Komnas Indonesia Soroti Dugaan Korupsi yang Libatkan Dirut PT Pupuk Indonesia

- Editor

Sabtu, 11 Januari 2025 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com, Jakarta,– Komite Mahasiswa Nasional Indonesia (Komnas Indonesia) mengungkapkan kekhawatiran atas kasus-kasus korupsi yang terus melibatkan pejabat di Indonesia dan menjadi sorotan lembaga penegak hukum.

Koordinator Komnas Indonesia, Ahmad, menyoroti dugaan keterlibatan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, dalam kasus dugaan suap terkait penyewaan kapal antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PT PILOG) dan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) pada tahun 2019. Saat itu, Rahmad menjabat sebagai Direktur Utama PT Petrokimia Gresik.

“Dalam kesaksian mantan anggota DPR, Bowo Sidik Pangarso, disebutkan bahwa Rahmad Pribadi pernah memintanya menyelesaikan persoalan dengan PT Humpuss Transportasi Kimia. Ini menimbulkan dugaan keterlibatan Rahmad dalam kasus yang merugikan negara,” ujar Ahmad dalam keterangannya kepada awak media, di Jakarta, Jumat (10/1/2025).

Ahmad menambahkan, pengakuan Bowo Sidik Pangarso juga Rahmad Pribadilah yang memperkenalkannya dengan Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti. Perkenalan tersebut, katanya, dilakukan atas sepengetahuan Direktur PT HTK, Taufik Agustono, yang disebut sebagai pihak pemberi suap.

“Fakta ini menunjukkan bahwa Rahmad memiliki peran penting dalam skandal tersebut,” ucap Ahmad.

Desakan Pencopotan

Komnas Indonesia menyayangkan bahwa meskipun terdapat dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi, Rahmad Pribadi tetap memegang jabatan strategis sebagai Direktur Utama PT Pupuk Indonesia yang diangkat berdasarkan Keputusan Menteri BUMN No. SK-212/MBU/07/2023 tanggal 27 Juli 2023 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Direktur Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pupuk Indonesia.

“Kami prihatin. Bagaimana masyarakat dapat mempercayakan sektor penting seperti pupuk kepada sosok dengan rekam jejak yang diragukan?” kata Ahmad.

Rahman juga mengaitkan kelangkaan pupuk di Indonesia dengan kepemimpinan yang dinilainya tidak kompeten.

“Kami percaya bahwa kepemimpinan yang kurang berintegritas berkontribusi terhadap persoalan kelangkaan pupuk yang berulang kali terjadi,” tambahnya.

Komnas Indonesia pun menyampaikan tiga tuntutan:

  1. Mendesak Menteri BUMN untuk mencopot Rahmad Pribadi dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Pupuk Indonesia.
  2. Menuntut agar Rahmad Pribadi mundur karena dinilai tidak memiliki integritas.
  3. Menilai Rahmad Pribadi gagal menjalankan tugas dan fungsi sebagai pimpinan PT Pupuk Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Pupuk Indonesia dan Rahmad Pribadi belum memberikan tanggapan terkait tuduhan tersebut.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Ancaman Sandwich Generation di Tengah Tren Keluarga Kecil dan Populasi Lansia
Pernah Jadi Duta Inspirasi Indonesia, Mahasiswa Unimugo Kembali Torehkan Prestasi Nasional
Solusi Baitullah Indonesia Dorong Penguatan Pengawasan Pemasaran Haji dan Umrah
Beredar Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Patut Diduga Berkaitan Dengan Upaya Mencaplok Saham Minoritas
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, BPOM Terbitkan 126.123 Izin Edar Pangan, Perketat Pengawasan MBG dan Koperasi Merah Putih
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
Dua Tahun Prabowo: Konsolidasi Kekuasaan dan Ujian Kepercayaan Publik
Arah Baru Syarikat Islam: Dari Penguatan Fondasi ke Akselerasi Eksekusi

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:55 WIB

KKMI Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan Adakan Rihlah dan Family Gathering

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:07 WIB

Final Project MI Mumtaza Islamic School Tanggerang Selatan ke Yogyakarta Tahun 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:51 WIB

Peluang Berharga Bagi Anak Yatim, Yatim Puatu, Full Beasiswa SD, SMP, SMA di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:29 WIB

SMP Mumtaza Islamic School Tanggerang Selatan adakan Kegiatan Big FieldTrip ke Bandung 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Senin, 4 Mei 2026 - 11:12 WIB

SMA Perguruan Rakyat 3 Gelar Kampus Visit dan Studi Tour 2026 ke Bandung Jawa Barat

Senin, 4 Mei 2026 - 10:53 WIB

RA Mumtaza Islamic School Gelar Big Fieldrtip Taman Safari Indonesia Tahun 2026

Jumat, 20 Februari 2026 - 22:00 WIB

Bangun Jiwa Disiplin dan Kepemimpinan, SMP Jakarta 2 Gelar Kegiatan LDKS 2026 bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Depok

Minggu, 8 Februari 2026 - 12:20 WIB

Glorious Jabodetabek 62006 Gelar Kegiatan Touring To Banten 2026

Berita Terbaru