Dewan Pembina ASPHURINDO Kritik KPK: Penyelenggara Haji Jangan Dijadikan Kambing Hitam

- Editor

Rabu, 8 Oktober 2025 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta — Polemik dugaan penyimpangan dalam penyelenggaraan ibadah haji kembali mencuat ke publik setelah menyeret sejumlah pihak, termasuk Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Namun, Dewan Pembina Asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji, Umrah, dan Inbound Indonesia (ASPHURINDO), Kiai Hafidz Taftazani, menilai bahwa langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani kasus ini terkesan berlebihan dan tidak tepat sasaran.

Menurut Kiyai Hafidz, penyelenggara haji tidak seharusnya dijadikan fokus utama penyelidikan karena keuntungan yang mereka peroleh tergolong kecil dan masih dalam batas wajar. Ia menilai, KPK semestinya lebih cermat dalam menelusuri aliran dana besar yang justru mengalir kepada oknum di dalam Kementerian Agama (Kemenag).

“Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berpikirnya receh, mestinya carilah uang yang gede. Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) itu keuntungannya kecil sekali, kenapa justru diobok-obok. Yang jelas, 3.000 dolar dikali 10.000 kuota — itu yang jadi target uang masuk ke para oknum Kementerian Agama,” tegas Kiyai Hafidz dalam keterangannya, Rabu (8/10/2025).

Ia menambahkan, jika memang terjadi jual beli kuota haji, hal itu hanya merupakan efek dari sistem yang tidak transparan, bukan murni inisiatif para penyelenggara. Kiyai Hafidz menilai bahwa penyelenggara hanya menjalankan mekanisme resmi berdasarkan kuota yang telah disediakan oleh Kemenag, tanpa mengetahui potensi penyimpangan di tingkat kebijakan.

“Kalau ada jual beli, itu hanyalah efek. Keuntungan PIHK receh — hanya hasil dari kegiatan penyelenggaraan sesuai prosedur. Di negara kita ini, masih banyak korupsi besar yang seharusnya jadi prioritas penegakan hukum,” ujarnya.

Kiyai Hafidz juga menyoroti bahwa pemberitaan yang masif di media membuat citra penyelenggara haji menjadi negatif di mata publik.

“Setiap hari media membicarakan hal ini, seolah-olah penyelenggara haji yang menyelenggarakan ibadah sakral seolah menjadi remeh dan bahan tertawaan masyarakat,” tambahnya.

Kiyai Hafidz juga menilai bahwa tudingan yang diarahkan kepada para penyelenggara berpotensi menimbulkan ketidakadilan. Ia berharap agar KPK dapat bekerja secara objektif dan fokus membongkar pihak-pihak yang benar-benar bertanggung jawab terhadap kebocoran dana haji.

“Kalau terus begini, semua pihak akan lelah menghadapi masalah yang sebenarnya bisa diurai dengan melihat akar persoalannya. Jangan sampai penyelenggara yang menjalankan tugas sesuai aturan justru dikorbankan,” pungkasnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Tembok Ambruk Bongkar Borok PT IKN: Setahun Beroperasi Tanpa Dokumen, DLH Banyumas Sebut Berkas Tak Pernah Masuk
Bedah Buku di UIN Jakarta, Budy Sugandi Ulas Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok
Puspoll Indonesia Apresiasi Kapolri Usut Kasus Penyadapan, Minta Motif dan Aktor di Baliknya Diungkap
Ahli Waris Persoalkan Uang Rp2,28 Miliar Diatasnamakan Tagihan Pajak Penghasilan, Inisial AK Staf Protokol Kemenko PMK Dilaporkan ke Polisi
Pertamina NRE Gandeng Agrinas dan SGN Akselerasi Pengembangan Bioenergi Nasional
Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional
Pertemuan Hangat Dua Tokoh Nasional, Taruna Ikrar dan Jenderal Suyudi Bahas Narkotika hingga Keamanan Pangan
PT Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:53 WIB

Pasokan Gas Melonjak 34,72%, PGN LNG Amankan Energi Bersih Indonesia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Konsolidasi Tetapkan Pengurus FORSEPSI Periode 2026–2027

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:26 WIB

PT Pegadaian Salurkan Bantuan Material Bangunan Rp50 Juta untuk Korban Kebakaran di Kramat, Jakarta Pusat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Menjaga Halal, Menumbuhkan Usaha: Mendorong Pentahapan Regulasi Sertifikasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:10 WIB

Ancaman Downgrade MSCI: Pasar Saham Indonesia Diusulkan Jadi Standalone Market

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Ekonom Minta Kebijakan Sertifikasi Halal Ditunda, Soroti Kesiapan Pelaku Usaha dan Risiko Ekonomi

Kamis, 24 September 2026 - 20:40 WIB

Kunci Sukses AKTI: Bertahan di Tengah Badai Vokasi Berkat Sinergi Industri

Sabtu, 19 September 2026 - 17:55 WIB

Muhammad Faris Ulul Azmi: Konsisten Membuka Akses Edukasi Saham Gratis bagi Investor Pemula

Berita Terbaru