Siaranindonesia.com, Jakarta – Pengurus Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi Virtual dan Halal Bi Halal yang mempertemukan para alumni serta aktivis program “Dai Go Global” angkatan 2023-2026. Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus PCINU dan LD PCINU dari berbagai negara, mulai dari Australia-New Zealand, Jerman, Jepang, Hong Kong, Korea Selatan, Taiwan, Belanda, hingga Malaysia.
Pertemuan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan jejaring dakwah internasional NU di penghujung periode kepengurusan.
Ketua LD PBNU, Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab), dalam sambutannya memberikan refleksi mendalam mengenai perjalanan program Dai Go Global yang dimulai sejak 2022. Beliau mengungkapkan bahwa dari sembilan program utama lembaga, pengiriman dai ke luar negeri merupakan program unggulan yang berhasil direalisasikan pada tahun pertama kepengurusan setelah dilantik pada bulan Rajab.
“Meskipun di awal banyak rintangan, seperti saat pengiriman ke Korea Selatan di mana dari 13 pengajuan visa hanya 5 yang lolos, kami sangat bersyukur di akhir periode tahun 2026 ini program tetap berjalan konsisten,” ujar Gus Aab. Hingga saat ini, tercatat sekitar 70 Dai telah dikirim ke berbagai belahan dunia untuk menyebarkan nilai-nilai Aswaja an-Nahdliyah.
Beliau berharap pertemuan virtual ini melahirkan pemikiran positif untuk terus memberikan khidmat terbaik bagi organisasi dan umat secara luas.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris LD PBNU, KH. Nurul Badruttamam, menjelaskan bahwa silaturahmi ini merupakan pembuka dari rangkaian kegiatan besar lainnya, yakni Bedah Buku dan program Dakwah Sphere yang dijadwalkan pada Mei mendatang.
Kiai Nurul juga menyoroti langkah transformatif LD PBNU yang kini telah berkolaborasi dengan platform Digdaya NU”Siapapun pengurusnya nanti, data akan tetap terintegrasi dan bisa diakses. Aplikasi Dig Daya akan menjadi rujukan utama untuk mencari Dai yang telah bersertifikasi,” jelasnya. Beliau berpesan agar jejaring silaturahmi ini tetap terjaga meski akan terjadi pergantian kepengurusan pada Muktamar mendatang.
Sesi ramah tamah yang dipimpin oleh KH. Ahmad Rosyidin Mawardi menjadi puncak acara yang hangat, melalui ramah tamah para duat dari berbagai PCINU saling berbagi pengalaman mengenai tantangan dan peluang dakwah di negara masing-masing.
Negara-negara yang menjadi sasaran pengiriman Dai selama periode 2023-2026 meliputi Australia, Malaysia, New Zealand, Jepang, Jerman, Belanda, Korea Selatan, Hong Kong, dan Taiwan. Kegiatan ini menegaskan komitmen LD PBNU dalam menduniakan dakwah Islam yang ramah, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan global.
























