Fenomena Burung Hijau

- Editor

Senin, 27 Desember 2021 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com-Burung hijau hidup tinggi di angkasa. Namun ia mencari penghidupan di permukaan laut. Setidaknya itu informasi yang di dapat dari karya Muhammad bin Abi Bakar yang berjudul Al-Mawaidz Al-Ushfuriyah yang secara literal berarti buku “Nasihat Para Burung”.

Burung ini terbilang istimewa. Sebab ia memiliki tulang yang kokoh seperti tombak pendek, baik pada punggungnya maupun di bawah perutnya. Selebihnya ia memiliki paruh yang kuat dan  sayap yang kokoh agar bisa melesat secara tiba-tiba ke permukaan laut untuk mendapatkan makanan.

Makanan yang diperoleh adalah   sisa daging ikan yang terselip di antara gigi hiu. Sebagai predator, hiu memangsa ikan apa saja untuk membuatnya kenyang dan bertahan. Dalam  bahasa Arab ikan hiu disebut al-hut, sedangkan ikan kecil yang dimangsa disebut al-samak.

Yang menarik adalah pola rantai makanan antara al-samak, al-hut, dan burung hijau. Usai hiu memangsa ikan, sisa dagingnya terselip di antara gigi hiu. Kondisi tersebut membuat hiu tidak nyaman, bahkan menyakitkan giginya. Ini akibat cara hiu menyantap makanan dengan  buas dan berkuantitas.

Untuk keluar dari ketidaknyamanan tersebut sesekali hiu mengeluarkan kepalanya ke permukaan laut sambil membuka mulutnya. Tentu tingkah hiu ini memberi isyarat kepada makhluk lain bahwa di antara giginya ada  makanan.  Hanya saja tidak semua binatang bisa memanfaatkan peluang menantang ini. Terkecuali burung hijau.

Di angkasa burung hijau memang sudah sejak lama mengintai. Sekelebat burung hijau terbang merendah lalu masuk mulut hiu untuk memakan sisa ikan yang terselip di antara gigi hiu. Sepanjang hiu membuka mulutnya sepanjang itu pula burung hijau cerdas itu berpesta dengan riang gembira.

Burung hijau bukan tanpa alasan berani menyantap sisa daging ikan yang terselip di gigi hiu. Pasalnya, secara vertikal ia menunjang mulut hiu dengan tombak yang ada di punggungnya dan secara horisontal dengan tombak di dadanya. Rupanya ini fungsi dua tombak yang dimiliki burung hijau.

Burung hijau tidak makan kecuali ketika  hiu mengerang kesakitan. Sementara hiu baru merasa nyaman kalau sisa ikan yang terselip di giginya dimakan    burung hijau. Burung hijau tidak pernah takut tidak memperoleh rezeki. Sebab pasti akan datang  hiu yang mengeluarkan kepalanya dan membuka mulutnya.

Tentu burung hijau tidak dibekali akal dan ilmu, ia hanya mengandalkan instink (al-gharizah) untuk mencari nafkah. Sementara manusia yang dilengkapi dengan segalanya, termasuk teknologi, seringkali gerogi tidak  bisa memenuhi makanannya. Inilah fenomena burung hijau. Semoga jadi pelajaran buat kita.*

 

Oleh: KH. Dr. Syamsul Yakin (Pengasuh Pondok Pesantren  Darul Akhyar Parung Bingung Kota Depok)

 

 

Komentar Facebook

Berita Terkait

Podcast “Suara Demokrasi” Resmi Diluncurkan: Bahas Isu Demokrasi Hingga Tren Viral
BLBI Rp 211 Triliun Belum Tuntas, Rio Setiawan LSM LIRA Kediri: Negara Harus Menang Melawan Pengemplang Uang Rakyat
BPOM dan WHO Perbarui Kerja Sama 2026—2027, Ada Hibah Rp17 Miliar
DPD Tani Merdeka Muna Resmi Dilantik, Siap Majukan Pertanian
Kendaraan Plat Merah yang Parkir Sembarangan di Depan Halte BKN Cililitan, Jakarta Timur, Diduga Picu Kecelakaan Lalu Lintas
Training Raya LK II & LKK HMI Cabang Kota Bogor 2026 Resmi Ditutup, Perkuat Arah Kaderisasi dan Kepemimpinan Pemuda
UP PKB Cilincing Hadirkan Pelayanan Humanis dan Modern, Adji Kusambarto: Masyarakat Harus Merasa Nyaman
Kejati Sumsel Selamatkan Rp1,2 Triliun Uang Negara, 3 Tersangka Baru Korupsi KUR Ditetapkan

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:27 WIB

Drama Contest Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago : Sarana Berlatih Bahasa dan Seni Peran Santri & Santriwati

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:12 WIB

CV Dirgantara Sejahtera Bersama Menjadi Sponsorship Kegiatan Sosial “Bekam Gratis & Bazar Baju Gratis 2026” Untuk Warga Panggulan Pengasinan Sawangan Depok

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:53 WIB

Pos Ronda RT 02 RW 05 Panggulan Pengasinan Sawangan Kompak Gelar Syukuran 1 Tahun Atas Terlaksananya Kegiatan Ronda Malam

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:36 WIB

SMP Sumbangsih Pasar Minggu Jakarta Selatan Gelar Karya Wisata City Tour Jakarta Tahun 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:54 WIB

MTs Daarussa’adah Ciganjur Gelar Rihlah Studi Tour Ke Bandung Tahun 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:09 WIB

Meriahkan HUT Kota Depok ke 27th, Warga RT 02 Penggulan Pengasinan Sawangan Bersama LKSA Primago Gelar Bekam dan Bazar Baju Gratis 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:51 WIB

Peluang Berharga Bagi Anak Yatim, Yatim Puatu, Full Beasiswa SD, SMP, SMA di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:29 WIB

SMP Mumtaza Islamic School Tanggerang Selatan adakan Kegiatan Big FieldTrip ke Bandung 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Berita Terbaru