Membaca Komunikasi Presiden Prabowo Subianto melalui Integrated Reality Theory

- Editor

Rabu, 16 September 2026 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika Gemoy, Spontanitas, Kedekatan, dan Ketegasan Menjadi Satu Realitas Kepemimpinan

Oleh: Firman Firdaus Soetanto (Pemerhati Isu Komunikasi Politik) 

Komunikasi politik sering kali dibaca melalui satu label: populis, tegas, formal, santai, nasionalis, atau karismatik. Padahal, realitas komunikasi seorang pemimpin jauh lebih kompleks. Berbagai gaya dapat hadir secara bersamaan dan bahkan saling memperkuat. Kedekatan dapat berjalan bersama ketegasan, spontanitas dapat hadir bersama arah yang jelas, sementara humor dan bahasa populer dapat berdampingan dengan tanggung jawab kenegaraan.

Di sinilah Integrated Reality Theory (IRT) atau Teori Realitas Terintegrasi, yang digagas oleh M. Shoim Haris, menawarkan cara membaca yang berbeda. IRT melihat realitas bukan sebagai bagian-bagian yang berdiri sendiri, melainkan sebagai sistem yang unsur-unsurnya saling berhubungan. Dalam kerangka ini, realitas dapat dibaca melalui lima dimensi utama: Energi (E), Informasi (I), Entropi (S), Kesadaran (C), dan Evolusi (v).

Kerangka tersebut menarik ketika digunakan untuk membaca komunikasi Presiden Prabowo Subianto. Sebab, komunikasi Prabowo sulit dijelaskan hanya dengan satu kategori. Ia dapat tampil santai dan humoris, dekat dengan budaya digital, bahkan menjadi figur Gemoy, tetapi pada saat yang sama tampil tegas ketika berbicara tentang kepentingan nasional, kedaulatan, pertahanan, pangan, dan arah pembangunan. Karena itu, yang lebih tepat bukan melihatnya sebagai dua wajah yang bertentangan, melainkan sebagai satu sistem komunikasi kepemimpinan yang hibrida.

Gemoy dan Politik Kedekatan

Fenomena Gemoy menunjukkan bagaimana komunikasi politik mengalami perubahan di era digital. Pemimpin tidak lagi hanya hadir melalui pidato resmi dan pemberitaan media, tetapi juga melalui gestur, humor, video pendek, meme, dan berbagai bentuk komunikasi yang diproduksi kembali oleh masyarakat.

Dalam perspektif IRT, fenomena ini terutama berkaitan dengan Informasi dan Evolusi. Informasi tentang seorang pemimpin tidak lagi sepenuhnya dikendalikan oleh komunikasi formal; publik ikut memproduksi dan memberi makna. Gemoy karena itu dapat dipahami sebagai bentuk kedekatan komunikatif, yang memperpendek jarak psikologis antara pemimpin dan masyarakat.

Namun, Gemoy tidak berarti menggantikan ketegasan. Justru di sinilah karakter hibrida komunikasi Prabowo terlihat: identitas lama tidak dihapus, tetapi diperluas dengan bahasa komunikasi baru yang lebih dekat dengan masyarakat digital.

Spontanitas dan Kehadiran Personal

Spontanitas merupakan sisi lain dari komunikasi Prabowo. Gaya berbicara yang langsung, humor, ekspresi personal, dan respons yang tidak selalu sepenuhnya protokoler membuat publik melihat bukan hanya institusi presiden, tetapi juga pribadi di balik jabatan tersebut.

Dalam kerangka IRT, spontanitas dapat dikaitkan dengan Kesadaran, yakni kemampuan membaca situasi, menangkap suasana, dan merespons realitas yang sedang berlangsung. Spontanitas memberikan kesan autentik dan membuat komunikasi terasa hidup. Namun, kekuatan personal tersebut tetap perlu terhubung dengan komunikasi institusional agar energi personal dapat diterjemahkan menjadi pemahaman dan tindakan.

Ketegasan dan Kepemimpinan Berarah

Jika Gemoy memperpendek jarak, maka ketegasan memberikan arah. Dalam kepemimpinan, ketegasan bukan semata-mata soal gaya bicara, tetapi kemampuan menyatakan posisi, menetapkan prioritas, dan memberikan orientasi mengenai ke mana pemerintahan hendak bergerak.

Dalam perspektif IRT, aspek ini berkaitan dengan hubungan antara Informasi dan Entropi. Semakin besar dan kompleks sebuah pemerintahan, semakin besar pula kemungkinan munculnya fragmentasi pesan, perbedaan penekanan, dan hilangnya keselarasan. Komunikasi yang jelas karena itu berfungsi sebagai mekanisme penyelarasan: memberikan orientasi bersama bagi institusi dan masyarakat.

Dengan demikian, kedekatan membangun hubungan, sementara ketegasan membangun orientasi. Keduanya bukan pilihan yang harus dipertentangkan.

Energi, Informasi, dan Evolusi Komunikasi

Komunikasi Prabowo juga memiliki dimensi Energi, yaitu kemampuan menghasilkan perhatian publik. Dalam era algoritma, perhatian merupakan sumber daya politik yang penting. Humor, gestur, spontanitas, maupun pernyataan mengenai isu nasional dapat dengan cepat berubah menjadi percakapan publik.

