Apa Jadinya Bumi Tanpa Oksigen Selama Lima Detik

- Editor

Kamis, 20 Januari 2022 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siaranindonesia.com-Apa jadinya jika oksigen di udara hilang kurang lebih lima detik saja? Percaya atau tidak percaya tanpa oksigen langit disiang hari akan gelap. Hal ini karena oksigen seperti bola disko yang ikut berfungsi bersama cahaya matahari. Tanpa oksigen langit tidak akan biru lagi.

Jika atom oksigen hilang maka lapisan pelindung bumi sebagai perisai akan hilang sehinga sinar matahari masuk kebumi tanpa tersaring dan efeknya membuat kulit kita terbakar, mata akan rusak dan menimbulkan ancama kanker yang sangat bahaya serta tekanan diudara akan turun jauh.

Bumi tanpa oksigen maka mesin pembakaran tidak akan bisa nyala sehingga semua kendaraan tidak bisa beroperasi, pesawat pun tidak akan bisa beroperasi.

Selain itu oksigen mempunyai peran mengikat molekul kimia beton, sehingga jika tidak ada oksigen dibumi maka segala macam bangunan akan runtuk, rumah, jembatan sampai gedung-gedung megah akan runtuh semua.

Lalu tanpa oksigen semua air menguap jadi gas dari air genangan depan rumah Danau sungai sampai besarnya Samudra mengisi 70% permukaan bumi, semuanya itu akan menghilang.

Efek jika tidak ada oksigen dibumi maka tubuh manusia yang kebanyakan isinya air juga akan memudar. Dan puncaknya semua kegiatan itu akan ditutup oleh lapisan bumi yang hampir setengahnya tersusun atas oksigen akan remuk ke dalam menelan semua yang hidup di atasnya

Demikianlah dampak yang terjadi jika unsur penyangga kehidupan yaitu oksigen lenyap selama lima detik

 

Komentar Facebook

Berita Terkait

Fani Foundation Buka Kesempatan untuk Warga Ciamis Banjar Pangandaran: Perkuat Komitmen Cetak Generasi Muda Berprestasi dan Pemimpin Masa Depan
Polres Kebumen Amankan 76 Ribu Obat Keras Ilegal dalam Operasi 90 Menit, Sasar Pelajar
Kasus Jalan Halmahera Selatan Meledak, Gubernur Malut Digugat Badan Arbitrase Nasional Indonesia
Langkah Cepat Prabowo Pasca Tragedi Kereta di Bekasi: Santuni Korban, Dorong Reformasi Keselamatan
Pelayanan Samsat Jakarta Timur Makin Prima, Warga Apresiasi Kemudahan dan Kecepatan
Santri Mengabdi: Istilah “Mubah” Lebih Tepat untuk Domino daripada “Halal”
Penertiban Parkir Liar Lebak Bulus Diperkuat, Wagub Rano Karno Turun Tangan
Terima Delegasi HMI dan KAHMI, Wamen Viva Yoga: Di Tengah Dinamika Politik Tetap Penting Menjaga Independensi Etis dan Organisatoris

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 20:04 WIB

Fani Foundation Buka Kesempatan untuk Warga Ciamis Banjar Pangandaran: Perkuat Komitmen Cetak Generasi Muda Berprestasi dan Pemimpin Masa Depan

Selasa, 28 April 2026 - 13:20 WIB

Kasus Jalan Halmahera Selatan Meledak, Gubernur Malut Digugat Badan Arbitrase Nasional Indonesia

Selasa, 28 April 2026 - 11:17 WIB

Langkah Cepat Prabowo Pasca Tragedi Kereta di Bekasi: Santuni Korban, Dorong Reformasi Keselamatan

Senin, 27 April 2026 - 19:30 WIB

Pelayanan Samsat Jakarta Timur Makin Prima, Warga Apresiasi Kemudahan dan Kecepatan

Jumat, 24 April 2026 - 19:38 WIB

Santri Mengabdi: Istilah “Mubah” Lebih Tepat untuk Domino daripada “Halal”

Jumat, 24 April 2026 - 17:11 WIB

Penertiban Parkir Liar Lebak Bulus Diperkuat, Wagub Rano Karno Turun Tangan

Jumat, 24 April 2026 - 10:40 WIB

Terima Delegasi HMI dan KAHMI, Wamen Viva Yoga: Di Tengah Dinamika Politik Tetap Penting Menjaga Independensi Etis dan Organisatoris

Rabu, 22 April 2026 - 21:01 WIB

Tragedi Berdarah di Puncak, Alus UK Murib Apresiasi Langkah Bupati dan Ketua DPRK Puncak ke Kementerian HAM

Berita Terbaru