURI Berbagi Berkah Ramadhan (ABBR) 1443H. Program ABBR 1443H yang didukung penuh oleh Bank Syariah Indonesia, Asuransi Zurich Syariah, Asuransi Reliance, CIU Insurance dan Koperasi Amphuri Bangkit Melayani ini diisi dengan pembagian takjil sepanjang Ramadhan dan pemberian bingkisan lebaran bagi anak yatim serta buka puasa bersama keluarga besar AMPHURI. (*)

  • Bagikan