Namun, energi saja tidak cukup. Dalam IRT, energi perlu terhubung dengan informasi, kesadaran, dan evolusi. Perhatian harus dapat diterjemahkan menjadi pemahaman, pemahaman terhubung dengan kesadaran, dan seluruh proses berkembang mengikuti perubahan masyarakat.

Di sinilah komunikasi Prabowo dapat dilihat sebagai sebuah proses evolusi melalui integrasi. Ia tidak harus meninggalkan ketegasan untuk menjadi dekat, tidak harus meninggalkan kewibawaan untuk menjadi populer, dan tidak harus meninggalkan pengalaman masa lalu untuk menggunakan bahasa komunikasi zaman baru.

Dari Komunikasi Personal ke Kekuatan Institusional

Pada akhirnya, kekuatan komunikasi seorang presiden tidak berhenti pada seberapa besar perhatian yang dapat diciptakannya. Tantangan yang lebih besar adalah bagaimana energi personal tersebut diterjemahkan menjadi kekuatan institusional: energi menjadi gerakan, informasi menjadi pemahaman, ketegasan menjadi koordinasi, kedekatan menjadi kepercayaan, dan komunikasi menjadi tindakan.

Dalam bahasa IRT, kualitas sebuah sistem tidak ditentukan oleh satu unsur secara terpisah, tetapi oleh keterhubungan antarunsurnya. Karena itu, komunikasi Prabowo lebih menarik jika dibaca bukan sebagai kumpulan gaya yang terpisah, melainkan sebagai konfigurasi yang mempertemukan energi, informasi, kesadaran, pengelolaan entropi, dan evolusi.

Penutup

Mungkin kita tidak sedang melihat dua Prabowo: Prabowo Gemoy di satu sisi dan Prabowo tegas di sisi lain. Kita sedang melihat satu figur kepemimpinan yang menggunakan beberapa bahasa komunikasi sekaligus—bahasa kedekatan, spontanitas, humor, budaya digital, nasionalisme, dan kepemimpinan yang berorientasi pada tujuan.

Melalui Integrated Reality Theory yang digagas M. Shoim Haris, fenomena tersebut dapat dibaca sebagai komunikasi kepemimpinan hibridaGemoy membangun kedekatan, spontanitas menghadirkan keaslian, energi menarik perhatian, informasi membentuk pemahaman, ketegasan memberikan arah, kesadaran memungkinkan adaptasi, dan evolusi menjaga relevansi.

Dengan demikian, komunikasi Prabowo bukan sekadar persoalan gaya berbicara. Ia merupakan bagian dari cara seorang pemimpin membangun hubungan dengan masyarakat, membentuk pemahaman, memberikan arah, dan menghubungkan kepemimpinan personal dengan tujuan institusional.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Sekjend APKLI Saiful Chaniago Pastikan Ribuan Pimpinan APKLI Se Indonesia Hadiri Pelantikan DPP APKLI di Jakarta
Menhut Raja Antoni: Banpres Karhutla Bukti Perhatian Presiden Prabowo untuk Masyarakat Sumsel
Penelitian AI Deepfake Asusila Raih Best Paper Award Semnasip UT 2026
Perkuat Perlindungan & Daya Saing Ekonomi, BPOM Gelar Forum Menenun Kebijakan Bersama Lintas Sektor
Menhut Raja Antoni: Perintah Presiden Prabowo Semua Bahu-membahu Cegah Api Masuk Zona Inti OIKN
Menhut Raja Antoni Kembali Bekukan Izin 3 Perusahaan Terkait Karhutla Kaltim
Syarat Pemimpin Teknokratik HMI; Perkuat Bahasa Nilai dan Kebijakan
TMI Sultra: Sinergi HKTI dan Pemprov Bisa Jadikan Sultra Lumbung Pangan Nasional

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 22:19 WIB

Sekjend APKLI Saiful Chaniago Pastikan Ribuan Pimpinan APKLI Se Indonesia Hadiri Pelantikan DPP APKLI di Jakarta

Rabu, 16 September 2026 - 18:45 WIB

Membaca Komunikasi Presiden Prabowo Subianto melalui Integrated Reality Theory

Selasa, 15 September 2026 - 21:52 WIB

Menhut Raja Antoni: Banpres Karhutla Bukti Perhatian Presiden Prabowo untuk Masyarakat Sumsel

Selasa, 15 September 2026 - 16:05 WIB

Penelitian AI Deepfake Asusila Raih Best Paper Award Semnasip UT 2026

Senin, 14 September 2026 - 21:44 WIB

Menhut Raja Antoni: Perintah Presiden Prabowo Semua Bahu-membahu Cegah Api Masuk Zona Inti OIKN

Senin, 14 September 2026 - 21:41 WIB

Menhut Raja Antoni Kembali Bekukan Izin 3 Perusahaan Terkait Karhutla Kaltim

Minggu, 13 September 2026 - 10:56 WIB

Syarat Pemimpin Teknokratik HMI; Perkuat Bahasa Nilai dan Kebijakan

Jumat, 11 September 2026 - 20:49 WIB

TMI Sultra: Sinergi HKTI dan Pemprov Bisa Jadikan Sultra Lumbung Pangan Nasional

Berita Terbaru