BPOM Nilai Potensi Nilai Ekonomi Jamu Tembus Rp1,2 Triliun

- Editor

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SiaranIndonesia.com– Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan nilai ekonomi produk jamu asal Indonesia per tahun bisa mencapai Rp1,2 triliun, oleh karena itu inovasi tanaman herbal menjadi produk Obat Herbal Terstandar (OHT) perlu terus ditingkatkan.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengemukakan, potensi pasar global untuk jamu dan kesehatan sebenarnya diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp350 triliun per tahun, tetapi penelitian dan pengembangan tentang biodiversitas tanaman herbal menjadi obat herbal tersertifikasi masih belum optimal.

“Saat ini, nilai ekonomi industri jamu sekitar Rp1,2 triliun berdasarkan data industri yang tercatat. Potensi pasar global wellness dan kesehatan diperkirakan mencapai sekitar Rp350 triliun untuk Indonesia apabila biodiversitas yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara optimal,” katanya dalam Kick Off Pekan Jamu 2026 di Jakarta, kemarin.

Taruna mengemukakan, beberapa keunggulan tanaman herbal di Indonesia yakni kurkumin yang terkandung dalam kunyit dan temulawak, yang tidak kalah apabila dibandingkan dengan produk ginseng yang menjadi keunggulan negara Asia Timur seperti Korea, Tiongkok, atau Jepang.

“Kurkumin memiliki manfaat yang lebih luas dibanding ginseng karena memiliki efek antioksidan (melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas), antiinflamasi (mengurangi peradangan), dan vasodilator (memperlebar aliran darah agar lebih lancar). Indonesia sebenarnya mampu bersaing dengan Korea Selatan dan negara lain, namun pengelolaan, penelitian, dan hilirisasi produk herbal masih perlu ditingkatkan,” paparnya.

Taruna juga mengemukakan, banyak tanaman herbal seperti kunyit dan temu-temuan yang mengandung senyawa aktif bersifat antioksidan dan antiinflamasi, dengan potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk kosmetik dan perawatan tubuh.

Saat ini, terdapat sekitar 22 ribu produk jamu yang memiliki Nomor Izin Edar (NIE) dari BPOM. Namun, dari jumlah tersebut, pemanfaatannya masih sedikit, yakni sekitar 71 produk telah menjadi OHT, dan 21 produk telah menjadi fitofarmaka (sediaan obat berbahan dasar alam seperti tanaman, hewan, atau mineral).

“Kenaikan status dari jamu menjadi OHT dan fitofarmaka memerlukan penelitian ilmiah yang lebih kuat, termasuk uji praklinis, uji stabilitas, penelitian bioavailabilitas, dan pembuktian khasiat. Semakin tinggi tingkat pembuktian ilmiahnya, semakin besar pula nilai ekonominya,” tuturnya.

Komentar Facebook

Berita Terkait

MBG Lens Diluncurkan, LIRA Temukan DistribusiLayanan MBG di Daerah Tertinggal Masih Timpang
Wagub Kaltara Dukung Nilam Promosikan Budaya dan Pariwisata Daerah
Mahkota Untuk Mengabdi, Nilam Santuni dan Hibur Anak-anak Panti di Bulungan
Nanik S. Deyang Resmi Pimpin BGN, Babak Baru Penguatan Program Gizi Nasional
Puspoll Indonesia: Viral Lagu Mas Bahlil Ganteng ( MBG) Tunjukkan Perubahan Cara Publik Membaca Politik
UP PKB Jagakarsa Peringati Hari Lahir Pancasila, Kepala UP PKB Ismanto Ajak Pegawai Perkuat Semangat Kebangsaan
Dishub DKI Jakarta Tebar Kepedulian di Iduladha 1447 H, Salurkan 41 Sapi dan 15 Kambing untuk Ribuan Warga
Budy Sugandi Baru Ditunjuk Pimpin Buperta 6 bulan, Surplus 2,17 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:23 WIB

Gak Cuma Jago Ngaji, Santri Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Borong 11 Medali di IPB Championship 2026!

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:06 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok, Distribusikan 7 Hewan Qurban Tahun 2026, Ajarkan Makna Pengorbanan dan Ilmu Praktis kepada Santri

Senin, 1 Juni 2026 - 23:07 WIB

MI AL Hidayah Rawadenok Depok Adakan Kegiatan Goes To Bandung Tahun 2026 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Senin, 1 Juni 2026 - 22:59 WIB

SMP Kemala Bhayangkari 2 Jakarta Selatan Gelar Kegiatan Goes To Yogyakarta 2026 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:32 WIB

SMK BUDHI Warman 2 Gelar Kegiatan Goes To Yogyakarta Tahun 2026 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:52 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Terima 1 Ekor Sapi Hewan Qurban di Hari Raya Idul Adha 1447 H dari UPZ Bazma Pertamina

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:34 WIB

Kementrian Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia Salurkan Hewan Kurban ke Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago 2026: Keberkahan dan Manfaat Untuk Para Penghafal Qur’an

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:18 WIB

Pawai Obor Santri dan Santriwati Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H

Berita Terbaru

Nasional

BPOM Nilai Potensi Nilai Ekonomi Jamu Tembus Rp1,2 Triliun

Rabu, 3 Jun 2026 - 12:57 WIB