Tulungagung, Siaran Indonesia — Anggota DPR RI Komisi VI M. Sarmuji, menegaskan bahwa penguatan ekonomi lokal merupakan prasyarat penting bagi ketahanan ekonomi nasional.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Desa Demuk, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Sabtu 18 Oktober 2025.
Dalam paparannya, Sarmuji menilai implementasi Empat Pilar—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—tidak boleh berhenti pada ranah pemahaman, tetapi harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata, terutama pada sektor ekonomi masyarakat.
“UMKM, desa, dan usaha kecil adalah tulang punggung perekonomian nasional. Ketika ekonomi lokal kuat, bangsa ini memiliki fondasi yang kokoh,” kata Sarmuji di hadapan peserta yang terdiri atas tokoh masyarakat, pelaku UMKM, perangkat desa, dan generasi muda.
Sarmuji menekankan perlunya peningkatan literasi keuangan, perluasan akses pembiayaan, serta penguatan jaringan pemasaran produk lokal. Ia juga mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan teknologi digital agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Sebagai bagian dari Komisi XI yang membidangi sektor keuangan dan UMKM, Sarmuji menyatakan komitmennya untuk mendorong kebijakan yang berpihak pada usaha rakyat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan ekonomi nasional tidak terlepas dari peran daerah dalam menggerakkan aktivitas produksi dan konsumsi.
Kegiatan sosialisasi tersebut juga menghadirkan diskusi mengenai penguatan ekonomi berbasis potensi desa, mulai dari pertanian, kerajinan, hingga industri rumahan. Peserta diajak memahami bagaimana nilai-nilai kebangsaan—terutama gotong royong dan persatuan—dapat menjadi landasan etika dalam pengembangan usaha.
Sejumlah peserta menyambut baik materi yang disampaikan. Mereka menilai sosialisasi ini memberikan perspektif baru mengenai hubungan antara wawasan kebangsaan dan kemandirian ekonomi.
Sarmuji berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berperan aktif dalam pembangunan ekonomi lokal. “Pembangunan yang kuat harus dimulai dari desa. Kalau ekonomi di tingkat bawah tumbuh, seluruh sektor akan ikut bergerak,” ujarnya.
























