Sosialisasi Empat Pilar, Sarmuji: Investasi di Tulungagung Harus Dipermudah

- Editor

Jumat, 26 Desember 2025 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sarmuji saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama masyarakat Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jumat, 26 Desember 2025.

Sarmuji saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama masyarakat Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jumat, 26 Desember 2025.

Tulungagung, Siaran Indonesia — Anggota DPR RI M. Sarmuji meminta pemerintah daerah memangkas hambatan investasi yang masih kerap mengganjal pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal. Kemudahan perizinan dan kepastian regulasi, menurut dia, menjadi kunci agar daerah mampu menarik investor sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Pernyataan itu disampaikan Sarmuji saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama masyarakat Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jumat, 26 Desember 2025. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 warga dari berbagai unsur masyarakat desa.

Sarmuji, yang merupakan anggota Komisi VI DPR RI, menilai investasi tidak bisa dilepaskan dari agenda kesejahteraan rakyat. Tanpa investasi yang sehat, daerah akan sulit mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Namun, ia mengakui masih banyak keluhan soal perizinan yang lambat dan prosedur yang berbelit-belit.

“Kalau kita ingin ekonomi daerah bergerak, investasi harus dipermudah. Jangan sampai calon investor mundur hanya karena urusan izin yang tidak jelas,” kata Sarmuji.

Ia menegaskan, kemudahan investasi bukan berarti mengorbankan kepentingan publik. Sebaliknya, investasi harus diarahkan agar selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan konstitusi, terutama prinsip keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945. Negara, menurut dia, wajib memastikan manfaat investasi benar-benar dirasakan masyarakat.

Dalam sosialisasi tersebut, Sarmuji mengaitkan Empat Pilar Kebangsaan dengan praktik pembangunan ekonomi. Ia menyebut demokrasi ekonomi menuntut keseimbangan antara peran negara dan ruang bagi pelaku usaha. Negara harus hadir memberi kepastian hukum, sementara masyarakat diberi kesempatan berkembang melalui aktivitas ekonomi yang produktif.

Tulungagung, kata Sarmuji, memiliki potensi besar di sektor industri pengolahan, pertanian, dan usaha berbasis sumber daya lokal. Potensi itu, menurut dia, tidak akan optimal tanpa iklim investasi yang kondusif dan kebijakan daerah yang responsif terhadap kebutuhan dunia usaha.

Sejumlah peserta menyampaikan harapan agar pemerintah lebih aktif mendampingi pelaku usaha dan menciptakan regulasi yang tidak menyulitkan. Sarmuji mengatakan aspirasi tersebut akan menjadi catatan penting dalam pembahasan kebijakan di tingkat nasional, khususnya yang berkaitan dengan sektor investasi dan perdagangan.

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini merupakan bagian dari agenda Sarmuji di Daerah Pemilihan Jawa Timur VI. Melalui kegiatan tersebut, ia menekankan bahwa penguatan nilai kebangsaan harus berjalan seiring dengan upaya mendorong pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Komentar Facebook

Berita Terkait

Mendekati 50% Guru di Bawah Kemiskinan: Profesi Guru dan FKIP & Tarbiyah Harus Diaudit Nasional atau Dibubarkan?
Mobil Klinik Rumah Zakat Indonesia Layani Pengungsi Palestina di Yordania
Kiprah Taruna Ikrar Kembali Cetak Prestasi Global, Raih Penghargaan Akademik Internasional dari UTM Malaysia
Dari Kota Depok untuk Nusantara: Gerakan Mengaji Gratis yang Mengubah Masa Depan Generasi
Raih Lisensi IB, Lulusan MAN IC Serpong Makin Mudah Tembus Kampus Top Dunia
Kepala BPOM Taruna Ikrar Tegaskan Aturan Baru Menyoal Keamanan dan Pengawasan Obat, Bukan regulasi SDM Apoteker di Ritel Modern
MN KAHMI Minta Program Tambang Rakyat Harus Pertimbangkan Aspek Lingkungan
Puspoll Indonesia: Kehadiran Langsung Presiden Prabowo di DPR Kirim Sinyal Optimisme dan Kepastian Arah Negara

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 13:39 WIB

Mendekati 50% Guru di Bawah Kemiskinan: Profesi Guru dan FKIP & Tarbiyah Harus Diaudit Nasional atau Dibubarkan?

Senin, 25 Mei 2026 - 12:17 WIB

Mobil Klinik Rumah Zakat Indonesia Layani Pengungsi Palestina di Yordania

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:57 WIB

Kiprah Taruna Ikrar Kembali Cetak Prestasi Global, Raih Penghargaan Akademik Internasional dari UTM Malaysia

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:34 WIB

Dari Kota Depok untuk Nusantara: Gerakan Mengaji Gratis yang Mengubah Masa Depan Generasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:01 WIB

Kepala BPOM Taruna Ikrar Tegaskan Aturan Baru Menyoal Keamanan dan Pengawasan Obat, Bukan regulasi SDM Apoteker di Ritel Modern

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:59 WIB

MN KAHMI Minta Program Tambang Rakyat Harus Pertimbangkan Aspek Lingkungan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:57 WIB

Puspoll Indonesia: Kehadiran Langsung Presiden Prabowo di DPR Kirim Sinyal Optimisme dan Kepastian Arah Negara

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:33 WIB

Rakernas Inkopontren Dorong Modernisasi Koperasi Pesantren

Berita Terbaru